Momen Lamaran Syifa Hadju yang Menarik Perhatian Publik
Dalam acara lamaran yang digelar oleh Syifa Hadju dan El Rumi, hanya ibu kandungnya, Shendy Hadju, serta ayah sambungnya, Andre Ariyantho, yang hadir. Tidak ada kehadiran ayah kandung Syifa dalam momen penting tersebut, hal ini menjadi sorotan netizen dan menimbulkan berbagai pertanyaan dari publik.
Syifa Hadju sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa Andre Ariyantho bukanlah ayah kandungnya. Ia tumbuh besar di bawah asuhan sang ibu sejak kecil, tanpa kehadiran ayah kandungnya. Pengakuan ini membuat banyak orang terkejut dan mulai memahami latar belakang keluarga Syifa lebih dalam.
Kabar bahagia datang dari Syifa Hadju yang resmi bertunangan dengan El Rumi pada 21 Januari 2026. Momen lamaran ini tidak hanya menyita perhatian karena kebahagiaan pasangan tersebut, tetapi juga karena ketidakhadiran ayah kandung Syifa. Di sisi lain, El Rumi hadir bersama kedua orangtuanya, yaitu Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, serta Maia Estianty dan Irwan Mussry.
Latar Belakang Keluarga Syifa Hadju
Syifa pernah menjelaskan dalam sebuah podcast bersama Grace Tahir yang tayang pada 24 Maret 2025 bahwa Andre Ariyantho bukanlah ayah kandungnya. Dari pengakuan itu, publik mengetahui bahwa Andre adalah ayah sambung Syifa. Dalam kesempatan tersebut, ia juga sedikit membuka cerita mengenai ayah kandungnya.
Meski tidak menyebutkan secara rinci sosok ayah kandungnya, Syifa mengungkap latar belakang asal-usul keluarganya. “Mamaku Gorontalo, ayahku Sunda,” ujarnya. Syifa diketahui sejak kecil tidak tinggal bersama ayah kandungnya dan tumbuh besar di bawah asuhan sang ibu.
Ia tidak menjelaskan apakah ayah kandungnya telah meninggal dunia atau masih hidup namun memilih untuk tidak diekspos ke publik. Yang jelas, Syifa menegaskan bahwa selama ini ibunya bekerja keras membesarkan dirinya dan sang adik seorang diri. “Aku tuh dibesarkan ibuku tuh dulu single parent,” kata Syifa.
Karakter yang Terbentuk dari Keluarga Orangtua Tunggal
Tumbuh dalam keluarga dengan orangtua tunggal membentuk karakter Syifa menjadi pribadi yang mandiri. Pengalaman melihat sang ibu berjuang demi kehidupan keluarga membuatnya merasa tak membutuhkan figur laki-laki sebagai sandaran hidup di masa mudanya. Sejak dini, Syifa memilih fokus bekerja keras di dunia hiburan demi membangun masa depan bagi keluarganya.
Ketangguhan sang ibu menjadi inspirasi terbesarnya untuk tidak bergantung pada siapa pun. “Aku enggak ngerasa ada need aku di situ awalnya untuk membutuhkan figur seorang laki-laki,” imbuhnya. Menurut Syifa, selama ibunya mampu membesarkan anak-anaknya dengan baik seorang diri, ia pun yakin bisa melakukan hal yang sama untuk keluarganya.
Namun, pandangan Syifa mengenai pernikahan dan kehadiran sosok pria dalam keluarga perlahan berubah seiring waktu. Perubahan itu terjadi ketika sang ibu memutuskan untuk menikah kembali. Syifa menyambut kehadiran Andre Ariyantho sebagai ayah sambung dengan lapang dada. Ia bahkan menganggap sosok tersebut layaknya ayah kandungnya sendiri.
Kehadiran Ayah Sambung yang Memberi Warna Baru
Kehadiran Andre memberi warna baru dalam hidup Syifa serta menjadi contoh nyata tentang hubungan keluarga yang harmonis. Rasa syukur pun diungkapkan Syifa atas kehadiran ayah sambungnya yang memberikan kenyamanan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan. “Sekarang alhamdulillah aku juga sudah ketemu ayah aku yang sekarang ayah tiri aku which is aku nganggap dia kayak ayah aku sendiri,” katanya.
Perubahan perasaan tersebut diakui Syifa membawa dampak positif bagi kondisi mentalnya. Ia mulai menyadari bahwa memiliki dukungan dari figur seorang ayah adalah hal yang menyenangkan. “Pas aku akhirnya ketemu sama ayah aku yang sekarang gitu oh ternyata it’s nice to have someone ya it’s nicer ya,” tutur Syifa.
Diketahui, Andre Ariyantho sendiri memiliki karier di dunia hiburan meski berada di balik layar. Ia pernah bekerja di rumah produksi Mega Kreasi Films.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












