Diskusi Publik tentang Kepemimpinan Pram-Doel
Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menggelar diskusi publik dengan tema “Satu Tahun Kepemimpinan Pram-Doel: Pencapaian dan Tantangan”. Acara ini diadakan di Aula PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Diskusi tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk legislatif, eksekutif, dan pemuda.
Narasumber yang hadir antara lain Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani dan Basri Baco; Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat; perwakilan dari Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Muhammad Matsani, serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim.
Penilaian Realistis
Chico menekankan bahwa satu tahun kepemimpinan Pram-Doel tentu telah membawa beberapa hasil nyata. Ia menilai penting untuk melihat kemajuan secara jernih, meskipun pasti ada kekurangan dan hal-hal yang bisa diperbaiki lebih cepat lagi. Menurutnya, evaluasi adalah bagian penting dari proses pemerintahan.
Politisi PDIP ini juga menegaskan bahwa keberhasilan Pram-Doel tidak lepas dari peran Legislatif. DPRD menjadi bagian dari pemerintahan daerah, sehingga semua kebijakan yang diambil selalu mendapat dukungan dari anggota dewan.
Terlalu Dini Nilai Satu Tahun
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menilai bahwa penilaian terhadap pemerintahan dalam satu tahun masih terlalu dini. Ia menilai bahwa proses pemerintahan membutuhkan waktu yang lebih panjang. Meski demikian, ia mengapresiasi sejumlah program yang sudah dijalankan dan respons cepat pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan.
Rany juga memahami bahwa masalah klasik seperti banjir dan kemacetan tetap menjadi tantangan besar. Ia menilai bahwa permasalahan ini bukanlah hal yang mudah untuk diselesaikan. Jakarta harus bekerja sama dengan kota-kota sekitarnya dalam menghadapi tantangan ini.
Banjir dan Macet Tantangan Utama
Rany berharap ke depan kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta semakin terlihat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi inisiatif FPPJ dalam menghadirkan ruang dialog publik. Menurutnya, forum diskusi lebih efektif dibandingkan penyampaian aspirasi yang konfrontatif.
Daripada berteriak atau demo tanpa dialog, lebih baik duduk bersama dan berbagi pikiran. Dari forum seperti ini sering muncul solusi yang bisa disampaikan ke Pemprov atau DPRD. Ia juga mengajak pemuda Jakarta untuk terus menyalurkan energi dan semangatnya ke kegiatan positif.
Dialog Publik Penting
Rany menegaskan bahwa daripada tawuran, lebih baik datang ke dialog-dialog publik agar punya wawasan lebih luas dan ikut berkontribusi membangun Jakarta.
Sinergi Pemprov-DPRD
Basri Baco menyampaikan pendapat senada. Ia menilai bahwa satu tahun pemerintahan memang belum cukup untuk menyelesaikan berbagai persoalan besar di Jakarta. Ia menyebut sejumlah masalah utama masih ada, seperti kemacetan, banjir, sampah, polusi, pengangguran, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.
Namun demikian, Basri menyoroti capaian positif dari sisi makro. Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan adanya keselarasan, kesetaraan, dan kekompakan dalam menjalankan pemerintahan. Ia juga mengapresiasi hubungan kerja yang dinilainya berjalan baik antara DPRD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan jajaran SKPD.
Dua Peran BUMD
Kepala BP BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat memastikan bahwa kinerja BUMD DKI Jakarta di tahun ini cukup bagus dengan dua peran utama yakni, menggerakan ekonomi dan penyediaan jasa atau layanan publik. Perolehan laba BUMD tahun lalu meningkat sangat signifikan, sehingga Pendapatan Asli Daerah melalui dividen juga bertambah.
Jangan Hanya Bangun Fisik
Ketua Umum FPPJ Endriansyah menegaskan bahwa evaluasi satu tahun pemerintahan Pram-Doel tidak boleh hanya dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari aspek koordinasi dan tata kelola pemerintahan. Ia mencontohkan terkait persoalan banjir yang masih menjadi pekerjaan rumah di Jakarta.
Banjir bukan persoalan musiman semata. Ia adalah ujian nyata atas sistem penanganan bencana dan kecepatan respons pemerintah daerah. Karena itu, banjir tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarperangkat daerah, penyempurnaan SOP penanganan bencana, serta komunikasi publik yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, Jakarta membutuhkan sistem yang bekerja sebagai satu kesatuan, bukan berjalan secara terpisah-pisah. Forum diskusi ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana pemuda bisa menjadi bagian dari solusi.
Pemuda Ingin Dilibatkan
Endriansyah juga menegaskan bahwa pemuda Jakarta ingin dilibatkan sebagai mitra kritis dalam pembangunan kota. Ini kontribusi nyata untuk menyempurnakan perjalanan kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno ke depan, agar semangat Jakarta Menyala benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari warga.
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."












