Gemilang Pagessa: Empat Kali Daftar IPDN, Satu Kali CPNS, Honorer K3 2024

Kehidupan dan Perjalanan Karier Muhammad Gemilang Pagessa

Muhammad Gemilang Pagessa, yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Maros, memiliki perjalanan hidup yang cukup unik. Dari keinginan awalnya menjadi seorang lurah atau camat, takdir membawanya menjadi ketua parlemen di kabupaten dengan pertumbuhan penduduk terbesar di Sulawesi Selatan.

“Saya ingin jadi pamong, jadi PNS. Jujur sampai jadi caleg 2024, tak pernah terlintas saya jadi politisi dan doktor politik,” ujarnya saat berbicara di ruang kerjanya, Jl Lanto Dg Pasewang, Maros, Jumat (20/2/2026).

Impian Awal dan Upaya untuk Menjadi Aparat Pemerintah

Niat Gemilang untuk menjadi aparat pemerintah terbukti melalui tindakan nyata. Setelah lulus SMA di Maros pada tahun 2015, ia mendaftar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Subang, Jawa Barat. Ia bahkan mencoba empat kali menjajal keberuntungan di sekolah tinggi ilmu pemerintahan itu.

“Saya daftar sampai batas akhir usia kelaikan (21 tahun),” katanya. Sebagai Ketua Formatur DPD PAN Kabupaten Maros, ia juga mencoba masuk ke jurusan ilmu pemerintahan FISIP Unhas Makassar dan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Pada masa kuliahnya di politeknik kesejahteraan sosial Bandung, ia juga mendaftar di Unpad. Hal ini menunjukkan tekadnya untuk memperkuat dasar pengetahuannya dalam bidang pemerintahan.

Berawal dari Honorer dan Masa Seleksi CPNS

Setelah lulus kuliah, niat Gemilang untuk menjadi pamong tidak pupus. Ia memulai karier sebagai honorer non-kategori di instansi pemerintahan. “Saya lihat, Pak Gio itu jadi honorer K-3 di dinas sosial,” kata Wawan Makmur, staf pimpinan DPRD Maros, memberi kesaksian.

Di usia 25 tahun, ia sempat ikut seleksi CPNS kabupaten, namun tidak lulus. Padahal, koneksi dan garansinya di pemerintahan cukup kuat. Ayahnya, Syafril Chaidir Syam, saat itu baru masuk tahun pertama menjadi Bupati Maros. Sebelumnya, selama satu periode 2014-2019, sang ayah juga menjabat Ketua DPRD Maros.

“Sampai-sampai jika ada teman, keluarga yang datang minta dibantu jadi CPNS atau PPPK, saya punya jawaban dan bukti valid,” ujar Gio dengan muka sumringah.

Jabatan Ketua DPRD dan Gelar Doktor

Gemilang telah dua tahun menjabat Ketua DPRD kabupaten berpenduduk 401 ribu jiwa ini. Takdir memimpin parlemen kabupaten dengan APBD Rp1,49 Triliun ini juga mengantarnya meraih gelar doktor ilmu politik di usia 28 tahun di Unhas.

Dua tahun lalu, 14 Februari 2014, magister ilmu pemerintahan Unhas ini peraih suara terbanyak di Pemilu Legislatif, 7.965 suara. Suara dari dapil IV Marusu dan Mandai inilah mengantarnya mendapat protokoler dan mengendarai mobil dinas DD 3 D.

Pencapaian kepala pemerintahan di parlemen ini dia raih saat usianya baru menapaki 27 tahun. Saat itu Gemilang tercatat sebagai Ketua parlemen kabupaten termuda di Sulsel. Ia selisih lima bulan dengan Andi M Farid Kaswadi, Ketua DPRD Soppeng (Golkar).

Keberhasilan dan Perkembangan Parlemen

Di usia 26 tahun, Gemilang menjadi Ketua DPRD juga sekaligus melampaui pencapaian ayahnya, yang menjabat Ketua DPRD Maros di usia 37 tahun. Gemilang sendiri merasa memang ditakdirkan jadi pimpinan legislatif di masa sekitar 16 dari 35 anggota DPRD Maros, masuk kategori generasi Millennial, lahir di generasi 1990-an.

“Kalau parlemen periode lalu, kalau tak salah hanya enam orang dibawah 40 tahun. Saat ini sudah 16 legislator, naik hampir 3 kali lipat,” ujar ayah 2 anak ini.

Inisiatif dan Kepemimpinan di Parlemen

Gemilang tercatat sebagai Ketua DPRD Maros ke-14 sejak parlemen daerah terbentuk 1971. Ia adalah kader PAN kedua yang menduduki jabatan ini, setelah ayahnya Syafril Chaidir Syam. Periode lalu, DPRD Maros dipimpin kader Golkar Andi Patarai, dan periode sebelum ayahnya, juga Golkar Andi Ernawati Najamuddin.

Dari 35 anggota parlemen kabupaten urban Satelit Makassar kedua terbesar setelah Gowa ini, Gemilang juga melihat sebagai bonus parlementaria dan banyak inisiatif baru. Semangat menghadirkan inisiatif baru untuk pemilih millenia ini, jelas Gio, sudah dalam tahap usulan dan dapat respon positif dari eksekutif.

Salah satu inisiatif itu adalah Musrembang Tematik. “Jadi bukan hanya musrembang pemerintahan dan infrastruktur desa, kecamatan. Tapi juga mustembang bidang kepemudaan, lansia dan difabel akan diakomodir di APBD,” ujar Ketua KNPI Maros ini.

Kegiatan Luar dan Penelitian Doktoral

Selain KNPI, Gio dalam empat tahun terakhir juga memimpin organisasi SAPMA Pemuda Pancasila, Ketua eSport dan organisasi futsal dan mini soccer Maros. Inilah menjelaskan kenapa Gio pada ujian promosi doktor ilmu politiknya, memilih judul disertasi Generasi Millenial di Pilkada Maros.

“Riset Saya menemukan bukti anak muda Maros dan komunitasnya itu sebenarnya bukan generasi apolitik. Bukan apatis, hanya mereka perlu lebih banyak dilibatkan dalam momen-momen politik,” ujar Gio yang juga aktif di lembaga pengkaderan Muhammadiyah ini.

Masa Depan dan Harapan

Bahkan, menjelang usia 29 tahun, kini Gio lagi menunggu penetapan menjadi Ketua DPD PAN Maros, partai politik pemenang pemilu dan pengontrol 12 kursi di parlemen lokal.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *