Golkar Basel Target Gen Z untuk Kemenangan Politik Masa Depan

Strategi Partai Golkar dalam Menghadapi Perubahan Politik Lokal

Partai Golkar di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedang melakukan perubahan strategis untuk menyesuaikan diri dengan dinamika politik yang terus berkembang. Salah satu langkah utama yang diambil adalah fokus pada generasi Z sebagai kekuatan utama dalam peta politik lokal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya adaptasi partai terhadap perubahan zaman.

Mengakomodasi Generasi Muda

Rina Tarol, Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Selatan, secara terbuka mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk bergabung dan berperan aktif dalam partai. Ia menyatakan bahwa generasi muda saat ini menjadi pengambil keputusan utama dalam pemilu. Oleh karena itu, partai harus bisa menyesuaikan pendekatan dan strategi komunikasi agar tetap relevan di masa depan.

“Artinya kami harus bertarung (suara kalangan) di Gen Z. Kalau tidak, kami akan ditinggalkan oleh mereka,” ujarnya.

Menurut Rina, hampir setengah dari total pemilih saat ini berasal dari generasi muda. Kondisi ini membuat partai politik, termasuk Golkar, harus mampu menyesuaikan pendekatan dan strategi komunikasi. Tanpa keterlibatan Gen Z, partai akan kesulitan bertahan dalam persaingan politik yang semakin ketat.

Memperkuat Basis Dukungan Partai

Untuk menarik minat generasi muda, Rina Tarol berencana menggandeng mahasiswa dan aktivis kampus di Kabupaten Bangka Selatan. Ia menilai organisasi kemahasiswaan, termasuk badan eksekutiv mahasiswa (BEM), sebagai pintu masuk strategis. Melalui pendekatan ini, Golkar diharapkan dapat menjadi ruang aktualisasi bagi anak muda.

“Semua mahasiswa yang rajin di sini (Kabupaten Bangka Selatan) untuk bergabung di Partai Golkar, biar mereka tertarik. Karena hampir 50 persen kita adalah Gen Z,” jelas Rina.

Selain itu, Rina Tarol menekankan pentingnya pembenahan internal partai agar lebih ramah terhadap generasi muda. Ia menilai struktur partai harus dibangun hingga ke tingkat desa dengan melibatkan kader-kader muda. Hal ini dianggap penting untuk menciptakan regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.

Meningkatkan Kepercayaan Publik

Ia turut mengakui, selama ini kehadiran kader di lapangan, termasuk dalam menjangkau pemilih muda, masih belum optimal. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi menurunnya kepercayaan publik terhadap partai. Ke depan, ia memastikan kader akan lebih aktif turun langsung ke masyarakat.

“Bagaimana mereka akan memilih kader Partai Golkar jika kadernya tidak pernah hadir di tengah masyarakat,” tanyanya.

Seluruh kader harus bekerja secara kolektif dan mengedepankan kepentingan organisasi. Ia tidak ingin ada lagi pola kerja individual yang menghambat perkembangan partai. Dengan kerja sama yang solid, ia optimistis Golkar dapat kembali meraih kepercayaan masyarakat.

“Tidak ada lagi kerja pribadi, semua harus bekerja untuk organisasi. Golkar harus kembali jaya seperti awalnya Golkar berdiri di Bangka Selatan,” ujarnya.

Koordinasi dengan Tingkat Provinsi

Terkait arah politik ke depan, Rina Tarol menyebut pihaknya masih akan berkoordinasi dengan DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menilai arahan dari tingkat provinsi penting untuk menentukan langkah strategis partai di daerah. Keputusan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja ke depan.

Ajakan kepada Generasi Muda

Rina Tarol kembali mengajak masyarakat generasi muda di Kabupaten Bangka Selatan untuk tidak apatis terhadap politik. Ia meminta masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Partai Golkar untuk memimpin Kabupaten Bangka Selatan ke depannya. Termasuk berkiprah di tengah masyarakat melalui anggota legislatif maupun eksekutif.

“Apa yang menjadi tujuan masyarakat jangan sampai masyarakat terlupakan. Hanya dikenang pada saat ada Pilkada ataupun pemilihan legislatif,” ujarnya.


Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *