Menteri PMK Resmikan 117 Hunian Tahan Bencana Sumbar, Bangkitkan Kembali Martabat Warga

Peresmian 117 Unit Hunian Sementara di Kabupaten Agam

Pemulihan pascabencana di Provinsi Sumatra Barat kini memasuki tahap baru dengan peresmian 117 unit hunian sementara (Huntara) di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam. Penyerahan ini menjadi langkah penting dalam upaya mengembalikan stabilitas hidup warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meresmikan hunian tersebut pada hari Sabtu (24/1/2026). Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pasca-bencana terus berjalan seiring dengan perbaikan ekosistem. Menurutnya, pemulihan sungai dan hutan memiliki peran vital dalam memperkuat kelembagaan kesiapsiagaan bencana di masa depan.

“Kita tidak hanya membangun dinding dan atap, tetapi membangun kembali harapan. Mari kita bekerja sama, dan saya berterima kasih atas kesabaran bapak dan ibu sekalian. Semangat kita adalah membangun kembali dengan lebih baik (build back better),” ujar Pratikno dalam sambutannya.

Struktur Hunian Sementara yang Sederhana Namun Layak

Bangunan Huntara di lokasi tersebut terlihat berjajar rapi dengan bentuk menyerupai barak. Secara keseluruhan, terdapat 21 barak dengan lima pintu yang terdiri dari 105 unit. Selain itu, tiga barak lainnya memiliki empat pintu dengan total 12 unit, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 117 unit. Setiap barak Huntara berukuran sekitar 8,5 x 6,4 meter. Bangunan tersebut menggunakan dinding asbes dan seng putih, serta telah dicor pada bagian lantai.

Permukaan lantai masih tampak kasar dan dilapisi tikar abu-abu bermotif sebagai alas. Tampilan Huntara terlihat sederhana dan memanjang, dilengkapi kanopi di bagian depan. Tidak terdapat motif khusus pada bangunan, namun dindingnya dilengkapi beberapa potongan asbes sebagai ventilasi. Di depan setiap pintu, terpasang stiker bertuliskan nama blok serta kepala keluarga yang akan menempati Huntara tersebut.

Bantuan Dasar untuk Warga

Di dalam Huntara, terdapat sejumlah perlengkapan dasar seperti kipas angin, sapu, serta kasur lipat bertuliskan BNPB. Selain itu, warga juga menerima bantuan sembako yang beragam, mulai dari minyak goreng, gula, beras, hingga makanan ringan. Beberapa warga sudah mulai menempati unit masing-masing, ada yang duduk, tidur, hingga bersantai bersama keluarga.

Salah satu warga, Amir, menilai bahwa kualitas Huntara cukup layak untuk ditempati para korban galodo di Nagari Salareh Aia dan Nagari Salareh Aia Timur. “Total ada sekitar 117 kartu keluarga yang akan menempati lokasi ini,” ujarnya sambil bersantai bersama keluarga di dalam Huntara.

Fokus Pemulihan Produktivitas Masyarakat

Selain peresmian Huntara, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Dari hasil tahap 1 sebanyak 612 usulan, terverifikasi sebanyak 374 KK tersalurkan 294 KK. Bupati Agam, Benni Warlis, mengungkapkan apresiasi mendalam atas gerak cepat pemerintah pusat. Menurutnya, Agam merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah dengan angka korban jiwa tertinggi di Sumatra Barat, sehingga pemenuhan kebutuhan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

Selain kerusakan rumah, terdapat kurang lebih 2.000 hektar lahan pertanian yang terdampak. Hal ini menjadi perhatian serius karena mayoritas warga bergantung pada sektor agraris. “Pemerintah RI hadir di tengah-tengah kita semua untuk memastikan bahwa seluruh aspek, mulai dari hunian hingga mata pencaharian, kembali berfungsi,” tegas Benni Warlis.

Keberlanjutan Pemulihan dan Harapan Baru

Menko PMK menegaskan bahwa fokus selanjutnya adalah memulihkan produktivitas masyarakat. Pemerintah berkomitmen agar warga tidak terlalu lama berada dalam masa transisi dan segera mendapatkan kepastian mengenai hunian tetap di lokasi yang lebih aman dari ancaman bencana. Warga diharapkan dapat mulai fokus kembali pada aktivitas ekonomi dan pendidikan anak-anak mereka.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Pusat berupaya memastikan bahwa memori kelam bencana perlahan digantikan dengan optimisme pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.




Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *