Eksperimen Fisika yang Membuktikan Bentuk Tali di Bawah Helikopter
Seorang YouTuber sains terkenal, Derek Muller dari kanal Veritasium, melakukan eksperimen luar biasa untuk menjawab soal fisika yang sempat memicu perdebatan. Soal tersebut berasal dari ujian kualifikasi tim Olimpiade Fisika Amerika Serikat (USAPhO) tahun 2014. Pertanyaan ini menanyakan bentuk tali yang digantungkan di bawah helikopter yang terbang dengan kecepatan konstan.
Latar Belakang Soal Fisika yang Viral
Soal nomor 19 dalam ujian tersebut menggambarkan situasi di mana seutas tali fleksibel digantungkan di bawah helikopter yang bergerak horizontal. Gesekan udara pada tali tidak dapat diabaikan. Pilihan jawaban mencakup berbagai bentuk tali, seperti garis lurus ke bawah, diagonal ke kiri, melengkung ke kiri atau kanan, hingga bentuk “S”.
Pertanyaan ini menjadi viral karena banyak orang tidak sepakat dengan jawaban resmi yang diberikan. Perbedaan pandangan ini membuatnya terus diperdebatkan dan memicu rasa penasaran publik.
Eksperimen Langsung dengan Helikopter
Untuk membuktikan jawaban yang benar, Muller menyewa helikopter dan melakukan eksperimen langsung. Ia menggunakan tali tambang sepanjang 15 meter dengan bobot total 20 kg. Saat helikopter terbang ke arah kanan dengan kecepatan konstan, tali yang digantungkan di bawahnya membentuk garis lurus diagonal ke kiri.
Hasil eksperimen ini sesuai dengan jawaban resmi yang diberikan oleh American Association of Physics Teachers (AAPT). Menurut AAPT, karena adanya gesekan udara, tali akan tergantung dalam garis lurus diagonal. Hal ini disebabkan oleh gaya horizontal yang bekerja pada bagian atas tali, sementara seluruh bagian tali terpengaruh oleh hambatan udara.
Dua Skenario Tambahan dengan Beban
Muller tidak berhenti sampai di sini. Ia mencoba eksperimen tambahan dengan menambahkan beban di ujung tali. Dalam skenario pertama, ia mengaitkan kettlebell seberat 9 kg. Hasilnya, tali membentuk pola mirip huruf “J” terbalik, sehingga jawaban yang tepat adalah pilihan D.
Penjelasan Muller menyebutkan bahwa tali bagian bawah harus menopang kettlebell, sehingga cenderung vertikal. Sementara itu, bagian atas tali melengkung ke kiri akibat pengaruh hambatan udara.
Dalam skenario kedua, Muller mengganti kettlebell dengan parasut. Hasilnya, tali membentuk pola mirip huruf “J”, sehingga jawaban yang tepat adalah pilihan C.
Menurut Muller, hal ini terjadi karena parasut memiliki hambatan udara yang besar, tetapi bobotnya relatif ringan. Akibatnya, tegangan pada tali bagian bawah menjadi horizontal.
Kesimpulan dari Eksperimen
Berdasarkan hasil eksperimennya, Muller menyimpulkan bahwa ada tiga kemungkinan jawaban benar untuk soal tersebut. Jawaban B (diagonal ke kiri) berlaku ketika tidak ada beban di ujung tali. Jawaban D (melengkung ke kanan) berlaku saat beban berupa kettlebell, sedangkan jawaban C (melengkung ke kiri) berlaku ketika beban berupa parasut.
Penjelasan Ilmiah di Balik Fenomena
Secara ilmiah, bentuk tali dipengaruhi oleh dua faktor utama: gaya gravitasi dan hambatan udara. Ketika helikopter bergerak ke arah kanan, hambatan udara bekerja dalam arah yang berlawanan, yaitu ke kiri. Hal ini menyebabkan tali membentuk diagonal lurus ke kiri.
Namun, ketika beban ditambahkan di ujung tali, kondisi berubah. Beban yang berat akan menarik tali ke bawah, sementara hambatan udara akan menggeser bagian atas tali ke kiri. Kombinasi dari kedua faktor ini menciptakan pola melengkung yang berbeda-beda tergantung jenis beban.
Video Eksperimen yang Bisa Ditonton
Bagi yang ingin melihat lebih jelas, Muller telah mengunggah video eksperimennya ke YouTube. Video berdurasi sekitar 13 menit ini telah ditonton lebih dari 4 juta kali. Di dalamnya, Muller menjelaskan langkah-langkah eksperimen serta hasil yang diperoleh.
Video ini juga menampilkan jajak pendapat di YouTube terkait jawaban yang paling umum dipilih oleh pengikutnya. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih opsi C, meskipun jawaban yang benar adalah B.
Kesimpulan
Eksperimen yang dilakukan oleh Derek Muller memberikan bukti nyata tentang bagaimana hukum fisika bekerja dalam situasi nyata. Dengan menggunakan metode ilmiah dan eksperimen langsung, ia berhasil memecahkan teka-teki yang sempat memicu perdebatan.
Selain itu, eksperimen ini juga menunjukkan betapa pentingnya mempertimbangkan berbagai faktor dalam memahami fenomena alam. Dari soal sederhana tentang tali yang digantungkan di bawah helikopter, kita bisa belajar banyak hal tentang hukum fisika yang mendasar.












