Pengalaman Buruk Penumpang Super Air Jet yang Viral di Media Sosial
Bobby, seorang penumpang pesawat Super Air Jet, mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bali. Kejadian ini viral di media sosial karena protes yang dilakukan oleh Bobby dan keluarganya terhadap pramugari serta pihak maskapai.
Keterlambatan Pesawat yang Tidak Jelas
Pada hari Kamis (12/2/2026), Bobby bersama istri, anak, dan adiknya memesan tiket pesawat Super Air Jet dengan rute Jakarta-Bali. Awalnya, mereka diberitahu bahwa pesawat akan mengalami keterlambatan sekitar 30 menit. Namun, kondisi semakin memburuk hingga akhirnya pesawat tertunda selama lima jam tanpa informasi yang jelas.
Dalam video yang beredar di medsos, Bobby dan keluarga sudah berada di dalam pesawat, tetapi pesawat tidak kunjung terbang. Bobby mengungkapkan kekesalannya kepada pramugari, “Kalau Mas mondar mandir, ini orang ratusan orang di sini, maksudnya kasih info, bisa atau engga pergi. Kalau emang ga bisa, ngomong, kasih kita pesawat yang lain. Lima jam, saya mau ngadain birthday party anak saya.”
Pindah Pesawat Tapi Ditinggal
Setelah menunggu sekitar empat jam di luar pesawat, penumpang akhirnya disuruh masuk ke dalam pesawat sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, setelah 40 menit di dalam pesawat, kondisi AC mati dan pesawat tidak berangkat. Bobby memutuskan untuk maju dan berbicara dengan awak kabin karena merasa situasi tidak wajar.
Akhirnya, pihak maskapai memberitahu bahwa penumpang akan dipindahkan ke pesawat lain. Namun, setelah semua penumpang mengambil barang bawaannya dan turun dari pesawat, Bobby dan keluarganya ditinggalkan karena pesawat sudah lepas landas.
Masalah dengan Anak dan Perlengkapan
Saat itu, anak Bobby, Cempaka, sudah muntah dua kali karena kondisi ruangan yang dingin. Bobby dan istri membawa sang anak ke Lounge, sementara barang-barang kabin masih berada di dalam pesawat.
Setelah berbincang dengan kru bandara, Bobby dan keluarga ditawari penerbangan esok hari pukul 11.00 WIB. Namun, Bobby merasa waktu tersebut terlalu lama karena anaknya butuh susu dan perlengkapan khusus. Akhirnya, mereka ditawarkan penerbangan pukul 4 pagi esok hari dan penginapan sekitar 14 kilometer dari bandara.
Pengalaman Buruk yang Berulang
Bobby mengatakan bahwa pengalaman tidak mengenakkan ini bukan pertama kalinya dialami oleh penumpang Super Air Jet. Ia berharap pihak maskapai bisa berbenah agar tidak terjadi lagi.
Tanggapan Maskapai
Lion Group mengakui kejadian tersebut. Mereka menjelaskan bahwa keterlambatan terjadi karena pesawat yang direncanakan mengoperasikan penerbangan tersebut perlu menjalani pemeriksaan teknis tidak terjadwal. Proses ini merupakan bagian dari prosedur operasional yang wajib dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Pihak Lion Group juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para tamu dan menyatakan bahwa kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku telah diberikan.












