Serangan Israel Meluas, 7 Kota Terkena Dampak, AS Akui Keterlibatan

Serangan Israel ke Iran dan Kekacauan di Timur Tengah

Serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) telah menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah kota. Dikutip dari berbagai laporan, setidaknya tujuh kota di Iran mengalami dampak serangan tersebut. Kota-kota yang terkena serangan antara lain Teheran, Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, serta dua wilayah tambahan yaitu Lorestan dan Tabriz.

Laporan dari Fars News Agency mencatat bahwa suara ledakan keras terdengar di beberapa titik strategis. Kepulan asap tebal juga terlihat dari lokasi yang diduga terkena dampak serangan. Infrastruktur jalan dan fasilitas penting dilaporkan rusak, meskipun otoritas Iran belum memberikan detail lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban.

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar asap hitam pekat dari area terdampak. Situasi di lapangan digambarkan mencekam dengan aparat keamanan dan tim darurat bergerak cepat untuk mengamankan lokasi serangan.

AS Akui Terlibat dalam Serangan ke Iran

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara terbuka mengonfirmasi bahwa militer AS turut terlibat dalam operasi militer tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial, tidak lama setelah serangan dimulai.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai langkah militer skala besar untuk menghilangkan ancaman terhadap Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman dari rezim Iran. Pernyataan ini menegaskan keterlibatan langsung Washington dalam konflik yang sebelumnya dipandang sebagai operasi militer Israel semata.

Konfirmasi tersebut menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran, serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Serangan Balasan Iran

Balasan serangan Iran membuat Israel cukup khawatir dan memerintahkan warganya untuk masuk bunker. Raungan sirine yang mengingatkan warga Israel terus dinyalakan. Serangan Israel membuat amarah Iran dan semakin membuat panas Timur Tengah.

Israel juga menetapkan siaga 1 bagi warganya atas serangan balasan Iran. Langit Israel mendadak berubah menjadi zona kecemasan pada Sabtu (28/2/2026) pasca serangan rudal ke Iran. Suara raungan sirene tanda bahaya membelah kesunyian di berbagai kota, memaksa jutaan warga meninggalkan aktivitas mereka dan bergegas masuk ke dalam bunker perlindungan.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik nadir setelah militer Israel meluncurkan serangkaian rudal pencegahan (preventive missiles) untuk menghalau potensi serangan masif dari Iran. Langkah drastis ini diambil sebagai upaya proaktif pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mematahkan serangan balasan Teheran yang diprediksi akan segera menghujam jantung pemukiman sipil.

Sirene yang Tak Berhenti Menjerit

Melansir laporan Reuters, militer Israel tidak hanya mengandalkan kekuatan teknologi Iron Dome dan rudal pencegat, tetapi juga mengaktifkan protokol peringatan dini secara preventif. Di berbagai wilayah, warga hanya memiliki waktu hitungan detik untuk mencapai ruang bawah tanah saat alarm serangan udara mulai meraung.

Pemerintah Israel memperkirakan bahwa eskalasi ini merupakan respons langsung Iran terhadap ketegangan yang terus memuncak di kawasan. Pembunyian sirene darurat ini dilakukan guna memastikan kesiapan total warga menghadapi kemungkinan hujan rudal dan drone yang diprediksi akan meluncur dalam waktu singkat.

Hingga berita ini diturunkan, status siaga satu tetap diberlakukan di seluruh penjuru negeri, sementara otoritas keamanan terus memantau pergerakan proyektil dari arah perbatasan.

Israel Deklarasikan Status Darurat Usai Serangan Iran

Israel resmi mendeklarasikan status darurat nasional setelah melancarkan serangkaian serangan udara “preventif” ke sejumlah target di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Pengumuman itu dirilis langsung oleh Otoritas pertahanan Israel, dalam pernyataan resminya militer Israel menegaskan bahwa status darurat nasional telah diberlakukan.

Serangan rudal Iran membuat sirine meraung-raung di Tel Aviv dan seluruh Israel bagian tengah. Warga Israel langsung berlarian menuju tempat aman. Militer Israel mengonfirmasi serangan balasan dari Iran. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sistem pertahanan udara berupaya mencegat rudal-rudal tersebut.

Dilaporkan beberapa rentetan rudal ditembakkan ke Israel dari wilayah Lebanon. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) buka suara terkait serangan tersebut. IRGC mengumumkan bahwa mereka telah memulai gelombang pertama serangan besar-besaran. Pihaknya mengklaim serangan itu sebagai tanggapan terhadap agresi musuh terhadap Republik Islam Iran.

Sementara beredar di media sosial rekaman yang memperlihatkan wilayah Israel diselimuti asap hitam pekat. Dinarasikan wilayah Holon terkena serangan rudal dan drone balasan dari Iran. Meski begitu hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat serangan Teheran.

Warga Israel langsung lari berhamburan menyelamatkan diri ke tempat aman. Sementara Israel menyatakan status darurat seusai menyerang Iran.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *