Pertumbuhan Ekonomi 5,7 Persen, Gubernur Mahyeldi Dorong Digitalisasi 11 Ribu UMKM Solok Selatan

Pemprov Sumbar Berupaya Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya memacu mesin ekonomi daerah untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 5,7 persen pada tahun 2026. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Kabupaten Solok Selatan.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Bupati Solok Selatan, Sabtu (7/3/2026), terungkap bahwa potensi UMKM di kabupaten tersebut sangat besar. Tercatat, ada sekitar 11.535 unit UMKM yang saat ini beroperasi di Solok Selatan. Jumlah ini bukan sekadar angka statistik, melainkan kekuatan riil ekonomi kerakyatan yang memiliki potensi besar untuk menyumbang angka pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bahwa jika dikelola dengan strategi yang tepat, sektor UMKM diprediksi mampu memberikan kontribusi pertumbuhan antara 1 hingga 2 persen setiap tahunnya bagi Solok Selatan. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa pertumbuhan tersebut tidak akan terjadi secara otomatis tanpa adanya transformasi dalam cara berbisnis.

Tantangan dan Solusi untuk UMKM

Salah satu tantangan terbesar pelaku usaha lokal saat ini adalah bagaimana meningkatkan volume penjualan di tengah persaingan yang semakin ketat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur Mahyeldi mendorong akselerasi digitalisasi bagi seluruh pelaku UMKM di Solok Selatan tanpa terkecuali.

Digitalisasi dianggap sebagai pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk merambah pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas di lingkup kabupaten atau provinsi saja. Menurut Mahyeldi, dengan masuk ke ekosistem digital, pelaku UMKM dapat memangkas rantai distribusi yang panjang dan mahal.

Selain masalah teknologi, Gubernur juga menawarkan strategi kemitraan strategis sebagai jalan pintas bagi UMKM untuk naik kelas. Ia mendorong para pelaku usaha lokal untuk mulai berani menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar atau korporasi yang memiliki proyek di wilayah Solok Selatan. Skema kemitraan ini diharapkan dapat memberikan akses pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi produk-produk unggulan masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi antara korporasi dan UMKM, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan standar kualitas produk yang lebih baik. Pemerintah Provinsi Sumbar pun berkomitmen untuk terus mengawal proses sinkronisasi kebijakan agar target ekonomi hijau dan produktif ini bisa tercapai tepat waktu.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten

Di sisi lain, langkah digitalisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing produk Solok Selatan di pasar nasional maupun internasional. Dalam kesempatan ini, Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyampaikan sangat dibutuhkan dukungan dari provinsi untuk mendorong pembangunan di kabupaten. Terlebih dengan terus menipisnya dana transfer dari pusat ke daerah.

“Transfer daerah terus berkurang, tentu kami butuh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memajukan Solok Selatan,” kata Khairunas.

Ke depan, Khairunas mengharapkan koordinasi serupa ini antara pemerintah kabupaten dan provinsi bisa terus diintensifkan untuk terus mendukung pembangunan daerah. Dalam kesempatan ini, pemerintah kabupaten menyampaikan beberapa poin penting untuk mendorong pertumbuhan, antara lain:

  • Kerja sama bantuan biaya pendidikan untuk tingkat SMA/SMK yang akan dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi pendanaan.
  • Pemeliharaan sejumlah jalan provinsi juga dibutuhkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
  • Dukungan transportasi publik juga menjadi prioritas.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *