Peran Golkar di Sulawesi Selatan
Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhammad Arief Rosyid Hasan (39), menegaskan bahwa Sulawesi Selatan bukan “kandang gajah”, melainkan “kebun beringin”. Menurutnya, gajah bukan binatang endemik di daerah tersebut dan hanya bisa ditemui di kebun binatang. Sementara itu, pohon beringin—simbol dari Partai Golkar—hadir di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
Arief Rosyid menyampaikan pernyataannya saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Nur Thamzil Tahir, di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Senin (2/2/2026). Ia menekankan bahwa tidak ada gajah hidup di Sulsel karena bukan binatang endemik daerah tersebut.
“Gajah itu bukan binatang endemik di Sulsel. Justru pohon beringin ada di setiap kabupaten dan kota di Sulsel,” tegas Arief Rosyid. Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan gajah di Sulsel hanya bisa ditemui di kebun binatang. Keberadaan gajah tidak bisa disamakan dengan simbol politik di Sulsel.
Saat ini, Arief Rosyid mendapat amanah dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia untuk membantu Muhidin M Said dalam agenda roadshow konsolidasi kader sekaligus mempersiapkan Musda Golkar Sulsel. Ia mengatakan bahwa pihaknya menunggu kedatangan Ketua Umum Pak Bahlil. “Kalau beliau sudah datang, berarti sudah ada jadwal Musda,” katanya.
Arief Rosyid menegaskan bahwa Bahlil Lahadalia memiliki keinginan besar agar Sulsel menjadi lumbung suara Golkar. Karena itu, Bahlil disebut tengah mencari figur pemimpin terbaik untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.
“Beringin itu pohon endemik yang ada di setiap daerah di Sulsel. Jadi Sulsel itu lumbung beringin,” kata Arief Rosyid. Ia menambahkan bahwa ketua umum menargetkan partai berlambang beringin berjaya pada Pemilu 2029.
Pada Pemilu 2024, Golkar di bawah komando Taufan Pawe hanya meraih 14 kursi DPRD Sulsel. Perolehan itu kalah dari Partai Nasdem yang meraih 17 kursi. Kekalahan ini menjadi catatan kelam. Untuk pertama kalinya, Golkar gagal mendudukkan kader sebagai Ketua DPRD Sulsel.
Jabatan Ketua DPRD Sulsel kini direbut kader Nasdem Andi Rachmatika Dewi. Sementara posisi Wakil Gubernur Sulsel juga diisi kader Nasdem, Fatmawati Rusdi. Selain itu, Golkar untuk pertama kalinya juga tidak mengusung kader sendiri pada Pilgub Sulsel 2024.
Dominasi Partai Nasdem di Sulawesi Selatan
Partai Nasdem mendominasi jabatan kepala daerah di Sulawesi Selatan. Tercatat, Nasdem menjadi partai dengan kader terbanyak menjabat bupati dan wali kota di wilayah tersebut. Tujuh kader partai tersebut kini memimpin daerah di Sulsel.
Dominasi itu diraih Nasdem pada Pilkada serentak dan Pemilu 2024. Di bawah komando Rusdi Masse Mappasessu (RMS), Nasdem sukses menguasai sejumlah daerah strategis di Sulsel. Tujuh kepala daerah kader Nasdem, yakni Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, Bupati Enrekang Yusuf Ritangga. Selanjutnya, Bupati Pangkep M Yusran Lalogau, Wali Kota Palopo Tasming Hamid, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, dan Bupati Jeneponto Paris Yasir.
Meski demikian, dinamika politik terjadi di tubuh Nasdem. RMS memutuskan meninggalkan Nasdem dan hijrah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di posisi berikutnya, Partai Gerindra menyusul dengan enam kader menjabat kepala daerah di Sulsel. Gerindra berada di bawah komando Andi Iwan Darmawan Aras.
Partai besutan Prabowo Subianto ini sukses mengantarkan kadernya memimpin sejumlah daerah. Enam kepala daerah dari Gerindra, yakni Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Takalar M Firdaus Daeng Manye, Bupati Wajo Andi Rosman. Berikutnya, Bupati Toraja Utara Dedy Palimbong, Bupati Tana Toraja dr Zadrak Tombeg, dan Wali Kota Palopo Naili Trisal.
Sementara itu, Partai Golkar juga mengantarkan enam kadernya menjabat bupati dan wali kota di Sulsel. Kader Golkar tersebut, yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Bantaeng Fathul Fauzy, Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, Bupati Luwu Patahuddin, dan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
Selain tiga partai besar tersebut, PAN memiliki dua kepala daerah, yakni Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dan Bupati Maros Chaidir Syam. Partai Gelora dan PPP masing-masing memiliki satu kepala daerah. Gelora diwakili Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, sementara PPP melalui Bupati Sinjai Ratnawati Arif.
Adapun dua kepala daerah di Sulsel berstatus nonpartai, yakni Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman. Sementara itu, PSI mulai memperluas basis politiknya di Sulsel. PSI merekrut dua wakil kepala daerah sebagai kader. Keduanya, yakni Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah dan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep sebelumnya juga secara terbuka merayu keluarga Rusdi Masse untuk bergabung dengan PSI. Kaesang menyebut putra Rusdi Masse, Muammar Ferira Gandi Rusdi, telah lebih dulu bergabung. Ia bahkan berharap Fatmawati Rusdi, Wakil Gubernur Sulsel yang masih kader Nasdem, turut menyusul.












