Kenaikan Harga BBM di Berbagai Negara Akibat Konflik Timur Tengah
Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, khususnya akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran, telah memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penutupan Selat Hormuz yang mengganggu lalu lintas pengiriman BBM ke berbagai negara.
Kenaikan harga BBM tercatat mencapai 20 persen di AS, menurut data dari American Automobile Association (AAA) Fuel Prices. Sementara itu, sekitar 85 negara melaporkan kenaikan harga bensin setelah serangan awal AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Berikut adalah daftar 10 negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi:
-
Kamboja
Sebelum perang (23 Februari): 1,11 dolar AS
Setelah perang (11 Maret): 1,32 dolar AS
Kenaikan Harga: 67,81% -
Vietnam
Sebelum perang: 0,75 dolar AS
Setelah perang: 1,13 dolar AS
Kenaikan Harga: 49,73% -
Nigeria
Sebelum perang: 0,59 dolar AS
Setelah perang: 0,80 dolar AS
Kenaikan Harga: 35,02% -
Laos
Sebelum perang: 1,34 dolar AS
Setelah perang: 1,78 dolar AS
Kenaikan Harga: 32,94% -
Kanada
Sebelum perang: 1,16 dolar AS
Setelah perang: 1,30 dolar AS
Kenaikan Harga: 28,36% -
Pakistan
Sebelum perang: 0,92 dolar AS
Setelah perang: 1,15 dolar AS
Kenaikan Harga: 24,49% -
Maldives
Sebelum perang: 0,87 dolar AS
Setelah perang: 1,04 dolar AS
Kenaikan Harga: 18,54% -
Australia
Sebelum perang: 1,11 dolar AS
Setelah perang: 1,31 dolar AS
Kenaikan Harga: 18,23% -
Amerika Serikat
Sebelum perang: 0,87 dolar AS
Setelah perang: 1,01 dolar AS
Kenaikan Harga: 16,55% -
Singapura
Sebelum perang: 2,16 dolar AS
Setelah perang: 2,50 dolar AS
Kenaikan Harga: 15,69%
Alasan Negara-Negara Asia Ikut Terdampak

Negara-negara Asia menjadi yang paling terdampak karena kenaikan harga BBM. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan mereka terhadap Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman minyak dan gas. Selat ini menghubungkan Teluk Persia ke Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini ke laut lepas.
Jepang dan Korea Selatan, yang masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak dari Teluk, menjadi negara yang paling rentan. Kedua negara ini telah mengambil langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka. Pada 8 Maret, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis. Keesokan harinya, Korea Selatan memperkenalkan batasan harga maksimum untuk bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Dampak di Asia Selatan

Di Asia Selatan, dampak konflik lebih parah karena negara-negara seperti Pakistan dan Bangladesh memiliki cadangan keuangan dan strategis yang lebih tipis. Untuk menghemat energi, pemerintah Bangladesh memerintahkan semua universitas negeri dan swasta untuk segera ditutup. Di Pakistan, kantor-kantor pemerintah kini hanya beroperasi empat hari dalam seminggu, sementara sekolah-sekolah telah ditutup, dan kebijakan 50 persen bekerja dari rumah telah diberlakukan.
Di Eropa, para menteri keuangan Kelompok Tujuh (G7) mengadakan pertemuan darurat untuk membahas kenaikan harga BBM. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengemukakan kemungkinan melepaskan 20-30 persen cadangan strategis darurat untuk mengurangi tekanan pada konsumen.
Lonjakan harga BBM bisa memengaruhi inflasi hingga 30 persen. Di Inggris, harga BBM melonjak tajam akibat krisis minyak dunia. Sementara itu, konflik Timur Tengah juga menyebabkan kenaikan harga BBM tertinggi di China.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












