Biaya Pendidikan Naik, Sumbar Jadi Penyumbang Inflasi Tinggi Februari 2026

Inflasi Pendidikan Sumbar Mencapai 2,18 Persen pada Februari 2026

Pada Februari 2026, inflasi pendidikan di Sumatera Barat (Sumbar) tercatat sebesar 2,18 persen. Kenaikan ini dipengaruhi oleh perubahan biaya kuliah dan layanan bimbingan belajar yang semakin meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pendidikan memberi kontribusi sebesar 0,10 persen terhadap inflasi daerah yang mencapai 4,39 persen secara tahunan.

Komponen yang Mempengaruhi Inflasi Pendidikan

Beberapa komponen utama yang menjadi penyebab kenaikan harga dalam sektor pendidikan antara lain akademi, perguruan tinggi, dan bimbingan belajar. Data BPS menunjukkan bahwa kenaikan harga pada layanan pendidikan ini memengaruhi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis awal Maret 2026.

Kelompok pendidikan mencatat kenaikan indeks dari 105,73 pada Februari 2025 menjadi 108,03 pada Februari 2026. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan harga secara signifikan dalam kurun waktu satu tahun.

Perkembangan Inflasi Berdasarkan Subkelompok

Perkembangan inflasi pendidikan juga terlihat dari beberapa subkelompok layanan pendidikan. Beberapa di antaranya:

  • Subkelompok pendidikan lainnya: Mengalami inflasi paling tinggi dengan kenaikan sebesar 4,57 persen.
  • Subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini: Mencatat kenaikan sebesar 2,96 persen.
  • Subkelompok pendidikan tinggi: Mengalami kenaikan harga sebesar 1,54 persen.
  • Subkelompok pendidikan menengah: Meski angka kenaikannya lebih kecil, inflasi tercatat sebesar 0,69 persen.

Selain itu, BPS menyebutkan bahwa beberapa komoditas pendidikan seperti akademi, perguruan tinggi, dan bimbingan belajar turut berkontribusi terhadap kenaikan harga. Biaya pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan indeks harga dalam kelompok ini.

Kontribusi Terhadap Inflasi Daerah

Meskipun kontribusinya tidak sebesar kelompok pengeluaran lain, kelompok pendidikan tetap memberi andil terhadap inflasi tahunan di Sumatera Barat. BPS menjelaskan bahwa sumbangan inflasi dari sektor pendidikan adalah sebesar 0,10 persen. Angka ini berasal dari perubahan harga pada berbagai layanan pendidikan yang dipantau dalam survei harga konsumen.

Perkembangan Inflasi pada Kelompok Pengeluaran Lain

Selain sektor pendidikan, ada beberapa kelompok pengeluaran lain yang juga mengalami kenaikan harga:

  • Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: Mengalami inflasi sebesar 11,94 persen.
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau: Mencatat inflasi sebesar 2,41 persen.
  • Kelompok transportasi: Mengalami inflasi sebesar 2,31 persen.
  • Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran: Mencatat inflasi sebesar 2,20 persen.
  • Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya: Mengalami inflasi paling tinggi dengan kenaikan sebesar 18,80 persen.

Sementara itu, satu kelompok pengeluaran tercatat mengalami penurunan harga. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,06 persen.

Kesimpulan

Inflasi pendidikan Sumbar pada Februari 2026 mencerminkan perubahan biaya pada sejumlah layanan pendidikan yang digunakan masyarakat. Dengan kenaikan sebesar 2,18 persen, sektor pendidikan tetap menjadi salah satu komponen penting dalam pergerakan harga di provinsi tersebut. Data BPS menempatkan sektor pendidikan sebagai bagian dari pergerakan harga yang terjadi sepanjang Februari 2026.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *