Pemkab Nagan Raya Gelar Temu Karya Sinkronisasi RPJM dengan USK

Temu Karya Sinkronisasi Implementasi RPJM di Nagan Raya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya bekerja sama dengan Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan temu karya sinkronisasi implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan lintas perangkat daerah agar pembangunan berjalan terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Forum ini melibatkan akademisi, pemerintah kabupaten, serta unsur pemerintah Aceh. Tujuan utamanya adalah untuk menyosialisasikan RPJM dan melakukan sinkronisasi program yang mendukung percepatan pembangunan di Nagan Raya. Acara ini dihadiri oleh sejumlah narasumber ternama seperti Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof Dr Rustam Effendi, SE MEcon, Kepala Bappeda Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, serta Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman SE MSc.

Bupati Nagan Raya, Dr TR Keumangan, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis untuk memastikan program pembangunan dirancang secara spesifik dan sistematis. Ia menjelaskan bahwa melalui sinkronisasi ini, seluruh perangkat daerah akan bergerak dalam satu arah kebijakan yang terukur.

“Kami akan terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan melalui optimalisasi sumber daya, disertai dengan penguatan akuntabilitas dan transparansi,” ujar Bupati TRK.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pusat Riset Kita Kreatif USK atas dukungan dan kerja sama mereka. “Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama perguruan tinggi,” tambahnya.

Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif USK, Prof Dr Mukhlis Yunus SE MS, menegaskan pentingnya penyelarasan program dan kegiatan lintas perangkat daerah agar RPJM Nagan Raya tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi secara optimal.

“Sinkronisasi ini memastikan RPJM Nagan Raya diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur, holistik, integratif, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi, menyampaikan sambutan dan materi mengenai urgensi sinkronisasi program pembangunan dengan RPJM pada berbagai tingkatan dan unit kerja pemerintahan.

“Kami berharap Pemkab Nagan Raya mampu menjalankan RPJM secara optimal dan terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Prof Rustam Effendi menjelaskan urgensi sinkronisasi RPJM guna memastikan konsistensi antara visi kepala daerah, prioritas pembangunan, serta kapasitas fiskal daerah.

“RPJM yang baik harus sinkron antara prioritas, program, indikator, dan kapasitas pendanaan. Tanpa sinkronisasi, program akan berjalan parsial, tumpang tindih, dan dampaknya tidak optimal. Forum ini penting untuk merapikan logika pembangunan dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan isu kemandirian fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, menurutnya, perlu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru, termasuk melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman, menambahkan bahwa forum sinkronisasi ini dirancang sebagai ruang dialog substantif antara unsur pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan strategis lainnya.

“Selain paparan mengenai urgensi sinkronisasi RPJM, agenda kegiatan juga mencakup penyampaian visi dan misi kepala daerah serta arah pembangunan berbasis RPJM, termasuk sektor infrastruktur, penataan ruang (RTRW), dan solusi kemandirian keuangan daerah,” paparnya.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *