Pasca Serangan Iran, Kanwil Haji dan Umrah Sumsel Himbau Jemaah Tenang dan Beri Langkah Penting

Imbauan untuk Jamaah Umroh di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. M. Arkan Nurwahiddin, M.Pd.I., mengeluarkan imbauan kepada para jamaah umroh untuk tetap tenang dan tidak panik terkait situasi ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Serangan yang dilancarkan Amerika-Israel terhadap Iran menyebabkan penutupan sejumlah bandara di kawasan tersebut, yang berpotensi memengaruhi perjalanan jamaah umroh.

Arkan menyarankan agar jamaah segera menghubungi maskapai penerbangan masing-masing untuk memastikan status penerbangan atau melakukan reschedule jika diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya memiliki asuransi perjalanan, karena asuransi dapat membantu dalam mengatasi kejadian tak terduga seperti ini.

Selain itu, jamaah diminta untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat untuk mendapatkan informasi dan bantuan lebih lanjut terkait kepulangan ke tanah air.

Masalah Pendaftaran Jamaah Umroh

Hingga saat ini, belum ada data pasti tentang jumlah jemaah umroh Sumsel yang terdampak akibat situasi ini. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa keberangkatan jemaah umroh, baik mandiri maupun melalui biro perjalanan, tidak selalu dilaporkan ke Kementerian Haji dan Umrah. Oleh karena itu, saat terjadi kendala seperti ini, pihak Kemenag baru menyadari pentingnya izin resmi dan pelaporan yang lengkap.

Arkan menjelaskan bahwa biasanya jemaah terbang langsung tanpa melibatkan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah atau tidak melapor, sehingga saat terjadi masalah, pihak Kemenag baru dilibatkan. Akibatnya, hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah jemaah asal Sumatera Selatan yang terdampak dan belum dapat kembali ke tanah air.

Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel juga belum dapat memberikan pernyataan resmi terkait kondisi keamanan atau kepastian keberangkatan umrah dalam situasi ini sebab masih menunggu kebijakan otoritas terkait. “Jika ada info dari pusat, baru bisa memberikan pernyataan resmi terkait penerbangan umrah,” ujar Arkan.

Persiapan bagi Jamaah yang Belum Berangkat

Bagi calon jemaah umrah yang sudah diagendakan bakal berangkat dalam waktu dekat, mereka diminta memastikan kembali kepada biro perjalanan atau maskapai yang memberangkatkan. Jika maskapai menyatakan penerbangan aman, maka keberangkatan dapat dilanjutkan, tetapi jika dinyatakan belum aman lebih baik tunda dulu demi keselamatan.

Ke depan, jemaah disarankan memilih tiket dengan sistem fleksibel atau yang dapat dijadwalkan ulang untuk mengantisipasi hal yang tidak terduga seperti ini. “Penting bagi calon jemaah juga memiliki asuransi perjalanan yang dapat mengcover kejadian darurat seperti ini,” tutup Arkan.

Kondisi Terkini di Iran

Duka warga Iran syok dan sedih setelah tersiar kabar bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada Sabtu (28/2/2026). Ayatollah Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel di Teheran. Iran menetapkan masa berkabung 40 hari untuk mengenangnya.

Dalam video yang diunggah Palestine Chronicle, sejumlah warga Iran di Masjid Imam Reza Mausoleum tampak sangat berduka. “Suasana di kompleks makam suci Imam Reza di Mashhad berubah menjadi sangat berduka setelah pengumuman kemartiran Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” tulis Palestine Chronicle di caption.

Para jemaah berkumpul dalam keadaan syok dan berduka di dalam kompleks suci tersebut. Banyak di antara mereka diliputi emosi, dan beberapa dilaporkan pingsan saat berita tersebut menyebar di seluruh kompleks makam.

Serangan AS-Israel terhadap Iran

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada hari Sabtu. Serangan ini memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.

Laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota.

Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *