6 Hewan Liar yang Sering Muncul di Kota, Waspada!

Setiap tahun, pemukiman manusia terus berkembang. Dari awalnya hanya dua rumah, kini telah berkembang menjadi desa dan bahkan perkotaan yang sangat modern. Kota-kota ini menjadi tempat tinggal paling futuristik dan jauh dari alam liar. Namun, meskipun demikian, kota tidak sepenuhnya aman dari kehadiran hewan liar. Justru sebaliknya, beberapa jenis hewan liar justru menemukan lingkungan perkotaan sebagai tempat yang nyaman untuk hidup.

Hewan-hewan ini memanfaatkan kondisi perkotaan untuk mencari makanan dan menghindari ancaman predator. Tidak hanya hewan kecil seperti semut, lalat, atau nyamuk, tetapi juga hewan berbahaya sering ditemukan di kota. Penasaran hewan apa saja yang bisa ditemui di perkotaan? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Biawak



Jika kamu tinggal di Jakarta atau Semarang, kemungkinan besar kamu pernah melihat biawak. Biawak dengan nama ilmiah Varanus salvator ini sering ditemukan di perkotaan. Panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter, sehingga kadang membuat orang merasa takut. Mereka biasanya tinggal di taman, saluran air, perumahan, bahkan masuk ke toko-toko. Makanan mereka termasuk burung, ikan, kura-kura, katak, ular, dan tikus. Meski bisa membantu mengendalikan populasi tikus, jumlah biawak yang berlebihan bisa menjadi masalah.

2. Ular Kobra



Di Indonesia terdapat dua jenis kobra, yaitu kobra jawa (Naja sputatrix) dan kobra sumatra (Naja sumatrana). Keduanya merupakan ular berbisa yang sangat berbahaya karena gigitannya bisa membunuh manusia. Selain itu, mereka bisa menyemburkan racun dan mengembangkan leher saat merasa terancam. Kobra jawa sering ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta. Kota menyediakan banyak makanan bagi ular ini, mulai dari mamalia kecil hingga ular lainnya.

3. Sanca Kembang



Sanca kembang (Malayopython reticulatus) adalah ular raksasa yang juga bisa ditemukan di perkotaan. Mereka sering tinggal di saluran air dan daerah pemukiman. Sanca kembang memiliki kemampuan berenang dan memanjat yang baik, serta warna tubuh yang cocok untuk bersembunyi. Meski cenderung menghindari manusia, mereka bisa ditemukan di area perkotaan dengan ukuran mencapai 4 meter.

4. Bunglon Taman

Bunglon taman (Calotes versicolor) adalah kadal kecil yang memiliki kemampuan adaptasi sangat baik. Hewan ini bisa hidup di berbagai kondisi, termasuk taman, kebun, dan daerah pemukiman. Sayangnya, keberadaannya bisa menjadi masalah jika jumlahnya terlalu banyak. Di Pulau Kalimantan, bunglon taman dianggap sebagai hewan invasif yang mengancam kelestarian hewan lokal.

5. Ular Pucuk



Ular hijau ramping ini sering ditemukan di kota. Mereka suka bersembunyi di pepohonan, semak, taman, dan daerah pesisir. Meski agresif sedikit, ular ini tidak berbahaya bagi manusia karena gigitannya hampir tidak berefek. Makanan favoritnya adalah burung, katak, dan kadal, yang semua tersedia di perkotaan.

6. Kelabang

Kelabang atau lipan adalah hewan kecil yang sering ditemukan di rumah-rumah. Mereka termasuk dalam kelas Chilopoda dan memiliki bisa yang bisa menyebabkan sakit atau bahkan kematian. Kelabang suka bersembunyi di basemen, kamar mandi, gudang, dan area gelap. Namun, ada juga jenis kelabang yang berguna, seperti Scutigera coleoptrata, yang bisa membasmi semut dan kecoa di rumah.

Ternyata, hewan liar tidak hanya ada di hutan atau sungai. Perkotaan juga menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi mereka. Kota menawarkan makanan berlimpah dan perlindungan dari predator. Beberapa hewan bahkan membantu manusia, sementara yang lain bisa berbahaya. Sebagai manusia, kita harus waspada dan belajar hidup berdampingan dengan hewan-hewan tersebut.

FAQ Seputar Hewan Liar yang Berkeliaran di Kota

Pertanyaan:

Hewan apa yang paling sering ditemui dan dianggap cerdas dalam beradaptasi?

Jawaban:

Raccoon (rakun) dan rubah. Di banyak kota besar di luar negeri, rakun dikenal sebagai “bandit tempat sampah” karena mampu membuka tutup tempat sampah dengan tangan mereka yang lincah. Sementara rubah perkotaan kini semakin berani mencari makan di taman-taman kota.

Pertanyaan:

Mengapa kita harus waspada jika bertemu dengan ular di area perkotaan?

Jawaban:

Ular seperti sanca atau kobra sering masuk ke pemukiman melalui saluran air atau mencari mangsa seperti tikus. Beberapa di antaranya memiliki bisa mematikan atau kekuatan lilitan yang besar. Penting untuk tidak mencoba menangkapnya sendiri tanpa keahlian khusus.

Pertanyaan:

Apa risiko kesehatan yang dibawa oleh hewan liar seperti tikus atau kelelawar di kota?

Jawaban:

Hewan-hewan ini sering menjadi vektor penyakit (zoonosis). Tikus dapat membawa leptospirosis melalui urinnya, sementara kelelawar di beberapa wilayah dikaitkan dengan penyebaran virus berbahaya jika terjadi kontak langsung atau melalui kotorannya.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *