Kemenangan Album yang Membawa Perubahan
Kemenangan album DeBÍ TiRAR MáS FOToS milik musisi Bad Bunny (Benito Antonio) dalam ajang Grammy Awards 2026 tidak bisa diabaikan begitu saja. Dengan album ini, Bad Bunny berhasil memecahkan rekor baru, yakni menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan penghargaan di kategori umum. Ini merupakan langkah besar bagi musik berbahasa Spanyol yang selama ini sering dianggap sebagai genre yang tidak mendapat perhatian dari industri musik internasional.
Penampilan spesialnya di Halftime Show Super Bowl 2026 juga disebut penuh makna, terutama karena kritik yang ia sampaikan terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat saat ini yang sedang gencar melakukan “bersih-bersih” terhadap imigran ilegal. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Puerto Rico, yang hingga kini masih berstatus wilayah koloni AS, karya-karya terbaru Bad Bunny penuh dengan pesan tersirat yang menggambarkan identitas dan perjuangan masyarakat Puerto Rico.
Bad Bunny dan Identitas Puerto Riko-nya
Bad Bunny tidak pernah menyembunyikan identitasnya sebagai seorang yang lahir dan tumbuh di Puerto Rico. Ia bahkan setia berkarya dalam bahasa aslinya, Spanyol. Ini dilakukannya sejak awal kariernya, ketika ia mulai mengunggah lagu-lagu di SoundCloud pada 2016, lalu meluncurkan album debutnya pada 2018. Bahkan, album ketiganya, El último tour del mundo, berhasil menembus Billboard 100 pada 2020. Sejak saat itu, Bad Bunny menjadi bagian dari musisi mainstream yang sukses secara global, tanpa pernah mencoba untuk meraih pasar lebih luas dengan merilis lagu berbahasa Inggris.
Yang menarik adalah, ia tidak bernyanyi dalam bahasa Spanyol biasa. Logat yang ia gunakan sangat spesifik, yaitu logat Puerto Rico. Hal ini membuatnya jarang mengucapkan konsonan ‘r’ di tengah dan akhir kata. Contoh paling mudah bisa dilihat dalam lagu “NUEVAYoL”. Bukan bualan belaka, Nueva Yol adalah cara orang Puerto Rico menyebut kota New York. Dalam bahasa Spanyol Puerto Rico, sangat umum untuk menghilangkan “r” dan menggantinya dengan “l”, sehingga membuat Bad Bunny kadang mengucap kata “amol” saat bernyanyi, bukannya “amor” yang lebih umum digunakan dalam aksen Spanyol lainnya.
Simbol Perlawanan dari Puerto Rico

Keputusan Bad Bunny untuk tetap menggunakan bahasa Spanyol dan logat Puerto Rico bisa dilihat sebagai upaya untuk mengeklaim kembali identitas Puerto Rico. Sebagai konteks, Puerto Rico adalah sebuah wilayah yang unik dalam politik. Mereka adalah pulau di Karibia yang sejak abad ke-14 berada di bawah jajahan Spanyol, kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 bersama beberapa bekas jajahan Spanyol lainnya seperti Filipina. Meski memiliki paspor AS, warga Puerto Rico tidak memiliki hak untuk ikut serta dalam pemilu presiden atau kongres AS, kecuali mereka tinggal di salah satu dari 50 negara bagian AS. Status quo ini belum berubah hingga saat ini, menjadikan warga Puerto Rico sebagai penonton di tepian.
Banyak yang melihat Bad Bunny sebagai simbol dan pengingat tentang legasi kolonisasi dan ketimpangan hak yang dirasakan penduduk Puerto Rico. Melalui karyanya, ia memberi suara kepada komunitas yang sering diabaikan, sekaligus mengingatkan dunia akan pentingnya menghargai identitas budaya dan sejarah.
Mendobrak Stereotip Negatif Soal Bahasa Spanyol di Amerika Serikat

Lewat lagu-lagunya, Bad Bunny juga berhasil mencuri hati banyak penutur asli bahasa Spanyol di Amerika Serikat, terutama warga Latin. Istilah yang tepat untuk fenomena ini adalah “merasa terwakili secara budaya”. Di tengah situasi di mana Immigration and Customs Enforcement (ICE) gencar memburu imigran ilegal, khususnya warga Latin, kesuksesan album DeBÍ TiRAR MáS FOToS menjadi simbol perlawanan dan kritik terhadap kebijakan yang sering kali diskriminatif.
Bad Bunny seolah mengingatkan Amerika Serikat akan keberadaan komunitas Latin dan kontribusi mereka terhadap ekonomi negara tersebut. Sayangnya, selama ini bahasa Spanyol masih identik dengan stigma negatif di AS, terutama karena dianggap sebagai bahasa kelas pekerja kerah biru dan geng kriminal. Bad Bunny pun dilihat sebagai angin segar, membuktikan bahwa bahasa Spanyol adalah warisan budaya dan seni yang patut dihargai dan dilestarikan. Seharusnya, tidak ada bahasa yang dianggap lebih tinggi kedudukannya dari yang lain.












