Trump kembali berbohong, rudal Iran masih banyak

Kekhawatiran terhadap Kemampuan Rudal Iran

Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa serangan bersama dengan Israel berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal Iran ternyata tidak sepenuhnya akurat. Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa hanya sekitar sepertiga dari persenjataan rudal Iran yang berhasil dihancurkan oleh operasi militer AS.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah “melumpuhkan” sebagian besar kemampuan rudal dan sistem militer utama Iran. Ia juga memberikan waktu 10 hari kepada Teheran untuk memenuhi tuntutan AS. Namun, informasi intelijen internal AS menunjukkan bahwa angka tersebut jauh lebih rendah dari yang dinyatakan oleh presiden.

Menurut lima sumber yang mengetahui informasi intelijen AS, hanya sekitar sepertiga dari rudal Iran yang dapat dipastikan hancur. Sementara itu, status sebagian besar rudal lainnya masih dalam keadaan yang kurang jelas. Meskipun demikian, beberapa sumber mengatakan bahwa bom yang dilemparkan kemungkinan besar merusak atau mengubur rudal-rudal tersebut di bawah tanah dan bunker.

Seorang sumber mengungkapkan bahwa informasi intelijen yang sama berlaku untuk kemampuan drone Iran. Diketahui bahwa sekitar sepertiga dari drone tersebut telah dihancurkan. Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun banyak rudal Iran hancur atau tidak dapat diakses, Teheran masih memiliki cadangan yang signifikan dan mungkin dapat menemukan beberapa rudal yang terkubur atau rusak setelah pertempuran berakhir.



Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. – (EPA/ABIR SULTAN)

Perbedaan antara informasi intelijen dan pernyataan publik Trump menjadi sorotan. Trump menyatakan bahwa Iran “hanya memiliki sedikit roket yang tersisa”, namun ia tampaknya mengakui ancaman dari sisa rudal dan drone Iran terhadap operasi AS di masa depan, khususnya menjaga Selat Hormuz yang penting secara ekonomi.

Pentagon dan Gedung Putih belum memberikan respons resmi terkait laporan ini. Serangan AS telah mencapai lebih dari 10.000 sasaran militer Iran pada hari Rabu, menurut Komando Pusat, dan telah menenggelamkan 92 persen kapal besar angkatan laut Iran. Namun, Komando Pusat menolak untuk menyatakan secara pasti berapa banyak kemampuan rudal atau drone Iran yang telah dihancurkan.

Salah satu sumber mengatakan bahwa salah satu masalahnya adalah menentukan berapa banyak rudal Iran yang disimpan di bunker bawah tanah sebelum perang dimulai. AS belum mengungkapkan perkiraannya mengenai jumlah persediaan rudal Iran sebelum perang.

Seorang pejabat senior AS menyampaikan keraguan terhadap kemampuan AS dalam menilai kemampuan rudal Iran secara akurat. Hal ini sebagian besar karena ketidakjelasan tentang jumlah rudal yang berada di bawah tanah dan dapat diakses melalui cara tertentu. “Saya tidak tahu apakah kita akan mempunyai angka yang akurat,” kata pejabat tersebut.

Sejak Kamis pagi, Iran melakukan serangan balasan terhadap Israel dengan tujuh salvo rudal dalam beberapa jam. Serangan ini melukai sembilan orang di Israel dan Tepi Barat serta menyebabkan kerusakan ketika hulu ledak curah ster menyebarkan submunisi ke wilayah yang luas.

Teheran juga terus menyerang negara-negara tetangganya di Teluk dengan rudal dan drone. Dua orang tewas di Abu Dhabi akibat puing-puing rudal yang dicegat, menurut kantor media emirat tersebut, sambil menambahkan bahwa tiga orang lainnya terluka dan beberapa kendaraan rusak.

Tujuh salvo rudal balistik ditembakkan ke Israel dalam hitungan jam pada Kamis pagi, setelah jeda sekitar 14 jam sebelumnya. Serangan tersebut berulang kali menyebabkan jutaan orang mencari perlindungan di Israel tengah dan utara, yang juga menghadapi serangan bersamaan dari kelompok teror Hizbullah di Lebanon. Rudal pertama berhasil dicegat, tanpa ada laporan korban luka atau kerusakan.

Dalam serangan kedua pagi itu, lima orang terluka ringan akibat dampak bom cluster di pusat kota Kafr Qasim, kata petugas medis. Beberapa submunisi dari rudal balistik Iran menghantam kota tersebut, menyebabkan kerusakan. Rekaman menunjukkan salah satu dari bom tersebut menghantam kawasan pemukiman, menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dan membuat kendaraan terjatuh di udara.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *