Respons Kemlu dan Menkum Terkait Kabar Warga Banten Gabung TNI AS

Penanganan Status Kewarganegaraan Kezia Syifa

Isu mengenai Kezia Syifa, seorang warga Banten yang dikabarkan bergabung dengan tentara Amerika Serikat (AS), telah menarik perhatian pemerintah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Menteri Hukum (Menkum) turut merespons isu ini.

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela menjelaskan bahwa penentuan status kewarganegaraan Kezia diserahkan kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Menurutnya, isu ini berada di bawah ranah hukum, sehingga pihak Kemlu tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut selain merujuk pada pernyataan Menkum.

Supratman menyatakan bahwa WNI yang bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden berisiko kehilangan kewarganegaraannya. Ia menekankan pentingnya verifikasi terlebih dahulu mengenai keterlibatan Kezia dalam Army National Guard AS. Jika terbukti, Kementerian Imigrasi akan melakukan pencabutan paspor.

Tanggapan Pakar Hukum

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menegaskan bahwa status WNI Kezia otomatis hilang jika terbukti bergabung dengan tentara asing tanpa izin Presiden. Konsekuensinya, Kezia tidak lagi memiliki hak dan kewajiban sebagai WNI.

Fickar menjelaskan bahwa ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Pasal 23 huruf d menyebutkan bahwa WNI kehilangan kewarganegaraan jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden. Sementara itu, Pasal 23 huruf e menegaskan bahwa kewarganegaraan Indonesia hilang jika seseorang secara sukarela masuk dalam dinas negara asing.

Meski demikian, peluang untuk kembali menjadi WNI tetap terbuka. Namun, Kezia harus melalui mekanisme pewarganegaraan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Kezia Syifa: Dari Banten ke Militer AS

Kezia Syifa, seorang gadis asal Tangerang, Banten, menjadi sorotan setelah bergabung dengan tentara Amerika Serikat. Ia mendaftar sebagai anggota Army National Guard AS setelah melalui banyak pertimbangan dan diskusi dengan sesama diaspora Indonesia yang juga menjadi tentara di AS.

Safitri, ibu Kezia, menjelaskan bahwa putrinya saat ini sedang menjalani proses training sebagai militer AS. Awalnya ia takut karena mengira Kezia akan disuruh perang, namun ternyata posisi yang diambil adalah di National Guard, bekerja di bagian office.

National Guard merupakan komponen cadangan militer AS yang direktur oleh masing-masing negara bagian. Meski masih berstatus WNI, Kezia bisa mendaftar karena keluarganya memiliki Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS sejak pertengahan 2023.

Gaji Tentara Amerika Serikat

Gaji tentara AS diatur berdasarkan sistem kepangkatan dan masa kerja. Untuk pemula seperti Kezia, gaji mencakup seluruh waktu yang dihabiskan dalam pelatihan. Umumnya, pemula akan menjalani latihan rutin dua hari sebulan dan dua minggu Pelatihan Tahunan setiap tahunnya.

Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, rata-rata gaji tahunan seorang anggota Garda Nasional di AS mencapai $35.072 (sekitar Rp605 juta). Pendapatan ini bisa berkembang pesat seiring dengan kenaikan pangkat, pendidikan, dan masa bakti.

Selain gaji pokok, menjadi anggota Garda Nasional menawarkan berbagai keuntungan finansial, seperti tunjangan perumahan, keuntungan pajak, dan status tugas aktif.

Alasan Utama Kezia Syifa Bergabung dengan Militer AS

Safitri dan keluarga merupakan diaspora yang telah tinggal di AS sejak pertengahan 2023 lalu. Mereka pindah setelah mendapat visa Green Card, yaitu izin tinggal tetap di AS yang memungkinkan warga negara asing tinggal dan bekerja secara legal.

Kezia mengambil jalur legal di AS untuk membangun karakter dan kedisiplinan diri serta meniti masa depan. Motivasi utamanya adalah pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan diri. Ia juga akan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi dari pihak militer AS.

Penampilan dan Pengalaman Kezia Syifa

Penampilan hijab yang dikenakan Kezia tidak menimbulkan masalah. Safitri menyebut bahwa sebelum mendaftar, mereka berdiskusi dengan keluarga dan mencari informasi. Salah satunya mengenai penampilan hijab, yang ternyata diperbolehkan.

Kezia baru saja selesai liburan Natal karena sedang ada camp, dapat cuti dua minggu. Setelah cuti, ia akan kembali ke bandara. Keputusan ini bukan semata-mata soal militer, tetapi tentang masa depan dan kedisiplinan.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *