Iis Dahlia, seorang pedangdut ternama di Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah dituduh mendukung Denada dalam perseteruan yang melibatkan Ressa. Tidak hanya itu, Iis Dahlia juga dikritik karena disebut menyalahkan Ressa atas boikot yang dialami Denada.
Tuduhan tersebut muncul dari pernyataan kuasa hukum Ressa, Ronald Armada. Menurutnya, Iis Dahlia telah memojokkan kliennya dengan menyebut Ressa sebagai penyebab Denada diboikot. Ronald Armada menyampaikan pernyataannya melalui akun media sosial @pembasmi.kehaluan.
“Tadi siapa ya, Iis Dahlia, saya menyebut nama karena itu yang terjadi. Dia memberikan kritik yang membangun tapi memojokkan Ressa seakan-akan karena Ressa, akhirnya temannya (Denada) itu tidak dapat pekerjaan,” ujarnya.

Namun, Iis Dahlia langsung membantah tudingan tersebut melalui kolom komentar di unggahannya. Di sana, ia mengunggah foto bersama Ressa dan memberikan doa untuknya. Sayangnya, unggahan ini justru mendapat banyak kritikan dari netizen.
Salah satu netizen menulis: “Bude @isdadahlia gak boleh judgment ya, mentang-mentang dekat sama mamaknya Ressa. Si anak itu ga nuntut boikot, duit dsb dari @denadaindonesia. Kenapa kok bilang ke Ressa kalau ini mencuat bikin Denada ga punya pekerjaan gegara diboikot dari semua TV?”

Akun @shine_agapios menanyakan: “@shine_agapios yang ngejudge siapa ya? Kata siapa??”
Iis Dahlia menjawab: “Siapa ini yang dimaksud teman Denada yang intimidasi Ressa? Infonya gara-gara Ressa, Dena di boikot dari tv? Kok jadi salah Ressa?”
Netizen lain berkomentar: “Yang ngomong gitu siapa??? Haduhhhhh kenapa jadi kemana-mana sihhh,” ujar Iis Dahlia.
Ikut terseret dalam polemik antara Denada dan Ressa, bagaimana profil lengkap Iis Dahlia?
Profil Iis Dahlia
Iis Dahlia adalah seorang pedangdut ternama di Indonesia yang lahir di Bongas, Indramayu, pada 29 Mei 1972 silam. Menurut informasi dari Tribun-video.com, Iis Dahlia lahir dari pasangan Makmuri dan Qomariyah.
Iis Dahlia memulai kariernya di ibukota sejak tahun 1987. Dalam merintis karir di dunia hiburan, penyanyi dengan kumis tipis ini sempat beberapa kali terlibat kontroversi. Namun, hal itu tidak membuat kariernya meredup. Justru, popularitasnya semakin melejit hingga kini menjadi juri dalam ajang pencarian bakat menyanyi.
Rupanya, Iis Dahlia sudah memiliki impian menjadi penyanyi sejak masih kecil. Saat dewasa, ia pernah bergabung dalam musik Orgen Tunggal dan sering tampil di pesta perkawinan atau perayaan 17 Agustus.
Karena tekad yang kuat, Iis Dahlia rela mengikuti les vokal di HAPMI (Himpunan Artis Penyanyi dan Musisi Indonesia) di Bandung, Jawa Barat. Karena tidak sukses di Bandung, ia lalu pergi ke Jakarta saat masih duduk di bangku SMP kelas 2.
Di Jakarta, ia mulai tumbuh. Iis Dahlia mulai menyanyi di Taman Impian Jaya Ancol setiap malam minggu dan mendapatkan honor sebesar sembilan puluh ribu rupiah per bulannya. Tak lama setelah dikontrak sebagai penyanyi tetap di Ancol, Iis kemudian juga dikontrak menjadi penyanyi tetap di Taman Ria Monas dan Taman Mini Indonesia Indah.
Perjuangan Iis Dahlia untuk mencapai cita-citanya berlanjut ketika ia diberi kesempatan tampil di acara Wajah Baru di TVRI. Setelah itu, ia ditawari kontrak untuk membuat enam album rekaman sekaligus.
Iis Dahlia akhirnya menandatangani kontrak perjanjian tersebut dengan bayaran Rp 700 ribu untuk setiap albumnya. Nama Iis Laeliyah diganti menjadi Iis Dahlia oleh produser agar terdengar lebih menarik. Nama “Dahlia” dipilih karena diharapkan akan terus mekar harum dan mewangi seperti bunga Dahlia.
Awalnya, album pertama Iis Dahlia tidak begitu sukses di pasaran. Namun, namanya langsung melejit berkat lagu Tamu Tak Diundang dalam album keduanya.
Hingga kini, Iis Dahlia masih aktif dalam industri hiburan. Ia bahkan kerap tampil di ajang pencarian bakat menyanyi sebagai juri.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












