Siklon 93S dan 95W Ancam Hujan Lebat, BMKG Himbau Waspada

Potensi Peningkatan Curah Hujan Akibat Dua Bibit Siklon Tropis



Keberadaan dua bibit siklon tropis, yaitu 93S dan 95W, di sekitar wilayah Indonesia berpotensi memicu peningkatan curah hujan di sejumlah daerah pada hari ini. Hal ini didasarkan pada analisis yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prakirawan BMKG Diahayu menjelaskan bahwa instansi tersebut sedang memantau bibit siklon tropis 93S yang berada di Samudera Hindia selatan Lampung. Kecepatan angin maksimum dari bibit siklon ini sekitar 30 knot dengan tekanan udara minimum sebesar 999 hPa.

BMKG mengonfirmasi bahwa bibit siklon tropis 93S memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan. Diperkirakan, intensitas angin akan menurun menjadi sekitar 25 knot dalam periode 48 hingga 72 jam.

Selain itu, bibit siklon tropis 93S juga menginduksi terbentuknya aliran angin kencang lapisan bawah (low level jet) serta daerah konvergensi di Samudera Hindia selatan Lampung. Hal ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG juga memantau bibit siklon tropis 95W yang terdeteksi di Samudera Pasifik utara Papua. Kecepatan angin maksimum dari bibit siklon ini sekitar 15 knot dengan tekanan udara minimum sebesar 1006 hPa. Meski memiliki potensi rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan, diperkirakan bibit siklon ini akan melemah dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Selain dua bibit siklon tersebut, BMKG juga mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Laut Sulawesi. Sirkulasi ini membentuk daerah konvergensi dari perairan barat Aceh hingga wilayah Aceh serta di sekitar Laut Sulawesi.

Diahayu menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer dari bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, serta konvergensi angin tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi di Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai dengan warna kuning dalam peta peringatan dini BMKG.

Untuk prakiraan cuaca di kota-kota besar, BMKG memprediksi hujan disertai petir berpotensi terjadi di Bandar Lampung dan Banjarmasin, sedangkan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Tanjung Selor. Hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota seperti Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, dan Palangka Raya. Sementara kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.

Di wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Merauke, hujan sedang di Kupang, Mamuju, dan Makassar, serta hujan ringan di Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

Banjir di Sejumlah Daerah

Sejumlah daerah di Indonesia mengalami banjir pada akhir pekan. Berikut daftar situs web maupun aplikasi yang bisa digunakan untuk mengecek wilayah maupun jalan yang terendam banjir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mencatat ada 1.175 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban bencana banjir bandang di empat kecamatan, yakni Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.

Lalu, Pemkab Situbondo, Jawa Timur, mencatat ada enam kecamatan dengan sejumlah desa yang tergenang banjir luapan air sungai, antara lain:

  • Kecamatan Banyuglugur: dua desa terkena dampak, di antaranya Desa Kalianget dan Desa Banyuglugur
  • Kecamatan Besuki: lima desa yakni Desa Kalianget, Besuki, Kalimas, Bloro dan Pesisir
  • Kecamatan Jatibanteng: dua desa yakni Jatibanteng dan Wringin anom
  • Kecamatan Mlandingan: dua desa yakni Selomukti dan Sumberpinang
  • Kecamatan Bungatan: Desa Bungatan
  • Kecamatan Kendit: dua desa yakni Klatakan dan Kendit

Kemudian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mencatat sebanyak 2.682 rumah warga terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat hingga Minggu malam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa bencana hidrometeorologi ini meluas hingga ke 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan, meliputi Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, Pamarayan, Bojonegara, Kibin, Ciruas, Binuang, Carenang, Kramatwatu, Tanara, Pontang, dan Cikande. Selain pemukiman, banjir juga menggenangi akses jalan desa serta fasilitas umum seperti Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong.

“Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 3.099 KK atau 9.184 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 337 lansia dan 222 balita yang menjadi prioritas pengawasan kami,” ujar Ajat, Minggu (8/3).

Selain itu, data BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (8/3) pukul 17.00 WIB, banjir tercatat merendam 74 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 15 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 15 sentimeter hingga 1,2 meter di beberapa titik.

Lalu, BPBD Kota Tangerang menyebutkan sembilan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggin dari 40 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *