Iran Serang Kilang Minyak, Israel Serang Fasilitas Gas, Pengamat: Perang Energi Memburuk

Perang Energi di Timur Tengah Memperburuk Kekacauan Ekonomi

Perang yang sebelumnya terjadi di ranah militer dan nuklir kini berubah menjadi konflik yang lebih rumit, yaitu perang energi. Israel dan Iran kini saling menyerang infrastruktur vital masing-masing, yang memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi global.

Serangan Rudal Iran ke Kilang Minyak Haifa

Pada hari Kamis (19/3/2026), langit Haifa, pusat energi strategis Israel, diguncang oleh serangan rudal Iran. Rudal tersebut berhasil melewati pertahanan Israel dan menghantam kawasan industri Teluk Haifa, yang berjarak sekitar 150 km dari Yerusalem. Meski Israel menyatakan kerusakan bersifat lokal, gangguan listrik sempat melumpuhkan wilayah utara. Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mencoba menenangkan pasar dengan mengatakan tidak ada kerusakan signifikan pada infrastruktur negara tersebut. Namun, laporan dari Haaretz menyebutkan bahwa empat orang terluka akibat serpihan rudal dan hantaman langsung di Kiryat Shmona. Seorang saksi mata menggambarkan ledakan besar yang mengguncang seluruh jalan.

Balasan Israel ke Ladang Gas South Pars

Israel merespons dengan menyerang Asaluyeh di Provinsi Bushehr, yang merupakan titik saraf dari ladang gas South Pars. Ladang ini adalah salah satu sumber hidrokarbon terbesar dunia dengan cadangan sekitar 1.800 triliun kaki kubik gas. Penasihat geopolitik energi, Umud Shokri, menilai serangan ini sebagai pergeseran strategi yang mematikan. “Israel kini melangkah lebih jauh dari sekadar menargetkan aset militer dan nuklir, dengan menyerang inti ekonomi kekuatan Iran. Ini menandakan pergeseran strategi menuju pelemahan ekonomi,” tulis laporan Iran International.

Serangan ini memicu kemarahan regional. Qatar, yang berbagi cadangan gas tersebut, secara langsung menyalahkan Israel, sementara Uni Emirat Arab menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan energi global.

Efek Domino: Evakuasi Massal dan Krisis Pasokan

Iran merespons dengan ancaman tanpa batas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan: “Iran akan menunjukkan nol pengekangan jika infrastrukturnya diserang lagi.” Dampaknya terasa seketika:

  • Irak: Melaporkan penghentian total pasokan gas dari Iran.
  • Qatar: Memulai evakuasi instalasi gas Ras Laffan.
  • Daftar Target IRGC: Media pro-Garda Revolusi merilis daftar target balasan, termasuk kilang SAMREF Arab Saudi dan ladang gas Al Hosn di UEA.

Kini, bukan hanya pangkalan militer yang terancam, tetapi seluruh rantai pasok LNG dunia ke Eropa dan Asia berada di ujung tanduk.

Benjamin Netanyahu Menegaskan Israel Bertindak Sendiri

Dalam konferensi pers di Yerusalem, Benjamin Netanyahu ditanya apakah ia telah memberi tahu Donald Trump terkait serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran. Netanyahu tidak menjelaskan apakah Trump telah diberitahu sebelumnya mengenai rencana tersebut. Ia hanya menyatakan: “Israel bertindak sendiri melawan kompleks gas tersebut.” “Presiden Trump meminta kami untuk menunda serangan di masa mendatang, dan kami tetap berpegang pada hal itu.”

Trump sebelumnya menjauhkan diri dari serangan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu apa-apa mengenai serangan itu, dan kemudian mengonfirmasi bahwa dirinya telah meminta Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran. Israel sebelumnya mengklaim bahwa serangan tersebut dikoordinasikan dengan AS. Namun, laporan yang mengutip pejabat Israel dan beredar hari ini bertentangan dengan pernyataan Trump, termasuk klaim bahwa AS sebenarnya telah mengetahui rencana serangan tersebut. Saat berbicara di Ruang Oval, Trump tidak menjelaskan secara spesifik kapan ia berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *