Sejarah Baru dalam Korps Bhayangkara
Sejarah baru kembali terukir dalam korps Bhayangkara dengan adanya kenaikan pangkat 47 perwira tinggi (Pati). Di tengah upacara di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (19/3/2026), sosok Alfred Papare tampil mencolok. Kapolda Papua Tengah ini kini resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen), sebuah pencapaian yang kian mempertegas dedikasinya bagi tanah kelahirannya dan Indonesia.
Titisan Darah Pejuang Bangsa
Sosok Alfred Papare bukanlah perwira sembarangan. Ia merupakan cucu pahlawan nasional legendaris, Silas Papare, pejuang gigih yang menyatukan Irian Jaya (Papua) ke pangkuan NKRI. Nama sang kakek bahkan diabadikan negara sebagai salah satu Kapal Perang TNI AL, KRI Silas Papare. Mewarisi semangat juang sang kakek yang merupakan Pahlawan Nasional, Alfred yang lahir di Irian Jaya pada 6 April 1974 ini mencatatkan diri sebagai Kapolda pertama yang memimpin Polda Papua Tengah sejak dilantik pada 12 November 2024. Jabatan ini merupakan amanah besar untuk menata fondasi keamanan di provinsi baru tersebut.
Rekam Jejak ‘Mata dan Telinga’ Polri
Alumni Akpol 1995 ini dikenal sebagai pakar di bidang intelijen. Sederet pendidikan spesialisasi mulai dari Daspa Intel hingga Pa Opsnal Intel telah ia lahap. Kariernya merayap dari bawah, mulai dari Kasat IPP Polres Tana Toraja hingga menduduki posisi strategis seperti Kabid Propam Polda Metro Jaya dan Dirintelkam Polda Papua. Kapolri memberikan promosi ini sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian yang tak kenal lelah.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan makna di balik kenaikan pangkat ini. “Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat,” tegas Johnny melalui keterangan tertulis, Jumat (20/3/2026).
Kenaikan Pangkat sebagai Simbol Representasi Putra Daerah Papua
Kenaikan pangkat Alfred Papare menjadi Irjen ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar keturunan pahlawan, tetapi juga menjadi simbol representasi putra daerah Papua yang gemilang di level tertinggi kepolisian nasional. Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menggelar upacara kenaikan pangkat terhadap 47 Perwira Tinggi (Pati) di Rupatama Mabes Polri pada Kamis (19/3/2026).
Dari puluhan perwira yang mendapatkan kenaikan pangkat tersebut, satu nama yang menjadi sorotan adalah Asep Guntur Rahayu selaku Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini resmi menyandang pangkat jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen). Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa prosesi kenaikan pangkat ini merupakan wujud penghargaan dari institusi atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian yang telah diberikan oleh para perwira tinggi selama bertugas.
“Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta pelayanan kepada masyarakat,” kata Johnny melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (20/3/2026).
Komposisi Kenaikan Pangkat Pati Polri
Secara komposisi, dari total 47 Pati Polri yang dinaikkan pangkatnya, satu personel berhasil meraih bintang tiga menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), yaitu Komjen Achmad Kartiko yang saat ini menduduki posisi sebagai Kalemdiklat Polri. Kemudian, terdapat 14 personel yang naik menjadi Irjen. Selain Irjen Asep Guntur di KPK, terdapat pula nama Irjen Alfred Papare selaku Kapolda Papua Barat dan Irjen Moffan Moedji Kawanti sebagai Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri.
Sementara itu, sebanyak 32 personel lainnya mendapatkan promosi menjadi jenderal bintang satu atau Brigadir Jenderal (Brigjen). Mereka ditugaskan pada berbagai jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan, termasuk Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini dan Wakapolda Papua Brigjen Muhajir. Di samping itu, Polri juga memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada dua personelnya, yakni Brigjen Sambas Kurniawan dan Brigjen Medyanta.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dinilai sebagai momentum penting dalam pembinaan karier dan penguatan organisasi kepolisian ke depannya. Ke depan, Polri berharap puluhan perwira tinggi yang baru saja naik pangkat ini dapat terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus mendukung transformasi Polri yang Presisi.
Daftar Kenaikan Pangkat Pati Polri
Selain Irjen Asep, upacara ini meresmikan kenaikan pangkat bagi:
* 1 Komjen: Achmad Kartiko (Kalemdiklat Polri).
* 14 Irjen: Termasuk Alfred Papare (Kapolda Papua Barat) dan Moffan Moedji Kawanti.
* 32 Brigjen: Termasuk Jermias Rontini (Kapolda Papua Tengah) serta dua penerima KPLB, Brigjen Sambas Kurniawan dan Brigjen Medyanta.
Kehadiran Irjen Asep Guntur dengan pangkat barunya diharapkan semakin memperkuat sinergi Polri dan KPK dalam melakukan transformasi penegakan hukum yang presisi dan transparan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












