Perang AS-Israel Melawan Iran Memanas
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran semakin memanas sejak dimulai pada 28 Februari 2026 lalu. Iran merespons dengan melakukan serangan balasan, menargetkan wilayah Israel dan beberapa fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Gelombang rudal balistik dan drone terus menghujani wilayah Israel, menyebabkan ratusan rudal mendarat di Tel Aviv hingga warga setempat harus masuk ke bunker perlindungan.
Khususnya untuk fasilitas militer AS di Timur Tengah, Iran telah memberikan peringatan sebelum melakukan penyerangan. Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, mengatakan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan. Ia juga menyebut bahwa Iran siap berperang dalam jangka waktu yang panjang dengan AS dan Israel.
Iran akan memperkenalkan persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik tersebut. Naeini menyatakan bahwa efek jera akan diberikan dalam gelombang serangan baru. “Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan. Teknologi-teknologi ini belum diterapkan secara luas,” katanya.
Selain itu, Naeini mengakui bahwa Iran sudah memiliki kesiapan yang matang untuk berperang. Berbeda dengan perang 12 hari tahun lalu yang dilancarkan oleh AS dan Israel. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, sebelumnya juga menyatakan bahwa negaranya menutup pintu damai atas serangan yang dilakukan AS maupun Israel. Atas dasar itu, Boroujerdi memastikan Iran akan membereskan AS dan Israel di lapangan perang.
“Kali ini Iran akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” kata Boroujerdi dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi Solidaritas Kemanusiaan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusan Iran untuk menyelesaikan konflik dengan AS dan Israel di lapangan perang karena tidak lagi percaya dengan negara tersebut. Dalam tiga kali negosiasi yang dilakukan Iran terhadap negara Barat, serangan tetap dilakukan.
“Iran sudah tiga kali melakukan negosiasi dan hasilnya Iran tetap diserang,” ucap Boroujerdi. Ia juga dikonfirmasi perihal Presiden Prabowo Subianto yang siap menjadi mediator perdamaian bagi Iran dan AS-Israel. Dia mengungkapkan bahwa Iran tidak ingin ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak AS maupun Israel, karena Iran sudah tidak percaya lagi dengan AS dan Israel, serta menganggapnya musuh.
“Iran tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh karena sudah tidak percaya,” ucap Boroujerdi.
Rusia Sebut AS-Israel Sengaja Provokasi
Rusia turut mengomentari perang AS-Israel melawan Iran yang berdampak ke negara sekitar. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut AS dan Israel berupaya menyeret negara-negara Arab ke dalam perang terhadap Iran. AS dan Israel sengaja memancing Iran agar menyerang pangkalan militer di Timur Tengah.
“Mereka sengaja memprovokasi Iran untuk melakukan serangan balasan terhadap target di beberapa negara Arab, yang mengakibatkan kerugian jiwa dan material, yang sangat disesalkan oleh pihak Rusia,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Kamis (5/3/2026).
“Dengan melakukan itu, mereka mencoba menyeret bangsa Arab ke dalam perang demi kepentingan pihak lain,” lanjutnya. Rusia lantas beranggapan bahwa cara untuk mencegah perang semakin melebar adalah AS dan Israel menghentikan agresi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pertanda bahwa kedua belah pihak akan menghentikan serangan.
Korban Serangan AS-Israel
Adapun, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada Sabtu (28/2/2026) yang memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.
Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas. Disebutkan bahwa Khamenei terbunuh di kantornya saat “menjalankan tugas yang diberikan kepadanya” pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Selain Khamenei, sejumlah anggota keluarganya dan pejabat Iran juga meninggal dunia, berikut daftarnya:
- Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour
- Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani
- Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh
- Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi
- Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian
- Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia
- Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi
- Putri Khamenei
- Menantu Khamenei
- Cucu Khamenei












