Pemerintah Perkuat Gentengisasi, KUR Perumahan Arahkan ke Program Ini?



.CO.ID – JAKARTA.

Pemerintah kembali menghadirkan inisiatif nasional yang menarik perhatian, yaitu program gentengisasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui penguatan sektor bahan bangunan, terutama genteng. Dalam implementasinya, perbankan akan memainkan peran penting dengan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) Perumahan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI), sebagai bank penyalur KUR terbesar, telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program ini. Direktur Utama BRI, Herry Gunardi, menyatakan bahwa bank akan berperan dalam memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dan pengembang perumahan.

Menurut Herry, bahan bangunan seperti genteng sudah termasuk dalam cakupan KUR Perumahan yang selama ini dimiliki BRI. Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), BRI siap memberikan dukungan pembiayaan guna memperkuat sektor tersebut.

Skema pembiayaan dilakukan setelah adanya kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dengan pengembang atau pengguna akhir. Herry meyakini bahwa KUR Perumahan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian.

Beberapa dampak positif yang diharapkan meliputi:

Peningkatan aktivitas produksi UMKM bahan bangunan

Penguatan rantai pasok industri perumahan

* Pembukaan lapangan kerja di berbagai daerah

“Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng,” ujar Herry.

Pada 2026, BRI telah menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp 2,3 triliun hingga akhir Februari. Realisasi ini setara dengan 28,75% dari target penyaluran KUR Perumahan BRI sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 8 triliun.

Di luar dukungan terhadap program gentengisasi, Senior Executive Ultra Mikro BRI, Muhammad Candra Utama, memastikan bahwa penyaluran KUR Perumahan sesuai dengan kebutuhan dan mencakup seluruh sisi kebutuhan perumahan nasional.

Ia menjelaskan bahwa alokasi KUR Perumahan tidak hanya terfokus pada proyek renovasi genteng, tetapi juga mencakup pembangunan rumah baru. “Sejauh ini alokasinya mix antara renovasi dan pembangunan rumah baru. Sesuai kebutuhan, karena masing-masing produk itu pasti ada pasarnya masing-masing,” jelas Candra.

Selain BRI, Bank Tabungan Negara (BTN) juga turut menyambut program ini. Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menyebut bahwa kelayakan genteng merupakan salah satu indikator hunian layak huni.

Tahun ini, BTN mendapat kuota KUR Perumahan sebesar Rp 10 triliun. Nixon menyatakan bahwa alokasinya ditargetkan 60% untuk sisi supply, yaitu pengembang dan kontraktor, serta 40% untuk sisi demand, yakni kredit pemilikan rumah (KPR).

Di luar itu, Nixon menegaskan bahwa solusi untuk gentengisasi tidak hanya berasal dari sisi kredit. “Bisa juga dari stimulus BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), KPR Mikro, dan lainnya,” jelas Nixon.

Menurut Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, program gentengisasi menjadi kesempatan bisnis baru bagi bank penyalur KUR Perumahan. Namun, alokasi dana akan tergantung pada fokus bisnis masing-masing bank.

KUR Perumahan menyasar dua sisi, yaitu penyediaan (kontraktor dan pengembang rumah) serta permintaan (UMKM berupa individu atau badan usaha untuk keperluan membeli atau merenovasi rumah).

Ryan menjelaskan bahwa bank yang fokus pada pembiayaan UMKM seperti BRI akan lebih fokus pada pembiayaan untuk UMKM pengembang, sedangkan bank yang fokus pada pembiayaan konsumer seperti BTN akan lebih fokus pada pembiayaan rumah.

“Tiap bank memiliki kuota, itu nanti akan dibagi-bagi, bisa ke gentengisasi atau ke KPR. Pasti beda-beda (pada tiap bank),” jelas Ryan.

Di luar itu, Ryan menambahkan bahwa proyek gentengisasi akan memberikan efek berganda di masyarakat. Dorongan terhadap usaha genteng, kata Ryan, bisa mendorong perluasan tenaga kerja dan memperkuat daya beli masyarakat. Akibatnya, kemampuan masyarakat untuk membeli rumah layak huni akan meningkat.

Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *