Meutya Hafid Dorong Generasi Muda Perempuan Jadi Talent Digital

Membangun Talent Digital Perempuan Sejak Dini

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya membangun talenta digital di Indonesia, khususnya dari kalangan perempuan muda. Ia mengungkapkan target pihaknya hingga tahun 2030 adalah menciptakan 9 juta talenta digital. Namun, ia menyatakan bahwa angka tersebut belum cukup dan akan terus ditingkatkan menjadi 12 juta.

Meutya percaya bahwa teknologi dapat memberdayakan anak muda, termasuk perempuan muda. “Kami ingin melibatkan perempuan muda seperti yang hadir di Girls’ Tech Day untuk menjadi bagian dari talenta digital masa depan kita,” ujarnya. Ia yakin bahwa semakin banyak anak muda yang memahami manfaat teknologi, semakin besar peluang mereka dalam berbagai bidang kehidupan.

Selain itu, Meutya menegaskan bahwa teknologi bukan hanya sumber pemberdayaan bagi perempuan muda, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas mereka, serta pada akhirnya bagi bangsa. Untuk mendukung hal ini, pihaknya akan memperluas makna 3T menjadi Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Amazon Girls’ Tech Day: Membuka Jalan Bagi Perempuan di Dunia Teknologi

Pada awal Februari 2026, Amazon bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) menyelenggarakan Amazon Girls’ Tech Day. Inisiatif pembelajaran global ini masuk tahun keempat dan bertujuan menginspirasi serta mempersiapkan anak perempuan untuk menapaki dunia teknologi. Lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Program ini diperluas dengan melibatkan siswi dari jenjang SD hingga SMA.

Tujuan utama dari program ini adalah menumbuhkan minat dan kesiapan talenta perempuan sejak usia dini, seiring pesatnya transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini mencakup sesi inspiratif dari para women tech leader seperti CEO & Founder GameChanger Studio, Co-Founder Indonesia Women in Game Riris Marpaung, dan VP Data & AI di Mekari Cecilia Astrid Maharani.

Selain itu, kegiatan ini juga menyediakan lokakarya dalam AI, gaming, robotika, dan coding untuk membangun minat terhadap berbagai keterampilan penting bagi perempuan di masa depan.

Transformasi Digital dan Tantangan Keterampilan

Di tengah pesatnya transformasi dunia kerja akibat perkembangan AI, program ini dinilai sangat relevan. Berdasarkan laporan AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia (28 persen) telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen pada tahun 2025. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, 57 persen bisnis di Indonesia masih menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan digital.

Indonesia Regional Manager of Data Center Operations Amazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, menjelaskan bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI. Timnya mengadaptasi program tahun ini untuk meliputi AI dan teknologi serupa lainnya, sambil memperluas cakupan ke siswi SD. Tujuan utamanya adalah memicu minat dan membangun rasa percaya diri dalam teknologi sejak dini.

Pengalaman Belajar yang Menyentuh Hati

Para peserta telah mengikuti rangkaian workshop yang sesuai dengan usia, mulai dari perkenalan AI dan coding dasar hingga pengembangan game dan robotik untuk pemula. Pendekatan berbasis proyek ini mendorong siswi untuk memahami konsep teknologi sekaligus mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan menyelesaikan masalah dengan kreativitas serta kerja sama kolaboratif.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, menekankan pentingnya intervensi sejak usia sekolah dasar untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi. Amazon Girls’ Tech Day 2026 harapannya bisa menjadi wadah untuk menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini.

VP Data & AI di Mekari Cecilia Astrid Maharani mengatakan saat ini kurang dari 5 persen perempuan menjadikan teknologi sebagai pilihan karier utama. “Tidak ada batasan bagi perempuan untuk terlibat di dunia teknologi karena keberagaman perspektif sangat penting untuk inovasi yang bermakna,” katanya.

CEO dan Founder GameChanger Studio sekaligus Co-Founder Indonesia Women in Game Riris Marpaung menambahkan bahwa karya game buatan talenta Indonesia semakin diakui di pasar global. Dunia gaming kini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan pribadi seperti komunikasi, empati, dan kepemimpinan.

Kesempatan yang Sama untuk Semua

Kepala Sekolah PKBM Baitul Hasanah Cikarang Abdullah Mukhlis mengatakan Girls Tech Day memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna dan kaya bagi anak-anak mereka, terutama dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan bekerja dalam tim. Meskipun sebagian besar siswi memiliki keterbatasan akses teknologi, mereka menunjukkan semangat dan antusiasme belajar yang luar biasa sepanjang program berlangsung.

“Kami bangga melihat mereka membuktikan keterbatasan bukanlah hambatan untuk berprestasi dan berkembang. Program ini tidak hanya membuka wawasan baru, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan,” kata Abdullah.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *