Penjelasan tentang Keluarga Capt Andy Dahananto
Sosok istri pertama dari Capt Andy Dahananto, seorang pilot pesawat ATR 42-500 yang terlibat dalam kecelakaan di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap. Sebelumnya, ada banyak spekulasi mengenai identitas istri Capt Andy, termasuk sosok Lina yang sering membagikan kesedihannya di media sosial.
Namun, ternyata Lina adalah istri kedua dari Capt Andy. Sementara itu, istri pertamanya adalah Bu Erwin, yang dikenal sebagai wanita yang akrab dengan keluarga militer seperti suaminya. Dari pernikahan mereka, Capt Andy dan Bu Erwin memiliki dua anak laki-laki, salah satunya juga menjadi pilot, meneruskan profesi ayahnya.
Bu Erwin dan Capt Andy memiliki latar belakang keluarga militer yang sama, sehingga keduanya sangat memahami arti tugas, disiplin, dan pengorbanan. Meski telah menikah selama puluhan tahun, mereka tidak pernah berhenti memberikan kabar satu sama lain. Bahkan, saat Capt Andy memiliki istri kedua, ia tetap rutin melakukan komunikasi dengan Bu Erwin melalui video call sebelum dan setelah penerbangan.
Adik ipar Capt Andy, Agus Mahardianto, menjelaskan bahwa komunikasi antara Capt Andy dan Bu Erwin selalu dilakukan secara rutin. “Komunikasi terakhir Sabtu pagi jam 08.00 WIB, sebelum take off sudah biasa di Jogja beliau video call, dan biasanya setelah landing beliau juga video call. Itu yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun, tidak pernah absen,” jelas Agus.
Namun, pada hari kejadian, Capt Andy tidak kunjung menghubungi sang istri seperti biasanya. Bu Erwin merasa khawatir karena tidak mendapatkan kabar dari suaminya. “Kemarin dengan kesibukan kita masing-masing, kita tunggu memang sampai dengan, harusnya kurang lebih jam 12.00 WIB sudah landing, tapi sampai jam 13 – 17 belum landing. Nah itu yang membuat kami khawatir,” ujar Agus.
Pada Sabtu pagi, komunikasi terakhir antara Capt Andy dan Bu Erwin berisi permohonan doa. “Doakan happy landing ya,” kata Agus menirukan ucapan Capt Andy.
Istri Kedua Capt Andy Dahananto
Istri kedua Capt Andy Dahananto, Widyarlina atau yang akrab disapa Lina, meminta bantuan untuk mencari keberadaan suaminya. Bantuan ini diminta oleh Lina kepada rekan kerjanya di PT Vale Indonesia, Alfian Rauf atau yang akrab disapa Phiank.
Di akun Facebooknya, Lina terus berharap agar Phiank bisa menemukan suaminya. “Phiank help me…,” tulisnya sambil menambahkan emoji menangis. Ia juga terus menunggu kabar baik dari sahabatnya itu. “MasyaAllah speechless ka liat temenku yang satu ini… Tengkiyuuu Phiank dan team FES PTVI (Surya, Ramadhan dan Samsuddin) kalian terbaik, inshaAllah selalu sehat dan dilancarkan operasi pencariannya ya… Saya tunggu update mu Phiaaaaankk nah…,” tulis Lina.
Lina juga sempat chat dengan Phiank melalui WhatsApp. Dalam percakapan itu, Lina menyatakan bahwa dirinya akan menunggu di Makassar hingga suaminya ditemukan. “Iya Phiank, nunggu di Makassar ka Phiank. Mau ka ketemu Mas Andy tuk terakhir kalinya…,” tulis Lina.
Semua Korban Sudah Ditemukan
Hingga hari ke-7 pencarian, Tim SAR berhasil menemukan seluruh korban pesawat ATR 42-500. Total sudah ada 10 kantong mayat yang sedang dilakukan proses evakuasi oleh Tim SAR.
“Alhamdulillah, paket (kantong jenazah) 9 pukul 08.55 Wita ditemukan. Dan (evakuasi) tetap dilakukan sesuai dengan rencana operasi tadi malam, yakni kembali kita mengupayakan untuk evakuasi, kami juga tetap melaksanakan misi utama dalam operasi yaitu, mencari (korban),” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Andi Sultan.
Kemudian pada Jumat pagi ini, korban terakhir akhirnya ditemukan. “Dan pada pukul 09.16 Wita, Alhamdulillah korban (paket 10) ditemukan,” ucap Andi yang menahan haru dan tak mampu melanjutkan kalimatnya untuk sesaat.
Andi melanjutkan, paket yang ditemukan saat ini sedang dalam proses penanganan dan evakuasi tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. Selain itu, kata dia, Tim SAR juga diperkuat dengan penambahan personel dari Basarnas Mamuju, Basarnas Kendari dan Basarnas Palu yang akan melakukan proses evakuasi terhadap korban.
“Saat ini sedang proses evakuasi,” ujarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan operasi SAR akan terus dilaksanakan secara maksimal dan terkoordinasi hingga seluruh temuan berhasil dievakuasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.












