Sholat Qobliyah Dzuhur merupakan salah satu bentuk shalat sunnah yang dilakukan sebelum menjalankan shalat fardhu Dzuhur. Sholat ini memiliki hukum yang sangat istimewa, yaitu sunah muakkad, yang berarti memiliki keutamaan besar dan dijanjikan pahala yang besar jika dikerjakan.
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai dan Ibnu Majah, shalat sunnah pada malam dan siang hari dilakukan dengan dua rakaat salam dan dua rakaat salam. Hadits tersebut dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani, sehingga menjadi dasar dalam melaksanakan sholat qobliyah dzuhur.
Niat Sholat Qobliyah Dzuhur
Niat yang dibaca saat melakukan sholat qobliyah dzuhur adalah:
“Ushalli Sunnatadh Dhuhri Rok’ataini Qobliyatan Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala.”
Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Dzuhur 2 rakaat, menghadap Kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Qobliyah Dzuhur
Berikut tata cara pelaksanaannya:
Rakaat Pertama
- Membaca niat sholat qobliyah dzuhur.
- Membaca Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek Al-Quran, misalnya Al-Kafirun.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.”
Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.” - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
“Sami Allahu liman hamidah.”
Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”
“Rabbana walakal hamdu.”
Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.” - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” - Sujud lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” - Berdiri lagi untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah pendek, misalnya Al-Ikhlas.
- Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.”
Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.” - I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:
“Sami Allahu liman hamidah.”
Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”
“Rabbana walakal hamdu.”
Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian.” - Sujud dengan tumakninah lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” - Duduk di antara dua sujud lalu membaca:
“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.” - Sujud lalu membaca:
“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.”
Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.” - Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah.
Bacaan Tasyahud Akhir:
“At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah. Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim. Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.”
Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.” - Salam.
- Membaca doa sholat.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat
Setelah sholat, dianjurkan untuk membaca dzikir sebagai berikut:
1. Membaca istighfar sebanyak 3 kali:
“Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaihi.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”
2. Membaca dzikir kalimat tauhid:
“Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.”
Artinya: “Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, baik yang hidup atau mati, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.”
3. Membaca doa selamat:
“Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.”
Artinya: “Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”
4. Membaca surah Al-Fatihah.
5. Membaca Ayat Kursi.
6. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 kali.
Bacaan Doa Setelah Sholat
Doa setelah sholat bisa dibaca seperti berikut:
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.
ALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, HAMDAN YUWAAFII NI’AMAHU WAYUKAAFII MAZIIDAHU.
YA RABBANAA LAKAL HAMDU KAMAA YAN BAGHII LIJALAALI WAJHIKAWAAZHIIMI SULTHAANIKA.
ALLAHUMMA SHALLI ‘AL A A SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Artinya: “Dengan nama Allah Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Dengan puji yang sebanding dengan nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Ya Allah Tuhan Kami, bagi-Mu segala puji dan segala apa yang patut atas keluhuran DzatMu dan Keagungan kekuasaanMu. “Ya Allah! Limpahkanlah rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad dan sanak keluarganya.”












