Nabilah Afifah O’Brien: Dari Pengusaha Muda Hingga Tersangka Pencurian
Nama Nabilah Afifah O’Brien belakangan ramai diperbincangkan publik setelah mengungkap kasus yang terjadi di restoran miliknya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Selebgram sekaligus pengusaha muda tersebut mengaku justru ditetapkan sebagai tersangka setelah membongkar dugaan pencurian yang terjadi di restorannya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @nabobrien, Nabilah mengaku diminta membayar uang sebesar Rp1 miliar dalam proses yang ia jalani. Unggahan itu disampaikan pada Kamis (5/3/2026) dan langsung menyita perhatian warganet.
“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara,” ujar Nabilah O’Brien dalam unggahannya dikutip TribunJakarta, Jumat.
Menurutnya, selama lima bulan terakhir ia diminta mengakui bahwa pernyataan yang disampaikannya, termasuk rekaman CCTV yang sempat ia unggah, merupakan fitnah. “Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah. Saya juga diminta Rp 1 miliar. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk membela diri, tapi saya benar-benar takut,” tulisnya.
Nabilah juga meminta perhatian Komisi III DPR RI serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus yang menimpanya mendapatkan kepastian hukum. “Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon diberikan kepastian hukum. Saya korban pencurian dan berharap bisa melanjutkan hidup saya. Saya yakin keadilan bisa ditegakkan,” tulisnya.
Profil Singkat Nabilah Afifah O’Brien
Dikutip dari berbagai sumber, Nabilah Afifah O’Brien dikenal aktif di dunia bisnis sekaligus memiliki ketertarikan pada bidang kreatif, termasuk kepenulisan. Perempuan yang lahir pada 19 Juni 1995 itu kini berusia 30 tahun. Nabilah diketahui memeluk agama Islam dan dikenal sebagai pribadi yang cukup aktif dalam berbagai aktivitas profesional.
Meski masih tergolong muda, perjalanan kariernya di dunia bisnis sudah cukup mencuri perhatian.
Lulusan Universitas Indonesia
Nabilah Afifah O’Brien menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (UI). Ia memilih jurusan Filsafat dan tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2013. Selama menjalani masa kuliah, Nabilah dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap studinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu dan lulus pada tahun 2017.
Latar belakang akademik tersebut menjadi salah satu fondasi yang kemudian membentuk cara berpikir kritis serta kreativitasnya dalam membangun karier profesional.
Aktif di Dunia Bisnis
Selain dikenal sebagai figur publik, Nabilah juga aktif di dunia bisnis, khususnya industri kecantikan. Berdasarkan informasi dari LinkedIn, Nabilah merupakan Founder & CEO PT Cheona Nabilah O’Brien, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan produk kecantikan. Tak hanya itu, ia juga menjabat sebagai CEO brand kosmetik Cheona Akin.
Peran tersebut menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan bisnis, mulai dari membangun brand, menyusun strategi pemasaran, hingga memimpin tim di perusahaannya.
Menekuni Dunia Kepenulisan
Di luar aktivitas bisnis, Nabilah juga menaruh minat pada dunia literasi. Ia diketahui pernah menulis sebuah karya berjudul The Woman With The Deepest Love. Karya tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi kreatifnya selain menjalankan berbagai aktivitas di dunia usaha.
Awal Kasus
Insiden itu pertama kali menjadi perbincangan publik setelah rekaman CCTV diunggah melalui akun Instagram pribadi Nabilah, @nabobrien, pada 20 September 2025. Dalam unggahan tersebut, Nabilah memperlihatkan rekaman yang menunjukkan keributan antara pelanggan dan staf restoran.
Saat kejadian, kondisi restoran disebut sedang penuh sehingga pesanan membutuhkan waktu lebih lama untuk disajikan. Situasi itu membuat salah satu pelanggan perempuan tidak sabar hingga nekat masuk ke area dapur yang seharusnya tidak boleh dimasuki pengunjung.
“Menunggu sekitar 30 menit, ibu ini masuk ke kitchen, memaki head kitchen saya, dan mengancam akan mengobrak-abrik restoran,” tulis Nabilah dalam unggahannya. Dalam rekaman CCTV yang dibagikan, perempuan tersebut terlihat memaki kepala staf dapur. Pria yang bersamanya juga ikut masuk ke area dapur dan terlihat meluapkan emosi dengan memukul lemari pendingin serta menunjuk-nunjuk staf restoran.
Meski mendapat perlakuan tersebut, staf dapur tetap berusaha menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan tenang. Namun setelah keributan mereda, pasangan tersebut justru meninggalkan restoran sambil membawa sejumlah pesanan makanan dan minuman tanpa membayar. Total terdapat 11 bungkus makanan dan tiga minuman yang dibawa pergi dari restoran tersebut.
Seorang staf restoran bahkan sempat mengejar pasangan tersebut hingga ke area parkir mobil untuk menagih pembayaran sebesar Rp530 ribu. Namun pasangan itu diduga justru melontarkan ancaman sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
“Kalau masih nyuruh saya bayar, jangan sampai saya lempar makanannya,” tulis staf restoran tersebut dalam pesan yang kemudian dibagikan oleh Nabilah.
Belakangan, dua orang yang membawa makanan tersebut diketahui berinisial ZK dan ER. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












