Profil Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Mantan Pendamping Jokowi soal Kuota Haji

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2023–2025, Dito Ariotedjo kembali menjadi sorotan setelah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi kuota haji. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) sebagai tersangka.

Dito dipanggil sebagai saksi terkait perjalanan kerjanya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi pada Oktober 2023 silam. Saat itu, Jokowi melobi pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mendapatkan tambahan kuota haji. KPK menganggap keterangan Dito sangat penting dalam memperjelas konstruksi perkara yang diduga merugikan negara hingga Rp1 triliun.

Pemanggilan Dito terjadi pada Jumat (23/1/2026), saat ia datang memenuhi undangan KPK di Gedung Merah Putih Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pemanggilan ini berkaitan dengan kunjungan kerja ke Arab Saudi beberapa tahun lalu. Meski demikian, Dito mengaku tidak memiliki persiapan khusus menghadapi pemeriksaan hari ini.

“Enggak, enggak ada persiapan apa-apa. Pasti saya update (nanti),” ujarnya saat berada di lobi gedung KPK. Ia juga menyatakan bahwa kedatangannya merupakan bentuk kepatuhan sebagai warga negara.

Dalami Aliran Kuota Haji

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa keterangan Dito dianggap krusial dalam memperjelas konstruksi perkara. Selain Dito, penyidik KPK juga memanggil saksi dari unsur swasta dan internal Kemenag, seperti General Manager PT Gaido Azza Darussalam Indonesia, Sulistian Mindri, dan Bayu Putra, seorang PPPK di Ditjen PHU Kemenag RI.

Kasus ini bermula dari kebijakan diskresi eks Menag Yaqut yang membagi rata kuota haji tambahan (50:50) untuk haji reguler dan khusus. Padahal, UU Nomor 8 Tahun 2019 mengamanatkan prioritas 92 persen untuk haji reguler guna memangkas antrean. Akibat kebijakan tersebut, sekitar 8.400 jemaah haji reguler tersingkir.

KPK menduga ada praktik kickback dari biro travel (PIHK) kepada pejabat Kemenag dalam pembagian jatah kuota tersebut. Kasus ini juga menyeret biro perjalanan Maktour Group milik Fuad Hasan, mertua dari Dito Ariotedjo. Fuad Hasan sudah dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus korupsi haji.

Profil Dito Ariotedjo

Dito Ariotedjo lahir di Jakarta, 25 September 1990. Berusia 32 tahun, ia menjadi menteri paling muda di Kabinet Jokowi. Anak bungsu pengusaha tambang sekaligus mantan Dirut PT Antam, Aire Prabowo Ariotedjo, Dito memiliki istri bernama Niena Kirana Riskyana Fuad. Ia juga diketahui memiliki relasi dengan artis Raffi Ahmad dan aktif di RANS Sport.

Sebelum menjabat sebagai Menpora, Dito aktif di organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia juga tercatat sebagai anggota Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sejak tahun 2010 dan bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 2016.

Pencopotan dari Jabatan Menpora

Dito Ariotedjo dicopot sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 8 September 2025 dalam reshuffle kabinet. Pencopotan ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dito menerima keputusan tersebut sebagai hak prerogatif Presiden dan menyatakan siap menerima penugasan baru sebagai “prajurit” bangsa.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga selama hampir tiga tahun. Pencopotannya terjadi di tengah isu pemeriksaan sang ayah, Arie Prabowo Ariotedjo, dalam kasus dugaan korupsi terkait kerja sama pengolahan anoda logam antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dan PT Loco Montrado.

Setelah tak menjabat lagi sebagai Menpora, Dito Ariotedjo jarang tersorot media. Namun, kini ia kembali menjadi perhatian publik setelah diperiksa KPK terkait kasus korupsi kuota haji.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *