Toko Fisik Sesuaikan Gaya dengan Tren Media Sosial, Gamis dan Bini Orang Jadi Incaran

Tren Gamis ‘Bini Orang’ Menggema di Pasar Tradisional Selama Ramadan

Di tengah maraknya promo belanja online selama Ramadan, toko-toko konvensional juga berupaya mengikuti tren agar tetap menarik perhatian konsumen, terutama dalam hal produk fesyen. Salah satu yang menjadi perhatian adalah model gamis ‘bini orang’, yang kini sedang viral dan banyak dicari.

Vita, seorang karyawan toko baju di Salatiga, menyampaikan bahwa tren model pakaian di toko fisik banyak dipengaruhi oleh media sosial, khususnya TikTok. Menurutnya, model yang sedang viral lebih cepat laku dan diburu oleh pembeli. “Yang sesuai lagu-lagu TikTok itu biasanya ramai. Ada juga yang disebut gamis ‘bini orang’, itu banyak dicari,” katanya.

Doddy, pemilik ABoutique di Semarang, juga mengungkapkan bahwa model ‘bini orang’ sedang sangat diminati. Ia menyebutkan bahwa permintaan untuk model tersebut tinggi hingga stok di tokonya kerap habis. “Kami sudah restok, tapi biasanya dipasang setelah buka puasa supaya jadi daya tarik,” ujarnya.

Pasar Johar Semarang juga mengalami peningkatan pengunjung yang mulai mencari kebutuhan Lebaran, khususnya fesyen. Salah satu yang paling banyak dicari tahun ini adalah gamis dengan model yang sedang tren di media sosial, yaitu ‘bini orang’.

Mutmainah (23), seorang pengunjung Pasar Johar, mengatakan bahwa ia sengaja datang ke pasar untuk mencari baju Lebaran. Meski bekerja dan hanya memiliki waktu luang di akhir pekan, ia tetap menyempatkan diri berburu gamis incaran. “Kebetulan sudah cari-cari referensi baju Lebaran di media sosial. Ini cari bajunya (gamis) ‘bini orang’,” katanya.

Dewi (48), penjual gamis di Pasar Johar, mengungkapkan bahwa permintaan untuk model ‘bini orang’ meningkat tajam bahkan sejak pekan pertama puasa. “Yang paling laris ya ‘bini orang’. Dari awal puasa sudah banyak yang cari,” tuturnya.

Ciri khas dari gamis ‘bini orang’ adalah potongan simpel dengan detail renda di bagian bawah rok. Motif dan coraknya beragam, namun siluetnya cenderung sama, yaitu longgar, anggun, dan memberi kesan dewasa. “Modelnya kayak gini, cuma bawahnya ada renda-rendanya,” jelas Dewi sambil menunjukkan satu koleksinya.

Dari sisi bahan, Dewi menyebutkan bahwa gamis ‘bini orang’ tersedia dalam berbagai tingkatan kualitas, mulai dari standar hingga premium. Harganya berkisar antara Rp 225 ribu hingga Rp300 ribu per potong, tergantung jenis bahan. “Bedanya di bahan. Seruti itu ada yang biasa, ada yang premium,” terangnya.

Segmen pasar gamis ‘bini orang’ lebih banyak diminati oleh perempuan usia 30 tahun ke atas. “Lebih ke orang dewasa sampai orang tua,” ujarnya. Namun, tidak sedikit keluarga yang membeli seragam atau couple untuk dikenakan saat Hari Raya.

Memasuki hari ke-11 Ramadan, toko Dewi mulai ramai. Untuk model ‘bini orang’ dalam sehari bisa terjual lima hingga 10 potong, bergantung keramaian pasar. “Sehari itu bisa sampai lima atau 10 ya, tergantung pasar ramai atau tidaknya,” tukasnya.

Ratnasari, pedagang lain di Pasar Johar, juga menyatakan bahwa model ‘bini orang’ menjadi salah satu yang paling banyak ditanyakan pembeli menjelang Lebaran tahun ini. “Model terbaru sekarang ya kayak gini, ‘bini orang’ ini,” ujarnya sambil menunjukkan gamis dengan detail renda di bagian bawah.

Menurut Ratnasari, tren ‘bini orang’ sebenarnya sudah mulai muncul bahkan sebelum Ramadan. Ia mengetahui kepopulerannya dari medsos, terutama TikTok, yang ramai menampilkan model itu dari pusat grosir seperti Tanah Abang.

Meskipun sempat muncul anggapan bahwa tren viral bisa membuat pembeli ragu karena takut kembar dengan orang lain, Ratnasari justru melihat sebaliknya. “Malah banyak yang cari,” tukasnya.

Namun, ia mengamati segmen pembelinya cenderung berbeda. Model ini lebih diminati kalangan ibu-ibu daripada remaja. “Biasanya sih ibu-ibu. Kalau remaja kayaknya kurang suka, takut kembar,” ucapnya. Ratna menyebutkan bahwa dalam sehari, ia rata-rata bisa menjual dua hingga tiga potong gamis ‘bini orang’, menyesuaikan dengan tingkat keramaian pasar.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *