Perjalanan Hidup dan Kontribusi K.H. Muhammad Hasan, B.A.
K.H. Muhammad Hasan, B.A., seorang tokoh ulama besar yang lahir di Parado, 55 kilometer di sebelah selatan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tanggal 31 Desember 1925, telah meninggal dunia pada hari Sabtu (24/1/2026) pagi ini di kediamannya di Kampung Salama Kota Bima. Kepergiannya diberitakan oleh putra bungsu almarhum, Fathurrrahman, SHI, dan sudah dikonfirmasi kepada putra tertuanya, Prof.Dr.Ahmad Thib Raya, M.A., yang saat ini sedang bersiap-siap terbang ke Bima.
Kepergian almarhum sangat tenang dan mendadak, sehingga anak-anaknya yang berada di luar Bima tidak ada yang menyaksikan kepergiannya. Istrinya, H.Zainab H.Yakub, telah berpulang pada tanggal 27 Juli 2021. Almarhum juga menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Mukhlisshin yang dibangunnya pada tahun 2000 di tanah kelahirannya Paradorato Bima.
Pendidikan dan Karier
Almarhum menjalani pendidikan Sekolah Rakyat (1936-1939), Darul Tarbiyah Raba Bima (1940-1941), Darul Ulum Bima (1942-1944), Madrasah Sanawiah sampai kelas 2 (1945-1946), lulus Ujian Guru Agama Negeri (1953) berijazah, lulus ujian PGAN 4 Tahun (1966) berijazah, lulus ujian PGAN 6 Tahun (1967) berijazah, lulus Ujian Akhir Madrasah Agama Islam Aliah Negeri (MAIAN) tahun 1967 berijazah, serta Sarjana Muda Lengkap Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Cabang Bima (1976) berijazah. K.H. Muhammad Hasan, B.A. menguasai bahasa Arab, Inggris, dan Jerman yang dipelajarinya secara autodidak, kemudian menjadi pengampu mata pelajaran ketiga bahasa tersebut di SMA Negeri (1) Bima dan Madrasah Aliah Negeri Bima.
Selama hidupnya, almarhum KH Muhammad Hasan, B.A. banyak mendirikan sekolah Islam, yakni Madrasah Ibtidaiyah Daha Kecamatan Hu/u Kabupaten Dompu (1961), Madrasah Diniyah Suntu Bima (1968), Pendiri dan Ketua Yayasan Para Muallim (1989), Pimpin Pondok Pesantren Al Mukhlisshin Parado (2000), membuka MTs dan AM Al Mukhlisshin (2002), dan sejak 1989 sudah mendirikan 6 masjid dan 3 musala.
Penghargaan dan Kontribusi
Almarhum pernah menerima berbagai penghargaan seperti Piagam Pembina Penataran Kabupaten Bima (1981), Ujian Dinas Tingkat II Provinsi NTB (1988), Sertifikat Orientasi Manajemen Kepala MA Tingkat Provinsi NTB (2005), Handayani Award Provinsi NTB (2008), dan penghargaan dari Perguruan Taman Siswa Kabupaten Bima (2011). Selain itu, ia juga menerima penghargaan dari Dinas Pertanian sebagai rumah dengan penataan pekarangan terbaik Kabupaten Bima dan Provinsi NTB (1963 dan 1964), serta Diklat Kependudukan Guru-Guru Aliyah Provinsi NTB (1980).
Kehidupan Keluarga dan Warisan
Jenazah almarhum kemungkinan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Parado, berdekatan dengan makam istrinya Hj Zainab H.Yakub. Anak-anak almarhum yang di Jakarta, Prof.Dr.Thib Ahmad Thib Raya, M.A./istrinya, Prof.Dr.Hj Siti Musdah Mulia, M.A., Dr.H.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H. dan Nyonya, serta Drs.H.Mahmud Fauzy dan istri hari ini terbang menuju Bima.
Almarhum dikenal sosok ulama yang karismatik dan menjadi tempat banyak orang untuk meminta petunjuk dan bimbingannya melalui doa jika menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Beliau dijuluki sebagai Guru, Tabib, dan Misteri Jin, yang tertuang melalui buku Biografi yang ditulis keponakannya M.Dahlan Abubakar pada tahun 2012.
K.H.Muhammad Hasan, B.A., meninggalkan delapan anak, masing-masing: Hj.Zainab, B.A., Prof.Dr.H.Ahmad Thib Raya, M.A., Drs.H.Mahmud Fauzy, Bc.Hk, Dr.Hamidsyukrie ZM, M.Hum, Dr.H.Hamdan Zoelva, S.H.,M.H., Abd.Rahman, S.Sos, Hamidatul Alifah, S.Ag., Fathurrahman ZM, SHI, dan puluhan cucu dan cicit.












