Penjelasan Basarnas Mengenai Aktivitas Langkah Kaki di Smartwatch Farhan Gunawan
Data aktivitas langkah kaki yang tercatat sebanyak 13.000 langkah pada smartwatch milik Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42-500, akhirnya diungkap oleh Badan SAR Nasional (Basarnas). Data tersebut sempat memicu harapan besar dari keluarga korban kecelakaan pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
Smartwatch Memicu Harapan Keluarga
Seorang perempuan, yang merupakan saudara dari kekasih Farhan, mengungkapkan adanya aktivitas misterius dari perangkat smartwatch milik Farhan yang masih aktif. Pergerakan tersebut diketahui terjadi setelah pesawat mengalami kecelakaan, sehingga memunculkan dugaan bahwa Farhan masih bergerak pascakejadian.
Perempuan itu menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di dalam hutan dan kemudian diserahkan kepada Dian. Yang menarik adalah ponsel tersebut masih terhubung dengan jam tangan pintar (smartwatch) yang dikenakan Farhan. Data tersebut sempat memantik doa, permohonan, dan harapan besar agar Farhan masih bisa diselamatkan.
Ponsel Ditemukan dalam Kondisi Terkunci
Ponsel milik Farhan diketahui ditemukan oleh Tim SAR dalam kondisi terkunci dan masih berada di lokasi pencarian. Perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk ditindaklanjuti. Yang mengejutkan, ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan.
“Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” ujarnya dalam sebuah video. Menurut penuturannya, aktivitas langkah kaki mulai terekam sejak Minggu pagi pukul 06.00 WITA, dengan jumlah langkah yang terus bertambah secara signifikan hingga malam hari. Temuan itu membuat keluarga kembali diliputi harapan.
Penjelasan Awal Basarnas Makassar
Staf SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan bahwa ponsel milik Farhan memang telah ditemukan oleh tim di lapangan. Ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi terkunci dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Tim Siber Polda Sulawesi Selatan.
Arman mengonfirmasi bahwa data pada perangkat tersebut memang menunjukkan adanya aktivitas pergerakan. “Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca 1.000 langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13.000 langkah,” kata Arman di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, Arman menegaskan bahwa data tersebut belum bisa dijadikan kepastian mengenai kondisi Farhan. Selama tiga hari penyisiran di lokasi kejadian, tim SAR tidak menemukan tanda-tanda suara atau permintaan tolong.
Basarnas Pastikan Asal Usul Data
Misteri pergerakan langkah kaki tersebut akhirnya terjawab. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i mengungkap hasil investigasi lanjutan terkait data smartwatch milik Farhan Gunawan. Menurut Syafi’i, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dengan bantuan Polda Sulawesi Selatan, terungkap bahwa rekaman langkah kaki tersebut bukan terjadi setelah pesawat jatuh.
“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Ia menegaskan bahwa data tersebut merupakan rekaman aktivitas lama.
“Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.
Operasi SAR Tetap Dilanjutkan
Syafi’i menyampaikan bahwa pihak keluarga Farhan telah menerima dan memahami penjelasan dari Basarnas dan pihak kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami perasaan keluarga yang sempat berharap Farhan masih hidup.
“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” ujarnya. Syafi’i menambahkan bahwa operasi SAR tetap dilanjutkan dengan mengerahkan berbagai sumber daya.
“Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” pungkasnya.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












