Peneliti Digital Forensik Mengakui Ijazah Jokowi Asli
Seorang peneliti digital forensik, Rismon Sianipar, kini mengakui bahwa ijazah S1 yang dimiliki Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), adalah asli. Perubahan sikap ini disampaikan melalui video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026). Sebelumnya, Rismon sempat menyatakan bahwa ijazah tersebut palsu, namun kini ia menemukan hasil penelitian terbaru yang menunjukkan sebaliknya.
Perubahan Sikap dan Permintaan Maaf
Rismon mengungkapkan bahwa hasil penelitiannya selama dua bulan terakhir memperkuat keyakinannya bahwa ijazah Jokowi tidak memiliki kejanggalan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Jokowi atas pernyataan sebelumnya yang menyebut ijazah tersebut diduga palsu.
“Temuan saya sebelumnya yang telah melukai dan membuat kegaduhan, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” katanya dalam video tersebut.
Permintaan maaf ini juga dilakukan secara langsung oleh Rismon ketika ia bertemu dengan Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026) sore. Ia bahkan sempat mengajukan permohonan restorative justice (RJ) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.
Kajian Mendalam dan Metode Penelitian
Penelitian ulang yang dilakukan oleh Rismon berlangsung selama dua bulan. Ia melakukan analisis mendalam terhadap elemen-elemen penting dalam ijazah Jokowi, seperti watermark dan emboss. Hasilnya, ia menemukan bahwa kedua elemen tersebut memang ada dalam dokumen ijazah tersebut.
“Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut,” jelas Rismon.
Selain itu, ia juga melakukan pengujian ulang menggunakan teknik pencahayaan tertentu untuk memastikan keaslian stempel pada ijazah tersebut. Menurutnya, stempel tersebut terbukti ada setelah dilakukan rekonstruksi.
Tantangan kepada Roy Suryo
Rismon juga menantang pakar telematika, Roy Suryo, untuk membuktikan secara terbuka jika ijazah Jokowi palsu. Ia menyatakan siap mendemonstrasikan metode yang digunakannya untuk membuktikan keaslian ijazah tersebut.
“Atau saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya untuk membuktikan ijazah Jokowi asli,” ujarnya.
Ia menuding Roy Suryo dan Dokter Tifa mengada-ada ketika menyebut ijazah Jokowi palsu. Menurutnya, dua komponen yang selama ini dipermasalahkan yakni watermark dan emboss terbukti ada pada ijazah tersebut.
“Nggak ada watermark pada ijazah Jokowi? Halo. Tidak ada emboss? Halo. Saya sudah lakukan kroscek dengan puluhan metode dan ada watermark dan emboss di ijazah Jokowi,” jelasnya.
Penebusan Dosa dan Buku Penelitian
Rismon juga menyatakan bahwa ia akan melakukan penebusan dosa atas hiruk-pikuk yang muncul akibat pernyataannya sebelumnya. Ia berencana menuliskan hasil temuannya ke dalam buku.
“(Tahun) 2026 semoga bisa selesai. Saya katakan tadi kepada Mas Wapres, penebusan saya atas semua hiruk-pikuk ini, baik disebabkan oleh saya maupun yang lain, itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo,” tuturnya.
Meski mendapat banyak hujatan, Rismon tetap bersikeras untuk mengungkap kebenaran. Ia mengaku lebih baik tidak disorak-soraki daripada harus tidak bisa tidur karena tidak mengungkap kebenaran.
Profil Rismon Sianipar
Rismon Sianipar memiliki nama lengkap Dr.Eng Rismon Hasiholan Sianipar, S.T., M.T., M.Eng. Ia lahir pada 25 April 1977 dan dikenal sebagai ahli forensik digital. Pria kelahiran Pematang Sianipar, Sumatra Utara, ini juga dikenal sebagai akademisi, dosen, dan penulis.
Dikutip dari laman Universitas Mataram, Rismon diketahui lulusan SMAN 3 Pematang Siantar. Ia juga berhasil lulus studi Sarjana Teknik dan Magister Teknik di Universitas Gadjah Mada. Selain itu, Rismon merupakan lulusan Graduate School of Science and Engineering Yamaguchi University Jepang.
Nama Rismon Sianipar juga diketahui sebagai mantan dosen Universitas Mataram, seperti dikutip dari Tribun Medan.












