Kisah Cinta Jati dan Gracia: Pernikahan yang Diwarnai Perbedaan Usia 23 Tahun dan Dukungan Lurah

Kisah Cinta Nusantoro Jati dan Gracia Angelica Mayangsari yang Viral di Media Sosial

Pernikahan antara Nusantoro Jati dan Gracia Angelica Mayangsari menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Pasangan ini menikah pada Minggu (15/2/2026), dengan usia yang terpaut cukup jauh. Nusantoro Jati berusia 42 tahun, sedangkan Gracia Angelica Mayangsari baru berusia 19 tahun. Perbedaan usia sebesar 23 tahun ini membuat kisah cinta mereka menjadi sorotan.

Dalam video yang viral di media sosial, tampak pasangan tersebut duduk berdampingan di hadapan petugas pencatatan pernikahan. Mereka tampil penuh kebahagiaan, dengan senyum yang menghiasi wajah masing-masing. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah saat petugas bertanya alasan Gracia menerima pinangan dari Nusantoro Jati. Dengan jawaban singkat namun tulus, ia menjawab “Cinta pak.” Jawaban itu langsung disambut tawa dan suka cita oleh keluarga yang hadir.

Awal Pertemuan di Panggung Magetan

Nusantoro Jati, yang akrab disapa Mbah Jati, menceritakan awal pertemuannya dengan Gracia. Kejadian itu terjadi sekitar pertengahan tahun 2025, ketika ia melihat Gracia menyanyi di panggung di Kabupaten Magetan. Menurutnya, saat itu ia langsung tertarik dan merasa ada sesuatu yang berbeda.

“Ketemunya itu sekitar setengah tahunan, 2025 silam. Pas dia nyanyi panggung di Magetan. Ketemu terus saya ajak kenalan, cocok, rasanya berbeda pokoknya. Baru pertama kali jatuh cinta,” ujar Jati dalam percakapan via pesan singkat.

Setelah berpacaran selama tiga bulan, Jati langsung memutuskan untuk melangkah lebih serius. Ia mengajak Gracia untuk bertunang dan akhirnya melangsungkan pernikahan.

Perjuangan Mendapatkan Restu Orang Tua

Perjalanan cinta mereka tidak mudah. Karena perbedaan usia yang begitu mencolok, orang tua Gracia awalnya meragukan keseriusan Nusantoro Jati. Bahkan, hingga jenjang kelurahan, Jati dan Gracia harus meyakinkan lurah setempat agar mendapatkan restu.

“Awalnya tidak direstui karena perbedaan umur yang jauh. Bahkan sampai jenjang kelurahan, dibantu lurah setempat, akhirnya kami berhasil meyakinkan. Akhirnya direstui dan diterima keluarga besar,” kata Jati.

Setelah mendapatkan restu, keduanya melangsungkan pertunangan pada Kamis (5/2/2026) dan dilanjutkan dengan pernikahan pemberkatan di gereja pada Minggu (15/2/2026).

Komitmen Menjadi Ibu Rumah Tangga

Setelah menikah, Nusantoro Jati berharap istrinya fokus mengurus rumah tangga. Gracia, yang baru saja menyelesaikan pendidikan menengah tinggi dan aktif sebagai penyanyi panggung, diminta untuk menetap di Magetan bersama suami.

“Kami sudah punya rumah sendiri di Magetan. Maka dari itu saya minta ia jadi Ibu Rumah Tangga,” ujar Jati.

Gracia mengaku merasa nyaman dengan kepribadian Jati yang dewasa. Ia juga tidak menyangka bahwa momen bahagia mereka akan viral di media sosial.

Data dan Fakta Terkait Pernikahan Beda Usia di Indonesia

Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, batas usia minimal untuk menikah bagi pria dan wanita di Indonesia adalah 19 tahun. Secara hukum, pernikahan Gracia dan Jati sah. Kabupaten Magetan memiliki prosedur ketat terkait dispensasi nikah jika calon mempelai di bawah umur, namun dalam kasus ini, kedua mempelai telah memenuhi kriteria usia legal.

Kecamatan Plaosan, tempat Gracia tinggal, terletak di lereng Gunung Lawu yang memiliki tradisi kekeluargaan yang kuat. Oleh karena itu, restu keluarga menjadi aspek krusial dalam pernikahan.

Fenomena pernikahan dengan selisih usia jauh (di atas 20 tahun) sering kali menjadi perhatian sosiologis di Indonesia karena benturan budaya tradisional dan pandangan modern masyarakat netizen.

Nusantoro Jati juga memberikan pesan kepada para pria yang masih melajang agar tetap percaya diri dalam mencari jodoh.

“Yakin dengan pilihan kami, mampu menunaikan segala konsekuensi. Abaikan komentar negatif, karena banyak yang menunggu jodoh hingga tak terasa sudah tak lagi muda,” pungkasnya.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *