Tiga berita terpopuler kemarin: Harga minyak nilam melonjak, warga Sulut bekerja seperti robot

Berita Populer Sulawesi Utara: Harga Minyak Nilam Naik, Angkot Manado Diubah Fungsi, dan Warga Dipaksa Bekerja Seperti Robot

Beberapa peristiwa menarik terjadi di Sulawesi Utara pada minggu lalu. Beberapa dari kejadian tersebut menjadi topik utama dalam berbagai portal berita. Berikut ini adalah tiga berita populer yang menghebohkan masyarakat Sulawesi Utara.

Petani Nilam di Minahasa Sumringah, Harga Minyak Tembus Rp 750 Ribu per Kilogram

Kabar gembira bagi para petani nilam di Sulawesi Utara. Pada pekan terakhir Januari 2026, harga minyak nilam di wilayah Kabupaten Minahasa mengalami peningkatan signifikan.

Nilam atau nama ilmiahnya adalah Pogostemon cablin Benth adalah tanaman semak tropis yang menghasilkan minyak atsiri bernilai ekonomi tinggi. Minyak ini dikenal sebagai patchouli oil dan memiliki aroma khas yang kuat. Tanaman ini banyak digunakan dalam industri kosmetik, parfum, sabun, serta aromaterapi sebagai bahan pengikat.

Berdasarkan pantauan wartawan Tribun Manado pada Minggu (25/1/2026), komoditas ini kini menyentuh angka Rp 730 ribu hingga Rp 750 ribu per kilogram. Angka ini menunjukkan tren positif pertumbuhan ekonomi hijau di bumi Nyiur Melambai.

Jever, seorang petani nilam asal Desa Manembo, Kecamatan Langowan Selatan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini bukan terjadi secara mendadak. Harga mulai menunjukkan grafik meningkat secara perlahan sejak periode Natal 2025 dan berlanjut konsisten hingga awal tahun 2026.

Sebelumnya, harga minyak nilam sempat tertahan di angka yang cukup rendah bagi petani. Namun, saat ini, para petani merasa lebih optimis terhadap masa depan mereka.

Angkot Manado Direncanakan Beralih Fungsi, Akademisi Unsrat: Feeder Mikrolet Penting

Rencana pengalihan fungsi angkot mikrolet menjadi feeder di Kota Manado menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna transportasi umum beberapa hari terakhir.

Kebijakan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw sebagai bagian dari penataan sistem transportasi perkotaan setelah beroperasinya bus Trans Manado.

Andrei Angouw menjelaskan bahwa transportasi selalu berkembang dan berevolusi. Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa menahan perkembangan tersebut.

“Kita berupaya seminimal mungkin menahan dampaknya, tapi perkembangannya seperti ini,” ujar dia dalam konferensi pers awal tahun 2026 di Cafe D Tang di Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado, provinsi Sulut, Jumat (23/1/2026).

Menurut Andrei, ke depan angkot mikrolet akan dibuatkan rute feeder. Feeder adalah layanan angkutan umum yang berfungsi menghubungkan area lokal dengan jalur utama.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado yang juga pengamat tata kota, Dr. Eng. Ir. Pingkan Peggy Egam, MT., IPM, menilai keberadaan feeder merupakan bagian penting dalam sistem transportasi modern perkotaan.

Menurut Pingkan, feeder berfungsi menghubungkan kawasan pemukiman atau titik perjalanan kecil dengan moda transportasi utama, sehingga akses masyarakat terhadap transportasi massal menjadi lebih mudah dan efisien.

Warga Sulut Dipaksa Bekerja Seperti Robot

Selain dua berita di atas, ada satu lagi berita yang ramai dibahas, yaitu warga Sulawesi Utara yang dipaksa bekerja seperti robot.

Perlu diketahui bahwa situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak yang mengeluh tentang kondisi kerja yang tidak manusiawi dan kurangnya perlindungan hak buruh.

Meski belum ada informasi resmi dari pihak terkait, isu ini menjadi perhatian serius bagi para aktivis dan lembaga perlindungan tenaga kerja.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *