Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Mengguncang Kepulauan Aru, Maluku
Pada hari Kamis (19/2/2026), Kepulauan Aru, Maluku diguncang gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,1. Peristiwa ini terjadi pada pukul 14.02.20 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 5.60 LS – 133.78 BT, dengan kedalaman 67 km. Lokasi gempa tersebut berada sekitar 52 km barat laut Kepulauan Aru, Maluku.
Gempa yang terjadi tidak menimbulkan potensi tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang air laut. Namun, penting bagi warga untuk tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah keselamatan saat menghadapi gempa bumi.
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Saat Terjadi Gempa
Berikut adalah beberapa tindakan penting yang harus dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, cobalah untuk tidak panik dan tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam, lalu amati situasi sekitar. Pilihlah tempat yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam bangunan, carilah tempat yang aman seperti di bawah meja. Lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal atau helm. Jika tidak ada, gunakan tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang listrik. Pergi ke area terbuka dan tetap tenang. Hindari melakukan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Jika sedang berada di tempat ramai, ikuti arahan petugas penyelamat. Secepatnya menuju tangga darurat dan keluar ke area terbuka untuk menghindari kepanikan. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang berada di daerah pegunungan, segera bergerak ke area lapang. Hindari daerah dekat lereng karena risiko longsor cukup tinggi. -
Di laut
Jika gempa terjadi di bawah laut, waspadai kemungkinan terjadinya tsunami. Segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara, jaga keseimbangan dan berhenti di tempat yang aman. Jangan keluar dari kendaraan hingga gempa berhenti.
Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa
BMKG juga memberikan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk mengukur intensitas getaran gempa. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.












