Kehidupan Sederhana yang Tak Terwujud
Beberapa bulan sebelum kepergiannya pada Jumat (23/1/2026), Lula Lahfah sempat berbicara tentang impian sederhana yang ingin ia wujudkan di masa depan. Kekasih Reza Arap itu membayangkan hari-harinya akan diisi dengan rutinitas keluarga yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kesibukan.
Dalam pengakuannya, Lula ingin menjalani pagi dengan mengurus suami dan anak, lalu menyempatkan waktu untuk aktivitas ringan sebelum kembali menjemput sang buah hati. “End point aku pengin kerjaannya tiap hari nih bangun tidur, ngurusin anak, ngurusin suami dulu, habis itu pilates, habis itu jemput anak. Udah kayak gitu aja,” ujarnya dalam sebuah tayangan YouTube yang diunggah pada 19 November 2025.
Ungkapan tersebut kini terasa begitu menyentuh setelah ia berpulang untuk selamanya. Meski mendambakan kehidupan yang sederhana, Lula menegaskan dirinya tetap ingin bekerja. Ia ingin terus produktif dan mandiri meski telah berkeluarga.
“Aku pasti sih akan tetap mau kerja,” katanya. Sahabat Keanu Angelo itu juga sempat membeberkan rencananya untuk memulai bisnis pribadi. Namun, rencana tersebut harus tertunda karena kesibukan lain yang datang secara mendadak.
“Aku mau mulai bisnis. Yang sebenarnya harusnya aku kerjain kemarin Agustus cuma tiba-tiba dapat film jadi enggak bisa photoshoot, enggak bisa ngapa-ngapain jadi aku hold,” tutur Lula. Sayangnya, keinginan sederhana itu belum sempat diwujudkan bersama Reza Arap. Lula lebih dulu menghadap Sang Pencipta, padahal Reza Arap telah resmi melamarnya pada 13 November 2025 dan keduanya tengah merencanakan pernikahan.
Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Saat ditemukan, influencer tersebut berada di atas kasur dalam kondisi berbaring. Berdasarkan catatan medis yang beredar, penyebab kematian Lula Lahfah diketahui akibat henti jantung.
Surat keterangan yang ditandatangani dokter umum dr Rizki Nirwandhi Putra menyebutkan bahwa Lula meninggal dunia pada pukul 19.20 WIB. “Pada tanggal 23 Januari 2026 tepatnya pukul 19.20 WIB dikarenakan atau disebabkan oleh henti jantung/henti napas,” demikian keterangan dalam surat tersebut.
Jenazah Lula Lahfah kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/1/2026).
Penyelidikan Kematian Lula Lahfah
Kasus kematian selebgram Lula Lahfah, yang jasadnya ditemukan di apartemen kawasan Jakarta Selatan, terus diselidiki oleh pihak kepolisian. Meskipun dugaan sementara menyebutkan bahwa almarhumah meninggal dunia akibat henti jantung dan henti napas, polisi tetap berupaya mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. Penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan lebih lanjut kondisi yang menyebabkan perempuan berusia 26 tahun itu meninggal.
Dalam perkembangan terbaru, polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pacar almarhumah, Reza Arap, yang akan diperiksa untuk klarifikasi lebih lanjut. “Iya, informasi (pemeriksaan) akan dilakukan pada hari Senin, jika tidak salah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi, Minggu (25/1/2026).

Adapun rencananya klarifikasi itu akan dilakukan di Polres Metro Jakarta Selatan untuk mandalami beberapa hal termasuk kesehatan Lula sebelum ditemukan meninggal dunia. “Tergantung yang bersangkutan, tapi sudah dikomunikasikan untuk bisa hadir di hari Senin. Sama teman-teman dekat (Lula diklarifikasi) yang datang ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Untuk informasi, Sebagai informasi, Lula Lahfah menghembuskan napas terakhir di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Kronologi Kematian Lula Lahfah
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan mengungkap kronologi meninggalnya influencer Lula Lahfah pacar dari musisi Reza Oktovian atau Reza Arap. “Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah di Kamar Ruang 25 BN, Lantai 25 Apartemen Essence,” ujar Kombes Pol I Putu Yuni dari keterangan resmi yang diterima, Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang berada di luar kamar apartemen korban. Saat itu, pintu kamar Lula Lahfah dalam kondisi terkunci dari dalam. “Saksi merasa curiga dan khawatir karena korban tidak merespons. Mengingat sebelumnya korban sempat berobat bersama sopir atau asisten pribadinya, saksi kemudian meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu,” ucapnya.
Setelah pintu berhasil dibuka, saksi bersama pihak manajemen apartemen yang berjumlah sekitar empat orang masuk ke dalam kamar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan kondisi mulut terbuka dan warna kebiruan. “Kondisi almarhumah tidak adanya nafasnya, dalam kondisi terlentang dengan mulut terbuka warna biru,” ungkapnya.
“Saksi sempat memeriksa denyut nadi dan detak jantung korban, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan,” jelasnya. Pihak kepolisian kemudian menghubungi asisten pribadi korban bernama Sindy, yang saat itu berada di luar apartemen. Sekitar 15 menit kemudian, asisten tiba di lokasi kejadian.
Kronologi lain disampaikan saksi kedua yang mengaku sempat bangun sekitar pukul 08.00 WIB dan beraktivitas di kawasan Fatmawati untuk menjaga bazar pakaian milik almarhumah. Pada pukul 17.30 WIB, saksi mendapat telepon dari seseorang bernama Asiah yang mengabarkan bahwa Lula Lahfah sudah tidak bernapas. “Saksi kemudian meminta agar dipastikan kondisi korban dan menyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit terdekat,” kata Putu Yuni.
Saat saksi tiba kembali di apartemen, korban sudah dalam kondisi tidak bernapas, dengan posisi terlentang, mulut terbuka, dan warna kebiruan. Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi korban, tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan menemukan sejumlah obat di sekitar korban.
Pihak kepolisian kemudian datang dan melakukan identifikasi. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah obat-obatan dan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). “Catatan dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi,” ungkap Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Endy Mahandika.
Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati pada pukul 21.20 WIB menggunakan ambulans untuk dilakukan visum lebih lanjut.












