Perang Iran vs Amerika, Rusia Bocorkan Data untuk Serangan AS-Israel

Rusia Diduga Bantu Iran Menargetkan Pasukan AS-Israel

Beberapa pejabat mengungkapkan bahwa Rusia telah memberikan informasi intelijen kepada Iran yang bisa membantu Teheran menyerang kapal perang, pesawat terbang, dan aset-ases Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Informasi ini diperoleh dari dua sumber yang mengakses intelijen AS, meskipun mereka tidak diperbolehkan berkomentar secara terbuka mengenai isu sensitif ini.

Laporan tersebut menjadi indikasi pertama bahwa Moskow mungkin akan ikut campur dalam konflik yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Meski demikian, intelijen AS belum menemukan bukti bahwa Rusia secara langsung memandu Iran dalam penggunaan informasi tersebut. Saat ini, AS dan Israel terus melakukan pemboman sementara Iran melancarkan serangan balasan terhadap aset dan sekutu Amerika di Teluk Persia.

Rusia adalah salah satu negara langka yang menjaga hubungan persahabatan dengan Iran, yang selama bertahun-tahun menghadapi isolasi akibat program nuklirnya. Selain itu, Rusia juga mendukung berbagai kelompok proksi di kawasan seperti Hizbullah, Hamas, dan Houthi.

Pernyataan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengecilkan laporan tentang dugaan pertukaran intelijen antara Rusia dan Iran. Ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi operasi militer AS di Iran karena “kami benar-benar menghancurkan mereka.” Namun, ia tidak membantah bahwa Rusia berbagi informasi intelijen dengan Iran mengenai target AS di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam wawancara dengan CBS mengatakan bahwa AS “memantau semuanya” dan mempertimbangkannya dalam rencana pertempuran. Ia menegaskan bahwa panglima tertinggi AS sangat menyadari siapa yang berbicara dengan siapa dan bahwa segala sesuatu yang tidak seharusnya terjadi akan ditangani dengan tegas.

Leavitt juga menolak untuk mengatakan apakah Presiden Trump telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang laporan tersebut atau apakah ia percaya Rusia harus menghadapi konsekuensi. Ia menyatakan bahwa ia akan membiarkan presiden yang berbicara tentang hal itu sendiri.

Dugaan Keterlibatan Militer Rusia

Ketika ditanya apakah Rusia akan melampaui dukungan politik dan menawarkan bantuan militer kepada Iran, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa belum ada permintaan seperti itu dari Teheran. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berdialog dengan pihak Iran dan akan terus melanjutkan dialog tersebut. Peskov juga menolak berkomentar mengenai apakah Moskow telah memberikan bantuan militer atau intelijen kepada Teheran sejak dimulainya perang Iran.

Rusia dan Iran telah mempererat hubungan mereka karena saling membutuhkan. Rusia membutuhkan rudal dan drone untuk perang empat tahun mereka melawan Ukraina, sementara Iran memasok pesawat tak berawak serang kepada Moskow. Pemerintahan Biden juga melaporkan bahwa Iran telah membantu Rusia membangun pabrik pembuatan pesawat tak berawak.

Peran Ukraina dalam Konflik

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa AS dan sekutunya di Timur Tengah sedang mencari keahlian Ukraina dalam melawan drone Shahed milik Iran. Drone tersebut telah digunakan oleh Iran dalam serangan balasan di Teluk Persia. Zelensky mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait tentang kemungkinan kerja sama.

Duta besar Ukraina untuk Amerika Serikat, Olga Stefanishyna, mengatakan bahwa Ukraina tahu cara bertahan melawan serangan pesawat tak berawak Shahed karena kota-kota mereka telah menghadapi serangan tersebut hampir setiap malam. Ia menambahkan bahwa ketika mitra mereka membutuhkan bantuan, Ukraina selalu siap membantu.

Hubungan Trump dengan Zelensky

Donald Trump, yang kesulitan memenuhi janji kampanyenya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, memiliki hubungan yang naik turun dengan Zelensky. Ia sering menekan pemimpin Ukraina itu untuk menuruti tuntutan Rusia, termasuk agar Kyiv menyerahkan wilayah Ukraina yang masih berada di bawah kendalinya.

Pada saat Pentagon menghadapi pertanyaan tentang apakah perang melawan Iran menguras persediaan senjata AS, Trump pekan ini mengeluh bahwa mantan Presiden Joe Biden memberikan miliaran dolar persenjataan canggih kepada Ukraina dan gagal mengisi kembali cadangan AS.

Penundaan Pengangkatan Pemimpin Iran

Iran dilaporkan menunda penunjukan pengganti Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap Iran. Alasan penundaan ini adalah karena ancaman Israel dan tekanan Donald Trump. Dua pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa meskipun Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei, menjadi kandidat terkuat, tidak ada seorang pun yang disebutkan namanya karena kekhawatiran akan menjadi sasaran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengunggah di media sosial bahwa setiap pemimpin yang ditunjuk oleh Iran akan menjadi “target yang jelas untuk dieliminasi.” Ia menambahkan bahwa “tidak masalah siapa namanya atau di mana dia bersembunyi.”

Trump langsung menolak penunjukan Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa putra Khamenei itu orang yang tidak berbobot. Ia menambahkan bahwa akan “tidak dapat diterima” jika kepemimpinan Iran memilih Mojtaba Khamenei. Trump ingin agar Iran memiliki pemimpin yang “rasional dan waras.”

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *