Nose Rina Kini Lebih Mancung, Operasi Plastik di Dokter Tompi

Peran Operasi Plastik dalam Kehidupan Pribadi dan Publik

Keputusan untuk menjalani operasi plastik sering kali menjadi topik yang memicu perdebatan, terutama ketika dibahas di ruang publik. Hal ini juga disadari oleh Rina Nose, seorang komedian sekaligus presenter yang akhirnya memutuskan untuk melakukan prosedur pada bagian hidungnya. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @rinanose16, ia lebih dulu menjelaskan pandangannya mengenai operasi plastik yang kerap menjadi bahan perbincangan.

“OPERASI PLASTIK. SEBUAH KEPUTUSAN PRIBADI YANG MENJADI ARGUMENTATIF KETIKA MEMASUKI RANAH PUBLIK,” tulis Rina. Menurutnya, keputusan tersebut tidak lahir secara tiba-tiba atau sekadar mengikuti tren. “Bagi saya, operasi plastik bukan sekedar prosedur untuk mengubah penampilan, apalagi cuma pengen ikut-ikutan.” Ia menegaskan bahwa proses tersebut melibatkan berbagai pertimbangan yang tidak sederhana. “Melainkan sebuah keputusan etis dan estetis yang cukup rumit karena melibatkan banyak aspek.”

Rina kemudian menjelaskan bahwa operasi plastik berkaitan dengan berbagai aspek teknis maupun biologis yang harus dipertimbangkan secara matang. “Mulai dari pemahaman, perhitungan (rasio-geometri) bentuk wajah untuk mendapatkan bentuk yang sesuai-harmonis, juga aspek biologis (struktur tulang, kulit, fungsi jaringan, dll.) agar tidak berdampak pada masalah kesehatan,” terangnya.

Ia juga menyebut faktor geografis turut memengaruhi karakteristik fisik seseorang, termasuk bentuk wajah dan hidung. “Menyadari letak/posisi geografis di setiap belahan dunia berbeda, punya alam, pola, dan iklim yang berbeda yang memengaruhi gen, ciri fisik, termasuk bentuk wajah dan hidung, pilihan dan keputusan untuk mengubah bagian kecil itu merupakan sebuah tantangan,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai setiap orang memiliki pertimbangan berbeda terkait keputusan terhadap tubuhnya. “Setiap individu tentu punya pilihan dan pertimbangan masing-masing.” Pada akhirnya, Rina mengakui alasan estetika dan perawatan juga menjadi bagian dari keputusannya menjalani prosedur tersebut. “Bagi saya, dan tentunya bagi kebanyakan perempuan, estetika dan perawatan adalah alasan pasti secara umum. Karena bukan hanya hidung, tapi keseluruhan juga di-tune up untuk peremajaan,” pungkas istri dari Josscy Vallazza.

Setelah memaparkan pandangannya, Rina juga membagikan hasil perubahan pada hidungnya setelah menjalani operasi. Dalam foto yang diunggah, bentuk hidungnya tampak lebih tinggi dan proporsional dibandingkan sebelumnya. Berbeda dari sejumlah artis yang memilih menjalani prosedur di luar negeri, Rina justru mempercayakan operasi hidungnya kepada dokter sekaligus penyanyi Tompi.

Dalam unggahannya, ia menjelaskan alasan memilih dokter tersebut untuk melakukan tindakan medis pada hidungnya. “Saya memilih dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP-RE (Tompi) untuk tindakan operasi hidung, dan dr. Puti Adla Runisa, Sp.BP-RE untuk tindakan pengencangan bagian bawah mata di klinik Beyoutiful Bintaro. Alasannya karena lokasinya deket rumah dan ‘local pride’,” ujar Rina.

Selain faktor kedekatan lokasi, Rina juga mempertimbangkan pengalaman dokter tersebut dalam menangani bentuk hidung yang serupa dengan miliknya. “Selain karena dr. Tompi sudah lama dan lebih dulu kenal ‘trade mark’ hidung saya, sejauh yg saya tahu (riset saya) beliau cukup sering menangani bentuk yang sejenis dengan hidung saya, dan hasilnya menurut saya sangat natural,” jelasnya.

Ia juga menilai banyak pasien yang menjalani prosedur serupa tidak mengalami efek samping berat setelah operasi. “Kebanyakan pasien yang saya tau juga tidak mengalami memar, pendarahan atau bengkak berlebihan. Napas tetap lega/normal. Beberapa pasien bahkan sudah bisa beraktivitas biasa dalam satu-dua minggu post op.”

Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Rina akhirnya memutuskan mempercayakan prosedur operasi hidungnya kepada dokter Tompi. “Dari hasil pertimbangan, saya mempercayakan kepada beliau untuk ngulik hidung saya,” kata dia.

Di akhir penjelasannya, Rina juga meluruskan anggapan yang sering muncul terkait istilah “plastik” dalam operasi plastik. “Dan FYI, di sini nggak ada unsur atau bahan plastik sama sekali ya. Apalagi bahan plastik yang kayak dipake untuk bikin ember atau tutup botol kecap,” terangnya. Wanita berusia 42 tahun ini kemudian menjelaskan makna istilah tersebut dalam dunia medis. “Plastik” dalam bedah plastik itu artinya “membentuk” atau “mencetak”, atau dalam hal ini “mengubah bentuk”. Dari bahasa Yunani plastikos/plastos/plassein (molded/formed/to mold), tandasnya.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *