Nasib Meisya Siregar Terjebak di Makkah Saat Umrah, Akibat Perang Iran vs AS: Pasrah Saja

Kabar Terbaru Meisya Siregar dan Bebi Romeo yang Tertahan di Makkah

Meisya Siregar bersama suaminya, Bebi Romeo, kini masih berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Mereka belum bisa kembali ke Indonesia karena dampak dari konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang menyebabkan penutupan sejumlah wilayah udara. Hal ini membuat jalur penerbangan internasional menjadi tidak stabil.

Pasangan yang telah menunaikan ibadah umrah tersebut mengungkapkan kebingungan mereka terhadap situasi yang sedang mereka alami. Mereka belum bisa memastikan kapan akan kembali ke Tanah Air. Meisya Siregar mengunggah foto bersama Bebi Romeo di akun Instagram pribadinya, @meisya__siregar, pada Minggu (2/3/2026). Dalam unggahannya, ia menulis rasa kebingungan atas pembatalan penerbangan mereka.

“Terus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel ga bisa pulang ??? Airspace UEA closed untuk waktu yg ga pasti,” tulis Meisya dalam keterangan fotonya. Penutupan wilayah udara UEA membuat jadwal kepulangan mereka menjadi tidak menentu.

Di tengah ketidakpastian, Meisya memilih untuk berserah diri. Ia menyadari bahwa situasi di luar kendali manusia dan hanya bisa berharap pada perlindungan Tuhan. Ia juga meminta doa dari teman-teman dan para pengikutnya di media sosial.

“Doain yah temen2, Allah kasih Qadar yg baik untuk para jamaah yg ga bisa pulang. jujur kita msh clueless nih. Berserah aja di rumah Allah. Allah jaga anak2, dan kasih plan yg terbaik,” tulisnya.

Pulang Besok

Kini kabar terbarunya, Meisya membagikan lewat Instagram bahwa mereka baru bisa terbang di tanggal 3 besok. “Dapet nih aku direct tanggal 3, bismillah ya,” tulisnya.

Diketahui, Meisya dan Bebi termasuk 58.000 jemaah umrah asal Indonesia yang masih ada di Arab Saudi setelah perang Iran Vs Amerika meletus sejak Sabtu (28/2/2026).

Penjelasan Jubir Kementerian Haji dan Umrah

Jubir Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha menjelaskan bahwa perang menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup. “58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ucap Ichsan.

Jalur udara mengkhawatirkan sehingga membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan. Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.

“Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan,” katanya.

“Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit,” imbuhnya. Pihaknya masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.

Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.

“Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci,” katanya.

“Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana,” ungkapnya.

Sosok Meisya Siregar

Meisya Najelina Siregar lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 13 April 1979. Ia merupakan putri bungsu dari empat bersaudara pasangan Masitah Lubis dan Emir Syawal Siregar.

Meisya Siregar menapaki karier sejak dini dengan berpartisipasi dalam ajang modeling. Ia meraih gelar “Juara Berbakat” dari majalah Aneka Yess! pada 1992 dan meraih Juara III GADIS Sampul pada 1993.

Selain prestasi di modeling, Meisya Siregar pernah dinobatkan sebagai Putri Cilik Matahari, Mojang Alit Parahyangan, Juara 1 Model Tira, dan pemenang Tiara Sunsilk 1997.

Ia juga tampil sebagai model dalam video klip (seperti Jamrud – “Putri”, Romeo – “Bunga Terakhir”) serta kampanye iklan merek seperti Biore, Fuji Image Plaza, Simas Mobil, dan biskuit Danone.

Debut akting Meisya Siregar dimulai dengan sinetron Aladin ketika ia masih di bangku SMA. Sejak itu, ia telah membintangi berbagai sinetron, termasuk Gen‑X, Perawan di Sarang Penyamun, Si Yoyo, Hikmah, Cinta Abadi, Aku dan Dia, Julia Anak Gedongan, serta sejumlah judul lain seperti Radio Repot, Sang Sekretaris, Serpihan Badai, Jus Melon, Santet Mantan Istri, Pahitnya Jari Manis, Cinta Cenat Cenut, Cinta dan Kesetiaan, Stereo, Coffee Bean Show, Pondok Pak Cus, dan Tangis Kehidupan Wanita.

Sebagai presenter, Meisya Siregar tampil di berbagai program televisi seperti Sketsa (Trans TV), Insert, Investigasi Selebritis (Trans TV), Selebrita (Trans7), dan Anak Cerdas Indonesia (Trans7).

Ia juga tampil di sejumlah judul film layar lebar, termasuk Coboy Junior The Movie (2013), Pizza Man (2015), Asal Kau Bahagia (2018), Tembang Lingsir (2018), 172 Days (2023), dan Azzamine (2024).

Meisya Siregar telah menikah sebanyak dua kali. Di penghujung tahun 2001, ia menikah dengan pria bernama Rudy Gusnadi. Pernikahan itu berakhir dengan perceraian pada tahun 2003. Selang setahun kemudian, pada Desember 2004, Meisya menikahi mantan kekasihnya, Bebi Romeo. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai tiga anak: Lyrics Syabila Mu Saqeena (25 Agustus 2005); Song Louisa Mu Khadijah (25 September 2010); Muhammad Bambang Arr Reybach (25 November 2016).

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *