Penutupan Kandang Ayam di Kelurahan Tenilo Masih Tertunda
Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, menyoroti keberadaan kandang ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat. Ia meminta pemerintah daerah segera mengeksekusi penutupan kandang tersebut. Keputusan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilakukan sebelumnya sudah jelas menyatakan bahwa aktivitas peternakan harus dihentikan.
Warga sekitar masih mengeluhkan berbagai masalah lingkungan akibat keberadaan kandang ayam. Bau menyengat, polusi suara, dan gangguan lalat menjadi isu utama yang sering disampaikan oleh masyarakat. Meskipun hasil RDP sudah jelas, DPRD hanya memberikan rekomendasi, sedangkan tindakan eksekusi sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.
Hasil RDP dan Tindakan yang Diharapkan
Herman Haluti menjelaskan bahwa dalam RDP yang digelar oleh Komisi II DPRD, pemerintah daerah diminta untuk menutup kandang ayam dan memberikan waktu satu bulan kepada pemilik usaha untuk memindahkan ternaknya. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa keputusan DPRD bersifat rekomendasi, bukan perintah langsung. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk menjaga kesehatan masyarakat sekitar.
“Untuk menghindari konflik antara masyarakat dan pemilik kandang, saya meminta pemerintah segera menindaklanjuti hasil keputusan rapat dengan Komisi II,” tambahnya.
Pantauan di Lokasi
Berdasarkan pantauan di lokasi, pintu akses kandang di sisi utara maupun barat terlihat tertutup rapat. Namun, setelah masuk ke dalam, aktivitas rutin seperti pemberian pakan, penyortiran telur, hingga pembersihan area tetap berlangsung.
Antir Ali, salah seorang pekerja di lokasi, mengaku tidak mengetahui perkembangan hasil RDP. Menurutnya, persoalan tersebut sepenuhnya urusan pemilik usaha.
“Kurang tahu Pak, itu urusan bos,” ujar Antir. Ia juga menyebut tidak pernah mendengar adanya rencana penutupan dan aktivitas tetap berjalan seperti biasa.
Keluhan Warga Tenilo
Di sisi lain, warga sekitar masih merasakan dampak lingkungan. Jenab Mohamad, warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok kandang, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat, terutama saat musim hujan.
“Kalau hujan, baunya sangat menyengat. Baru-baru ini juga banyak lalat,” kata Jenab. Selain bau, ia juga mengeluhkan kebisingan suara ayam pada malam hari. Jenab pun menyayangkan lahan yang awalnya direncanakan untuk pekuburan justru dijadikan kandang ayam.

Berbeda dengan Jenab, warga lainnya, Apriyanto Abdul, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan peternakan tersebut. Meski dapurnya berbatasan langsung dengan kandang, ia merasa bau yang muncul tidak terlalu parah.
“Ada bau, tapi hanya sesekali kalau terbawa angin,” ungkapnya.
Polemik Kandang Ayam di Kelurahan Tenilo
Sebelumnya, polemik kandang ayam di Kelurahan Tenilo ini memicu protes warga karena lokasinya berada di pemukiman padat penduduk. Hal ini mendorong DPRD Kota Gorontalo menggelar RDP yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memutuskan penghentian aktivitas peternakan demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat.












