Perjalanan Hidup Try Sutrisno Sebelum Menjadi Wakil Presiden
Try Sutrisno adalah tokoh penting dalam sejarah Indonesia yang memiliki latar belakang hidup yang sangat berat sejak kecil. Meskipun kariernya tidak langsung sukses, ia berhasil meraih prestasi besar melalui usaha dan ketekunan. Berikut ini adalah perjalanan hidupnya sebelum menjadi wakil presiden.
Kehidupan Awal yang Penuh Tantangan
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Di masa penjajahan, ia tumbuh dalam situasi sulit. Saat usianya masih 10 tahun, ia sudah harus bertanggung jawab atas keluarganya. Orangtuanya tidak mampu secara finansial. Ayahnya pergi berjuang membela NKRI, sedangkan ibunya menjual perhiasannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kondisi seperti itu, Try Sutrisno harus bekerja keras untuk mencari uang.
Ia mulai dengan menjual air di stasiun setelah membeli kendi. Dari hasil penjualan itu, ia kemudian mengembangkan usahanya menjadi loper koran hingga penjual rokok keliling. Aktivitas ini dilakukannya sambil menyelesaikan pendidikan dasarnya. Ia menjelaskan bahwa semua yang ia lakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Menjadi Tobang dan Memulai Karier Militer
Setelah keluarga Try Sutrisno pindah ke Kediri, ia menjadi “tobang” atau pelayan bagi para pejuang. Tugasnya adalah membersihkan senjata dan melayani kebutuhan tentara. Pengalaman ini membentuk karakter disiplin dan mental pejuangnya sejak dini.
Pada tahun 1956, ia masuk ke Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dengan motivasi utama semangat juang tentara yang ia lihat selama perang serta keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang fakultas.
Karier Militer yang Mengagumkan
Sebagai seorang tokoh militer, Try Sutrisno pernah menjabat berbagai posisi penting di militer. Ia pernah menjadi Panglima ABRI dari tahun 1988 hingga 1993, KSAD dari 1986 hingga 1988, serta Panglima Kodam V/Jaya dan Pangdam IV/Sriwijaya.
Kedekatannya dengan Soeharto dimulai saat ia menjadi ajudan pribadi Presiden Soeharto. Dari sinilah hubungan mereka berkembang. Ia juga terlibat dalam beberapa operasi militer, termasuk Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962.
Dilantik sebagai Wakil Presiden
Setelah pensiun dari TNI, Try Sutrisno dipercaya menjadi Wakil Presiden ke-6 RI pada era Orde Baru. Ia mendampingi Presiden Soeharto dari tahun 1993 hingga 1998. Ia ditetapkan sebagai Wakil Presiden oleh Fraksi ABRI MPR-RI, sebelum pilihan terbuka dari Presiden Soeharto.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi purnawirawan TNI. Ia pernah menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) hingga 2003 dan Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Jejak Legasi untuk Anak-anaknya
Try Sutrisno memiliki istri bernama Tuti Sutiawati dan dikaruniai tujuh orang anak. Berikut adalah sosok-sosok anak-anaknya:
-
Drg. Nora Tristyana, M.A.R.S.
Anak pertama Try Sutrisno adalah perempuan, yakni Nora Tristyana. Ia berprofesi sebagai dokter gigi dan menikah dengan mantan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. -
Dr. Taufik Dwi Cahyono, M.Sc.
Anak kedua Try Sutrisno adalah Taufik Dwi Cahyono, seorang akademisi dan dosen di Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Ia telah meraih gelar Doktor Ilmu Pertahanan di Unhan pada 2022. -
Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi
Firman Shantyabudi adalah anak ke-3 Try Sutrisno. Ia adalah purnawirawan jenderal bintang 2 di Polri. Jabatan terakhirnya di Polri yakni sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas). -
Nori Chandrawati
Nori Chandrawati adalah anak keempat Try Sutrisno. Ia memiliki suami seorang purnawirawan perwira tinggi TNI AU yang bernama Marsda TNI (Purn) Danang Hadiwibowo. Nori juga aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara. -
Isfan Fajar Satrio
Anak kelima Try Sutrisno yakni Isfan Fajar Satrio. Ia adalah Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD) dan Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara. -
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo adalah Pati TNI AD atau jenderal bintang 3 yang menjabat sebagai Pangkogabwilhan I. Ia lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992 dan telah menjabat berbagai posisi strategis di TNI AD. -
Natalia Indrasari
Anak bungsu Try Sutrisno yakni Natalia Indrasari. Ia berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat dan memiliki lisensi resmi di Iowa, Virginia, dan Hawaii.












