Strategi Pemerintah Jaga Ketersediaan BBM Saat Lebaran Di Tengah Gangguan Pasokan Minyak



JAKARTA — Pemerintah saat ini sedang berupaya memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat menjelang perayaan Lebaran. Hal ini dilakukan di tengah tantangan pasokan minyak yang terganggu akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dengan AS-Israel. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan jajarannya untuk memastikan stok BBM tetap stabil selama momen keagungan tersebut.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), Prabowo menyampaikan pentingnya menjaga ketersediaan BBM, pasokan listrik, dan jaringan internet agar tetap stabil. Ia menilai bahwa situasi geopolitik yang sedang berlangsung memberikan tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan energi. Perang di kawasan tersebut mengakibatkan penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global. Akibatnya, pasokan serta harga minyak pun terganggu.

Untuk menghadapi tantangan ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah efisiensi penggunaan BBM melalui sistem kerja dari rumah (work from home/WFH). Kebijakan ini sudah diterapkan di beberapa negara seperti Thailand, Vietnam, hingga Pakistan. Prabowo menilai bahwa sistem WFH bisa membantu menghemat penggunaan BBM secara signifikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sidang juga memastikan bahwa stok BBM nasional mencukupi dan berada di atas level standar. Berikut rincian stok BBM:

  • Pertalite (RON 90): 24,39 hari, di atas batas minimum 18,2 hari.
  • Pertamax (RON 92): 28,75 hari, di atas batas minimum 19,9 hari.
  • Pertamax Turbo (RON 98): 31,32 hari, di atas batas minimum 22,3 hari.
  • Solar subsidi: 16,41 hari, di atas ambang batas minimal nasional.
  • Solar nonsubsidi: 46 hari.
  • Avtur: 38 hari.
  • Minyak tanah: aman.

Bahlil juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok BBM dalam kondisi aman. Stok yang dimaksud adalah stok yang tersedia di dalam tanki atau storage, sementara pasokan minyak tetap mengalir ke Tanah Air.

Selain itu, PT Pertamina (Persero) juga memastikan stok BBM terkendali. Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa stok BBM untuk Ramadan dan Idulfitri 2026 aman. Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk menjaga ketersediaan BBM.

Pertamina juga mendorong penggunaan sistem digitalisasi seperti Pertamina Hub untuk memantau pendistribusian energi secara real-time. Di sisi lain, pemerintah mencari opsi alternatif pasokan minyak dari negara lain sebagai pengganti pasokan dari Timur Tengah yang sedang terganggu. Opsi tersebut termasuk dari Nigeria hingga Australia.

Secara jangka panjang, pemerintah berupaya mempercepat transisi ke energi terbarukan agar Indonesia tidak lagi bergantung pada energi fosil. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi dibentuk oleh Presiden dan dipimpin oleh Bahlil. Satgas ini bertujuan merumuskan langkah-langkah teknis dan memastikan implementasi program energi bersih berjalan sesuai target.

Prabowo menargetkan implementasi sejumlah program energi bersih dapat berjalan maksimal dalam waktu 3-4 tahun. Setelah Lebaran, Satgas akan fokus pada aksi transisi energi, termasuk pengalihan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi PLTS dan geothermal. Proses ini akan dilakukan secara paralel, yaitu membangun PLTS dan geothermal sebelum menyetop PLTD.

Bahlil juga menjelaskan bahwa pemerintah berencana mengubah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *