Izin Sementara Pembelian Minyak Rusia untuk Menstabilkan Pasar Energi Global
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan izin sementara selama 30 hari bagi negara atau perusahaan untuk membeli minyak dan produk petroleum dari Rusia yang masih berada di kapal laut. Langkah ini dilakukan guna membantu menstabilkan pasar energi global yang sedang menghadapi ketidakstabilan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Izin tersebut dikeluarkan oleh Office of Foreign Assets Control (OFAC), bagian dari Departemen Keuangan AS, dan berlaku untuk minyak yang dimuat ke kapal antara 12 Maret hingga 11 April 2026. Dengan demikian, negara-negara atau perusahaan yang ingin membeli minyak Rusia dapat melakukannya dalam jangka waktu tersebut tanpa terkena sanksi.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan sangat terbatas. Ia menekankan bahwa izin ini tidak akan memberikan keuntungan besar bagi pemerintah Rusia karena sebagian besar pendapatan energi Rusia berasal dari pajak yang dipungut saat produksi minyak di dalam negeri. Namun, ia juga menyatakan bahwa langkah ini bisa membantu perekonomian AS dalam jangka panjang dengan menjaga pasokan energi tetap stabil dan mencegah lonjakan harga minyak di pasar global.
Kebijakan ini muncul setelah serangan AS-Israel terhadap Iran memicu gangguan perdagangan minyak global. Serangan tersebut memicu kenaikan harga energi dan memperburuk ketegangan di kawasan. Di sisi lain, perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki hari ke-1479 pada Jumat (13/3/2026), yang semakin memperparah situasi geopolitik di dunia.
Perkembangan Terkini Perang Rusia-Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina mulai terjadi pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer besar ke beberapa kota di Ukraina. Konflik ini merupakan puncak dari ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara. Sejak awal, Rusia mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas dan mencegah perluasan aliansi militer NATO di wilayah tersebut.
Serangan tersebut langsung mendapat kecaman dari banyak negara. Amerika Serikat dan negara-negara Barat kemudian menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia serta memberikan bantuan militer dan keuangan kepada Ukraina. Sejak saat itu, perang Rusia–Ukraina menjadi salah satu konflik internasional terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa perkembangan terkini terkait perang ini mencakup:
-
Rusia Klaim AS Mulai Memahami Pentingnya Minyak Rusia
Utusan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyebut pemerintah Amerika Serikat mulai memahami pentingnya minyak Rusia bagi pasar energi dunia. Hal ini disampaikan setelah negosiator Rusia Kirill Dmitriev mengadakan pertemuan dengan pihak AS. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kemungkinan kerja sama energi yang dapat membantu memperbaiki hubungan Rusia–AS sekaligus menstabilkan pasar energi global. -
Hungaria Kembalikan Kendaraan Ukraina, Tahan Uang dan Emas
Pemerintah Hungaria mengembalikan dua kendaraan lapis baja milik bank Ukraina yang sebelumnya disita. Namun, mereka masih menahan uang tunai dan emas bernilai jutaan euro karena dugaan kasus pencucian uang. Pemerintah Ukraina mengecam tindakan tersebut dan menuduh Hungaria menggunakan kasus ini untuk menekan Kyiv terkait masalah pengiriman minyak. -
Uni Eropa Ingin Periksa Pipa Minyak Druzhba di Ukraina
Uni Eropa mengusulkan misi untuk memeriksa jalur pipa minyak Druzhba pipeline yang melewati Ukraina. Pipa tersebut memasok minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia, tetapi alirannya berhenti sejak akhir Januari akibat kerusakan. Ukraina menyebut kerusakan terjadi karena serangan Rusia, sementara Slovakia dan Hongaria menuduh Ukraina bertanggung jawab atas gangguan tersebut. -
Viktor Orbán Tuduh Ukraina Mengancam Keluarganya
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán menuduh pihak Ukraina bersekongkol untuk menyerang keluarganya. Tuduhan ini muncul di tengah hubungan yang semakin tegang antara Budapest dan Kyiv. Perselisihan tersebut juga terjadi saat Orbán menghadapi pemilu, di mana ia tertinggal cukup jauh dari pesaingnya, Péter Magyar, dalam jajak pendapat. -
Ukraina Bagikan Data Perang untuk Latih AI Drone
Ukraina membuka akses data medan perang kepada sekutu-sekutunya untuk membantu mengembangkan teknologi kecerdasan buatan bagi drone militer. Data tersebut dapat digunakan untuk melatih sistem AI agar mampu mengenali target di medan perang secara otomatis. -
Uni Eropa Ancam Hentikan Dana Biennale Jika Rusia Ikut
Komisi Eropa memperingatkan akan menghentikan pendanaan untuk Venice Biennale jika penyelenggara tetap mengizinkan Rusia berpartisipasi. Festival seni tersebut menerima dana sekitar €2 juta dari Uni Eropa. Ukraina menilai keikutsertaan Rusia dapat menjadi cara bagi Moskow untuk menutupi tuduhan kejahatan perang. -
Ukraina dan Rumania Sepakat Produksi Drone Bersama
Ukraina dan Romania menandatangani kesepakatan awal untuk memproduksi sistem pertahanan, termasuk drone militer, di wilayah Rumania. Negara anggota Uni Eropa dan NATO ini berbatasan langsung dengan Ukraina sepanjang sekitar 650 km. Kerja sama ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina menghadapi invasi Rusia. -
Rusia Tuduh Ukraina Serang Jalur Pipa Gas ke Turki
Kremlin menuduh Ukraina mencoba menyerang fasilitas gas utama di Rusia selatan yang memasok energi ke Turki menggunakan drone. Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, target serangan adalah stasiun kompresor Russkaya yang menjadi bagian dari jalur pipa internasional. Rusia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan berbahaya yang dapat mengganggu keamanan energi kawasan.












