Stok BBM Darurat Akibat Perang Iran, Thailand Tahan Ekspor Minyak

Kebijakan Baru Pemerintah Thailand untuk Mengatasi Krisis BBM

Pemerintah Thailand mengambil langkah-langkah tegas untuk menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang sedang terjadi. Salah satu kebijakan utama yang diumumkan adalah Instruksi No. 2/2026 yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Instruksi ini menangguhkan sementara ekspor berbagai produk BBM produksi dalam negeri, dengan tujuan untuk menjaga stok domestik dan memastikan pasokan yang cukup bagi masyarakat.

Kondisi ini terjadi setelah pengumuman bahwa cadangan minyak nasional hanya cukup untuk 60 hari. Hal ini memicu antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU, terutama di gerai milik negara seperti PTT. Warga mulai melakukan panic buying, yaitu pembelian bahan bakar dalam jumlah besar untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga.

Langkah-Langkah yang Diambil Pemerintah

Selain membatasi ekspor, pemerintah Thailand juga tengah mencari alternatif impor BBM di luar Selat Hormuz. Pasalnya, jalur distribusi kapal tanker melalui Selat Hormuz saat ini terganggu akibat konflik di sekitar Iran. Dengan demikian, pemerintah berusaha memperluas sumber pasokan agar tidak tergantung sepenuhnya pada jalur tersebut.

Beberapa aturan baru juga diberlakukan, termasuk larangan pembelian BBM menggunakan jerigen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik spekulasi dan penimbunan bahan bakar yang bisa memperparah situasi.

Penangguhan Ekspor BBM

Instruksi Perdana Menteri No. 2/2026 efektif berlaku mulai hari Sabtu (7/3/2026). Dalam instruksi ini, ekspor produk minyak olahan tertentu ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Produk yang terdampak meliputi bensin, gasohol, bahan bakar diesel putaran tinggi, bahan bakar jet A1, serta gas minyak cair (LPG).

Namun, ada beberapa pengecualian yang diberikan dalam instruksi tersebut, antara lain:
* Ekspor ke Republik Demokratik Rakyat Laos dan Republik Persatuan Myanmar.
* Bahan bakar yang diimpor untuk diekspor yang disimpan di gudang berikat atau zona bebas bea sesuai dengan Undang-Undang Kepabeanan.
* Bahan bakar yang tidak sesuai dengan karakteristik dan kualitas Pengumuman Departemen Bisnis Energi mengenai penentuan karakteristik dan kualitas bahan bakar, yang tidak dapat dijual di dalam Kerajaan.

Penguatan Cadangan BBM Nasional

Selain penangguhan ekspor, pemerintah juga memperketat aturan cadangan wajib bagi para pedagang minyak. Berdasarkan Pasal 4, pelaku usaha wajib menimbun bahan bakar minyak yang diproduksi di dalam negeri dengan rasio 1,5 persen mulai 31 Maret 2026, dan meningkat menjadi 3 persen mulai 30 April 2026.

Pemerintah juga memberikan ruang bagi pelaku usaha yang mengalami kendala dalam memenuhi target cadangan tersebut melalui mekanisme surat bukti tertulis. Dalam kondisi tertentu, Direktur Jenderal Departemen Bisnis Energi, dengan persetujuan Menteri Energi, memiliki kewenangan untuk memberikan pengecualian sementara atau pengurangan jumlah cadangan yang harus ditimbun bagi pedagang yang dapat membuktikan bahwa persyaratan tersebut akan menyebabkan kerugian yang tidak semestinya.

Situasi di Lapangan

Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras antar-gerai pengisian bahan bakar. SPBU swasta seperti Shell, yang telah melakukan penyesuaian harga bensin dan diesel lebih awal, cenderung sepi ditinggalkan pelanggan. Sebaliknya, gerai PTT yang merupakan perusahaan milik negara diserbu warga hingga malam hari karena masih mempertahankan harga lama.

Pihak pengelola SPBU PTT mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang terjadi sejak Senin (2/3/2026). Antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang Jalan Vibhavadi Rangsit, Bangkok, pada Selasa (3/3/2026). Para pengendara bergegas mengisi penuh tangki kendaraan mereka demi mengantisipasi lonjakan harga serta kelangkaan pasokan yang mungkin terjadi.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *