Pernyataan Denada tentang cinta ibu kembali viral

Penyanyi Denada Jadi Sorotan Pasca-Pemuda Mengaku sebagai Anak Kandung

Denada kembali menjadi sorotan publik setelah seorang pemuda bernama Ressa Rizky Rossano mengaku sebagai anak kandungnya. Pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur ini menyatakan bahwa dirinya adalah anak yang ditelantarkan oleh penyanyi legendaris tersebut.

Ressa, yang berusia 24 tahun, mengungkapkan bahwa ia mulai mengetahui fakta bahwa dirinya bukan darah daging dari orang tua angkatnya sejak duduk di bangku SMP. Ia mengatakan bahwa selentingan tentang hubungannya dengan Denada mulai beredar di lingkungan sekitar. Setelah 24 tahun berlalu, Ressa merasa kecewa terhadap perlakuan mantan istri Jerry Aurum itu terhadap keluarga yang telah merawatnya sejak kecil.

Pun Ressa telah menggugat putri penyanyi Emilia Contessa itu ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak. Di tengah polemik tersebut, pernyataan lawas Denada soal kasih sayang antara ibu dan anak kembali viral di media sosial.

Dalam sebuah podcast bersama Richard Lee yang diunggah pada 29 Januari 2025 lalu, penyanyi berusia 47 tahun itu menyebut tidak ada seorang anak yang tidak mencintai ibunya. Begitu juga sebaliknya.

“Deep down inside, tidak ada seorang anak yang tidak cinta sama ibunya. Dan tidak ada seorang ibu yang tidak cinta sama anaknya,” ucap Denada, dikutip dari YouTube dr. Richard Lee MARS, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Denada, naluri antara ibu dan anak sudah hadir secara alami di dalam diri seseorang. “Itu rasa itu udah, Tuhan udah jadikan itu sebagai sifat dasar yang turun kepada kita secara alami sebagai seorang ibu dan sebagai seorang anak,” ujarnya.

Seburuk apapun anaknya, Denada meyakinkan bahwa ia tak akan pernah membenci bahkan mengutuk buah hatinya. “Dan aku rasa semua ibu pasti nggak akan pernah benci, marah, mengutuk anaknya,” tambahnya.

Awal Mula Ressa Tahu Dirinya Anak Denada

Ressa sebelumnya mengaku awal mula dirinya tahu bukan darah daging Ratih dan Dino (orang tua angkat) adalah saat SMP. “Udah tahu kalau tentang itu mulai SMP,” kenang Ressa di podcast Denny Sumargo.

Ressa menyebut saat itu banyak teman-teman dan juga orang tua teman-temannya yang memberitahu bahwa ia anak Denada. “Teman-teman itu banyak yang ngomong. Orang Banyuwangi itu katanya sudah banyak yang tahu. Kalau bahasa Jawanya, ‘Kon itu duduk anak Mama Ratih, kon itu anak Denada (kamu itu bukan anak Mama Ratih, kamu itu anak Denada)’,” tutur Ressa menceritakan.

Dirundung kebingungan, Ressa mulai mencari tahu. Sampai akhirnya ia bertemu dengan sosok sopir yang membawanya dari Surabaya ke Banyuwangi. “Cari tahu sampai ketemu yang bawa Ressa dari Jakarta (maksudnya Surabaya) ke Banyuwangi. Waktu ketemu, dia udah langsung nangis,” tambah Ressa lagi.

Setelah mengetahui kebenarannya, Ressa memilih bungkam selama satu bulan. “Stres dulu satu bulan. Diam menyendiri dulu. Maksudnya kok setega itu. Aku kan kecil sakit-sakitan, gimana ya kok pilih kasih. Sedangkan, maaf ya, anaknya Mbak Dena yang sekarang, katanya sudah kena sakit (leukemia), Mbak Dena sampai segitunya,” ujar Ressa menyesalkan.

“Kok aku yang ibaratnya sehat kenapa diginiin,” imbuhnya mulai menangis. Ressa pun mulai bertanya pada ayah dan ibu sambungnya, juga mencari informasi pada kakak sambungnya.

Denada Bantah Telantarkan Ressa dan Tegaskan Akui sebagai Anak

Adapun hingga saat ini, gugatan Ressa terhadap Denada di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi masih bergulir. Denada resmi digugat dan dituntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar. Gugatan dilayangkan Ressa telah teregister di PN Banyuwangi pada 26 November 2025, dengan nomor perkara 288.

Tudingan menelantarkan anak itu pun langsung dibantah oleh pihak Denada. Kuasa hukum Denada, Muhammad Ikbal mengklaim memiliki bukti putri Emilia Contessa itu tak menelantarkan anak kandungnya. Menurut Ikbal, Denada membelikan mobil untuk Ressa dan mengirimkan uang.

“Oh, enggak ada kalau penelantaran itu, wong dibelikan mobil, ada transferan juga,” kata Ikbal, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (12/1/2026). “Intinya kita menangkis semua itu,” sambungnya.

Muhammad Ikbal mengaku sudah mengumpulkan bukti-bukti untuk digunakan di persidangan. “Yang jelas kita bukti-bukti ada semua ya. Tinggal ngasih ke hakimnya aja kok,” ujar Ikbal. “Kalau masalah nanti detailnya ya sabar dululah. Tunggu persidangan,” lanjutnya.

Soal gugatan tersebut, Ikbal mengatakan wanita berusia 47 tahun itu menanggapi santai. “Kalau selama ini ya santai-santai, ya semua kan keluarga bisa dibicarakan mungkin gitu,” terangnya.

Sementara itu, hasil mediasi yang digelar, Kamis (29/1/2026) gagal membuat Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal pun buka suara dan membuat pengakuan. Muhammad Ikbal menegaskan selama ini Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak. Pihaknya menyebut, Denada telah memenuhi kebutuhan Ressa sebagai anaknya.

“Jadi gini, Denada ini nggak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak gitu. Nggak pernah, karena semua juga dipenuhi. Sekolah juga dipenuhi semua. Intinya nggak ada masalah apa-apa,” ujar Ikbal dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (30/1/2026).

Ia lantas tidak menutup kemungkinan untuk berdamai, kendati hasil mediasi telah gagal. “Terus mediasi kan gagal dalam perkara ini, sehingga lanjut ke pokok perkara sidang. Namun kan tidak menutup kemungkinan apabila di tengah perjalanan itu ada perdamaian ya, tetap kita upayakan,” beber Ikbal.

Terkait kabar Denada menggugat balik Ressa, Ikbal menampik. “Sejauh ini nggak ada gugatan balik ya. Gugatan balik itu kan ada dalam rekonvensi. Rekonvensi itu nanti jawaban sidang dan kita juga belum jawab,” selorohnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *