Kerugian Besar Milai AS Akibat Konflik dengan Iran
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat telah menyebabkan kerugian besar bagi militer AS. Berbagai alat perang canggih, termasuk jet tempur, drone, pesawat tanker, radar, dan sistem pertahanan, dilaporkan rusak atau hancur dalam perang ini. Nilai kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 20 triliun, yang menunjukkan betapa mahalnya harga konflik di tengah ketegangan geopolitik global.
Jet Tempur dan Drone Hancur
Beberapa jenis jet tempur dan drone milik AS dilaporkan jatuh akibat serangan Iran. Tiga unit F-15E Strike Eagle dilaporkan jatuh setelah secara tidak sengaja ditembak oleh jet F/A-18 milik Kuwait pada 1 Maret. Meski semua awak berhasil selamat, kerugian terhadap jet-jet ini sangat besar. Harga satu unit F-15 model terbaru saat ini diperkirakan mencapai sekitar 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun).
Selain itu, satu unit jet tempur siluman F-35A Lightning II juga mengalami pendaratan darurat pada 19 Maret. Iran mengeklaim telah menembak pesawat tersebut, sedangkan kondisi pilot dilaporkan stabil. Nilai satu unit F-35A diperkirakan mencapai sekitar 82,5 juta dollar AS (sekitar Rp 1,3 triliun).
Kerugian juga terjadi pada armada drone. Lebih dari selusin drone MQ-9 Reaper dilaporkan hilang sejak awal perang. Setidaknya delapan di antaranya ditembak jatuh oleh rudal Iran, tiga lainnya hancur di darat akibat serangan rudal, dan satu drone jatuh akibat salah tembak oleh negara di kawasan Teluk Persia. Drone MQ-9 yang digunakan Angkatan Udara AS memiliki harga minimal 16 juta dollar AS (sekitar Rp 270 miliar) per unit.
Pesawat Tanker Juga Mengalami Kerusakan
Kerugian besar juga menimpa pesawat pengisian bahan bakar di udara KC-135 Stratotanker. Enam awak tewas setelah dua pesawat jenis ini bertabrakan di atas wilayah Irak pada 12 Maret. Selain itu, lima unit KC-135 lainnya mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan kini tengah diperbaiki.
Karena KC-135 sudah tidak lagi diproduksi sejak 1960-an, Angkatan Udara AS kemungkinan akan menggantinya dengan KC-46 Pegasus yang lebih modern. Satu unit KC-46 diketahui memiliki harga sekitar 165 juta dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun).
Sistem Radar dan Pertahanan Ikut Dihancurkan
Iran juga menargetkan sistem pertahanan penting milik AS dan sekutunya. Salah satunya adalah radar AN/TPY-2 yang merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal THAAD di Yordania. Radar ini digunakan untuk melacak rudal balistik dan memiliki nilai setidaknya 300 juta dollar AS (sekitar Rp 5 triliun).
Serangan juga merusak radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Radar ini mampu melacak banyak target secara bersamaan dan memiliki nilai sekitar 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,9 triliun). Selain itu, Iran turut menyerang berbagai sistem radar, komunikasi, dan pertahanan udara di sejumlah negara kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
Kapal Induk Mengalami Insiden Kebakaran
Di tengah konflik, kapal induk USS Gerald R Ford juga mengalami insiden kebakaran pada 12 Maret. Api dilaporkan bermula dari ruang laundry utama dan menyebar ke beberapa bagian kapal, termasuk area tempat tidur awak. Saat ini kapal tersebut berada di Pelabuhan Souda Bay, Yunani, untuk menjalani perbaikan.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












