Profil Nurhalimah Pelangi Ishak: Remaja Multitalenta yang Berprestasi di Berbagai Bidang
Nurhalimah Pelangi Ishak kini menjadi sorotan di kalangan remaja Sumatera Utara. Sebagai siswi SMA Negeri 1 Sunggal, ia telah menorehkan berbagai prestasi yang mengagumkan, baik dalam bidang akademik, modelling, maupun kegiatan sosial.
Perjalanan Pelangi di dunia modelling tidak terjadi secara instan. Ketertarikannya terhadap dunia ini sudah muncul sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia sering mengikuti lomba fashion show, yang menjadi fondasi awal karier modelingnya. Menurutnya, modelling bukan hanya tentang penampilan atau berjalan di atas catwalk. Baginya, ini adalah ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjaga diri. Ia juga menekankan bahwa seorang model harus memiliki sikap dan tanggung jawab atas citra yang dibangun di hadapan publik.
Perubahan Pandangan Terhadap Prestasi
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Pelangi merasakan perubahan cara pandang terhadap prestasi. Dulu, ia hanya mengikuti lomba untuk meraih kemenangan dan hadiah. Kini, ia melihat gelar juara sebagai amanah yang harus dimanfaatkan dengan baik. Hal ini semakin ia rasakan setelah meraih gelar Winner Miss Modelling Indonesia 2025. Menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu pembuka untuk mengembangkan diri dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.
Prestasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai brand serta memperluas jaringan di dunia public speaking dan influencer. Tahun 2025 menjadi momentum penting dalam hidupnya karena mulai dikenal lebih luas berkat capaian yang diraih. Selain modelling, Pelangi juga aktif sebagai Top Putri Hijab Influencer Sumatera Utara 2025. Dalam ajang tersebut, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Edukasi, sebuah peran yang membuatnya semakin menemukan makna prestasi yang sesungguhnya.
Kegiatan Edukasi dan Motivasi
Melalui bidang edukasi, Pelangi bersama tim rutin mengunjungi sekolah hingga panti asuhan untuk menggelar seminar pengembangan diri. Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tips percaya diri, keberanian keluar dari zona nyaman, hingga pentingnya membangun potensi sejak dini. Alhamdulillah selama 2025, program kerja di bidang edukasi yang Pelangi pimpin termasuk yang paling banyak terlaksana. Ia berbagi pengalaman dan motivasi kepada siswa-siswi.
Pelangi menyayangkan masih banyak generasi muda yang belum maksimal menggali potensi diri meski sudah memiliki panggung dan peluang. Ia berpandangan bahwa kesempatan itu ada, tinggal bagaimana kita mau menggali kemampuan yang sudah kita punya.
Menghadapi Komentar Negatif
Meskipun aktif di media sosial, Pelangi mengaku tidak terlalu terpengaruh komentar negatif. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal wajar selama seseorang tetap fokus pada tujuan dan proses yang dijalani. Ia percaya bahwa pasti ada saja orang yang tidak suka dengan pencapaian kita, tapi itu bukan alasan untuk berhenti.
Di balik kesibukan di dunia modelling dan kegiatan sosial, Pelangi juga dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia kerap meraih juara umum selama bersekolah di SMA. Bahkan, ia sempat mendapatkan golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Namun kesempatan tersebut terpaksa dilepas karena pertimbangan keluarga.
Menyeimbangkan Prestasi Religi dan Dunia Modelling
Selain aktif di dunia modelling dan edukasi, Pelangi juga menorehkan prestasi di bidang religi melalui cabang Syarhil Qur’an. Kemampuan tersebut ternyata sudah diasah sejak duduk di bangku SMP. Ia mengaku sejak kecil terbiasa tampil berpidato sehingga memiliki dasar kuat dalam berbicara di depan umum. Saat mengikuti lomba Syarhil antar sekolah di SMP, Pelangi bersama tim berhasil meraih harapan satu sebelum akhirnya sempat terhenti di tingkat kecamatan.
Kesempatan kembali datang ketika Pelangi duduk di bangku SMA. Dengan bimbingan pelatih dan latihan intensif selama tiga bulan, ia berhasil meraih juara pertama dalam ajang Syarhil Qur’an tingkat kabupaten. Prestasi itu kembali berlanjut pada kompetisi berikutnya di tahun ini, di mana ia kembali dipercaya mewakili tim dan meraih juara.
Bagi Pelangi, pengalaman di bidang keagamaan menjadi bekal penting yang membentuk karakter serta kepercayaan dirinya. Ia melihat tidak ada pertentangan antara aktivitas modelling dengan keterlibatannya di ajang MTQ. Ia justru berupaya memadukan keduanya dengan tetap menjaga nilai yang diyakini.
Pemilihan Brand dan Nilai yang Dipegang
Dalam memilih kerja sama brand, Pelangi mengaku lebih selektif dan cenderung memilih busana muslim atau hijab yang sesuai dengan identitasnya sebagai Putri Hijab Influencer Sumatera Utara. Ia menekankan bahwa modelling tidak harus selalu identik dengan hal yang negatif. Kita bisa tetap berkarya dan tampil, tapi juga menjaga batasan. Jadi, kita harus bisa mengatur mana yang sesuai dengan prinsip kita.
Baginya, kemampuan mengelola pilihan dan menjaga konsistensi nilai menjadi kunci agar prestasi di berbagai bidang dapat berjalan seimbang. Bagi Pelangi, perjalanan prestasi bukan hanya tentang panggung kemenangan, tetapi juga proses menemukan jati diri. Ia pun berpesan kepada remaja seusianya agar tidak takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.
Di usia yang baru akan menamatkan bangku SMA, Pelangi sudah menunjukkan bahwa generasi muda bisa tampil multitalenta berprestasi di akademik, aktif di panggung nasional, sekaligus peduli pada edukasi sosial.












