Ringkasan Berita
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memiliki total harta kekayaan yang sangat besar, yaitu sebesar Rp98.981.015.689 atau sekitar Rp98 miliar. Harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp38.204.672.200 atau sekitar Rp38 miliar. Nasaruddin Umar kini menjabat sebagai Menteri Agama dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat. Ia juga pernah menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, sejak tahun 2016.
Nasaruddin Umar memiliki pengalaman kerja di Kementerian Agama, termasuk sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dari tahun 2006 hingga 2012 dan Wakil Menteri Agama pada periode 2011–2014. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai lembaga pendidikan dan sosial, seperti sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ia juga dosen di beberapa institusi pendidikan, termasuk di Universitas Indonesia dan Yayasan Wakaf Paramadina.
Data Harta Kekayaan
A. Tanah dan Bangunan: Rp38.204.672.200
- Tanah seluas 5.000 m² di Kab/Kota Maros, hasil sendiri: Rp150.000.000
- Tanah seluas 300 m² di Kab/Kota Kota Makassar, hasil sendiri: Rp48.000.000
- Tanah seluas 1.400 m² di Kab/Kota Bogor: Rp280.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 500 m²/400 m² di Kab/Kota Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri: Rp10.000.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 455 m²/100 m² di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp1.312.920.000
- Tanah seluas 1.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp54.000.000
- Tanah seluas 198 m² di Kab/Kota Kota Makassar, hasil sendiri: Rp106.326.000
- Tanah dan Bangunan seluas 101 m²/36 m² di Kab/Kota Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri: Rp800.000.000
- Tanah seluas 8.954 m² di Kab/Kota Maros, hasil sendiri: Rp447.700.000
- Tanah dan Bangunan seluas 101 m²/36 m² di Kab/Kota Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri: Rp800.000.000
- Tanah seluas 3.100 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp167.400.000
- Tanah seluas 387 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp20.898.000
- Tanah seluas 19.098 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp572.940.000
- Tanah seluas 19.098 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp572.940.000
- Tanah seluas 5.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp150.000.000
- Tanah seluas 10.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp300.000.000
- Tanah seluas 6.501 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp260.040.000
- Tanah seluas 574 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp22.960.000
- Tanah seluas 1.118 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp44.720.000
- Tanah seluas 7.200 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp324.000.000
- Tanah seluas 10.578 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp423.120.000
- Tanah seluas 10.600 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp424.000.000
- Tanah seluas 1.760 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp70.400.000
- Tanah seluas 11.599 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp463.960.000
- Tanah seluas 1.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp50.000.000
- Tanah seluas 1.184 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp800.000.000
- Tanah seluas 1.480 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp79.920.000
- Tanah seluas 3.500 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp189.000.000
- Tanah seluas 19.121 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp764.840.000
- Tanah seluas 3.398 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp169.980.000
- Tanah seluas 17.726 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp709.040.000
- Tanah seluas 450 m² di Kab/Kota Kota Makassar, hasil sendiri: Rp450.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 19.090 m²/3.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp1.030.860.000
- Tanah seluas 1.100 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp30.800.000
- Tanah seluas 2.600 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp27.800.000
- Tanah seluas 11.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp308.000.000
- Tanah seluas 5.158 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp144.424.000
- Tanah dan Bangunan seluas 400 m²/300 m² di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp6.000.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 200 m²/30 m² di Kab/Kota Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp5.000.000.000
- Tanah seluas 28.900 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp809.200.000
- Tanah seluas 2.574 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp72.072.000
- Tanah seluas 2.812 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp78.736.000
- Tanah seluas 5.946 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp166.488.000
- Tanah seluas 4.068 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp81.360.000
- Tanah seluas 180 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp9.720.000
- Tanah seluas 3.975 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp214.650.000
- Tanah seluas 1.254 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp67.716.000
- Tanah seluas 3.000 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp84.000.000
- Tanah seluas 6.422 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp180.466.000
- Tanah seluas 12.620 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp256.880.000
- Tanah seluas 1.174 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp16.788.200
- Tanah seluas 3.026 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp43.271.800
- Tanah seluas 3.934 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp56.256.200
- Tanah seluas 957 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp38.280.000
- Tanah seluas 2.125 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp85.000.000
- Tanah seluas 1.730 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp69.200.000
- Tanah seluas 3.700 m² di Kab/Kota Bone, hasil sendiri: Rp103.600.000
- Tanah dan Bangunan seluas 46 m²/46 m² di Kab/Kota Kota Depok, hasil sendiri: Rp900.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 71 m²/71 m² di Kab/Kota Kota Depok, hasil sendiri: Rp1.300.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp655.000.000
- Motor, Piaggio Vespa Tahun 2014, hasil sendiri: Rp5.000.000
- Mobil, Toyota Innova V.20 AT Tahun 2017, hasil sendiri: Rp150.000.000
- Mobil, Toyota Vellfire Tahun 2014, hibah tanpa akta: Rp500.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp187.500.000
D. Surat Berharga: Rp —-
E. Kas dan Setara Kas: Rp18.896.142.124
F. Harta Lainnya: Rp42.380.261.000
Sub Total: Rp100.323.575.324
Utang: Rp1.342.559.635
Total Harta Kekayaan: Rp98.981.015.689
Rekam Jejak
Nasaruddin memulai studinya di Pesantren As’adiyah Sengkang, kemudian melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Alauddin Ujung Pandang, tempat ia meraih gelar sarjana muda dan sarjana lengkap. Gelar pascasarjana dan doktoralnya ia selesaikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempat ia kemudian menjadi guru besar dalam bidang tafsir di Fakultas Ushuluddin.
Selain dikenal sebagai tokoh agama, Nasaruddin Umar memiliki pengalaman luas di bidang pendidikan dan organisasi keagamaan. Sejak tahun 2016, ia menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dari tahun 2006 hingga 2012 dan Wakil Menteri Agama pada periode 2011–2014.
Ia juga aktif di berbagai lembaga pendidikan dan sosial, seperti sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Nasaruddin memiliki pengalaman mengajar di berbagai institusi pendidikan, termasuk di Universitas Indonesia dan Yayasan Wakaf Paramadina. Hingga saat ini, namanya masih tercatat sebagai salah satu dosen di unit Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah.
Dalam peran internasional, Nasaruddin juga dikenal sebagai akademisi yang aktif. Ia terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan lembaga-lembaga keagamaan terkemuka seperti Al-Azhar di Mesir. Kini, Nasaruddin juga termasuk salah satu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027.
Pimpinan Sidang Isbat
Pemerintah akan dipimpin oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026. Tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum. Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis.
Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Magrib. Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab. Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.
Prediksi Lebaran 2026 Menurut Data Astronomi
Meski hasil resmi menunggu sidang isbat, sejumlah lembaga telah mengeluarkan analisis awal terkait posisi hilal pada 19 Maret 2026. Data dari BMKG menunjukkan bahwa konjungsi (fase bulan baru) diperkirakan terjadi pada Kamis pagi pukul 08.23.23 WIB. Namun, ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut diprediksi masih rendah, yakni berkisar antara 0,91 derajat (di Merauke) hingga 3,13 derajat (di Sabang). Jarak sudut atau elongasi hilal diperkirakan berada di rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.
“Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026,” ucap Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto.
Berdasarkan kriteria baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan pemerintah, awal bulan Hijriah baru dimulai jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Karena posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi belum memenuhi kriteria tersebut pada 19 Maret, peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memperkirakan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jika prediksi ini tepat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). “Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat,” ujar Thomas.
Walau begitu, kepastian akhir tetap berada pada keputusan Menteri Agama setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












