Dua Skema Pemerintah Tangani Ancaman Krisis BBM Akibat Perang, Harga Pertalite Tetap Stabil

Respons Cepat Pemerah Terhadap Lonjakan Harga Minyak Mentah

Pemerintah Indonesia menunjukkan respons yang cepat terhadap lonjakan harga minyak mentah WTI dan Brent melalui dua kebijakan utama. Pertama, menjaga subsidi APBN untuk melindungi daya beli masyarakat. Kedua, mengantisipasi kenaikan harga komoditas global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga Pertalite dan Solar tetap stabil di tengah ketegangan di Timur Tengah, terutama selama periode Ramadan dan Idulfitri. Sementara untuk BBM nonsubsidi, harga akan terus mengikuti fluktuasi pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Dua Skema Pemerintah dalam Menghadapi Ancaman Krisis Energi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa kondisi eskalasi saat ini serupa dengan apa yang pernah dialami Indonesia saat konflik Rusia-Ukraina beberapa tahun lalu. Menurutnya, setiap perang pasti akan membawa dampak bagi Indonesia, terutama terkait kenaikan harga minyak dunia.

“Ya kita kan pernah mengalami pada saat perang Ukraina, dan pada saat itu harga minyak naik tinggi dan harga komoditas naik tinggi,” ujar Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan catatan pasar, saat ini harga West Texas Intermediate (WTI) telah naik 1,86 persen menjadi US$ 76,05 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di kisaran 81,40 dolar AS per barel.

Dari sisi ekonomi, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki dua posisi dalam menyikapi eskalasi perang tersebut. Pertama, mempertahankan subsidi dari APBN guna menjaga daya beli masyarakat. Kedua, kemungkinan menetapkan kenaikan harga terhadap beberapa komoditas tertentu.

“Bagi Indonesia kan dua sisi. Di satu sisi tentu yang terkait dengan subsidi kita jaga, dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi akan kita lanjutkan, dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tetapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau komoditas itu naik,” jelas Airlangga.

Jaminan Harga BBM Bersubsidi Jelang Idulfitri

Senada dengan hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menegaskan konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tidak akan memengaruhi harga BBM jenis Pertalite. Hal ini dikarenakan Pertalite merupakan komoditas bensin yang harganya disubsidi oleh pemerintah.

“BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua. Ada harga yang disubsidi, ada harga yang diserahkan kepada pasar” kata Bahlil saat jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

“Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapa pun tetap harganya sama,” imbuhnya.

Saat ini, bensin RON 90 jenis Pertalite milik PT Pertamina tetap dijual seharga Rp10.000 per liter. Bahlil menambahkan, kenaikan harga Pertalite hanya bisa terjadi jika ada ketetapan langsung dari pemerintah.

Hingga saat ini, Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut memastikan belum ada pembahasan mengenai perubahan harga Pertalite maupun subsidi Solar meski terjadi konflik di Timur Tengah.

“Termasuk dengan subsidi solar. Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (isu kenaikan harga). Jadi aman-aman saja,” ucap Bahlil.

Antrean Kendaraan di SPBU Lamongan Meningkat

Sedangkan di daerah, sejak dua hari terakhir, aktivitas pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam Kota Lamongan mengalami peningkatan. Lonjakan tersebut terlihat dari antrean kendaraan yang didominasi oleh roda dua, sementara untuk kendaraan roda empat peningkatannya belum terlalu signifikan.

Pantauan di beberapa SPBU wilayah dalam kota menunjukkan kendaraan roda dua mengisi barisan antrean. Meski demikian, mobil pribadi dan kendaraan roda empat lainnya juga tampak lebih ramai dibanding hari biasa.

Sejumlah warga diduga sengaja mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir terhadap dampak konflik internasional, khususnya memanasnya situasi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang ramai diberitakan belakangan ini.

“Beli wajar kok, kalau sebelumnya biasanya mengisi tak sampai full tangki, sekarang diisi penuh gitu aja,” kata Ahmad, seorang pengendara motor yang sedang antre mengisi di SPBU dalam Kota Lamongan, Kamis (5/3/2026).

Kemal, salah satu karyawan SPBU di Kota Lamongan, mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli dalam dua hari terakhir. “Memang ada kenaikan pembeli, terutama motor. Kalau dibanding hari biasa, sekarang lebih ramai,” ujarnya.

Polres Lamongan Akan Melakukan Pengawasan Ketat

Menanggapi fenomena tersebut, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, saat dimintai konfirmasi oleh SURYA pada Kamis (5/3/2026), mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan.

Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial harus disikapi dengan bijak dan tidak langsung dipercaya tanpa klarifikasi resmi dari pemerintah.

Ipda M Hamzaid menegaskan hingga saat ini distribusi BBM di wilayah Lamongan masih berjalan normal dan belum ada tanda-tanda kelangkaan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Jangan sampai karena informasi yang belum tentu terjadi, justru menimbulkan keresahan dan antrean panjang di SPBU,” ujarnya.

Hamzaid juga mengatakan pemerintah Indonesia memiliki mekanisme pengamanan stok energi nasional. Jika terjadi gangguan pasokan akibat dinamika global, pemerintah dipastikan memiliki langkah antisipasi, termasuk pengaturan distribusi dan penambahan pasokan melalui jalur alternatif.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *